Mencari Bintang di Balik Perekrutan: Mengupas Tuntas Peran dan Peluang Karir Talent Acquisition Specialist
Di era persaingan bisnis yang semakin ketat ini, keberadaan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas menjadi penentu utama kesuksesan sebuah organisasi. Bukan lagi sekadar mengisi kekosongan posisi, tetapi bagaimana perusahaan mampu menarik, mengidentifikasi, dan merekrut talenta terbaik yang tidak hanya memenuhi kualifikasi teknis, tetapi juga selaras dengan budaya dan visi perusahaan. Di sinilah peran seorang Talent Acquisition Specialist (TAS) menjadi sangat krusial dan strategis.
Jauh melampaui tugas seorang "perekrut" tradisional, seorang Talent Acquisition Specialist adalah arsitek di balik tim impian perusahaan, seorang pemasar merek pemberi kerja, dan seorang penasihat strategis bagi para manajer perekrutan. Artikel ini akan mengupas tuntas apa itu Talent Acquisition Specialist, mengapa peran ini begitu penting, tugas dan tanggung jawabnya, kualifikasi yang dibutuhkan, jenjang karir, serta tips sukses untuk berkecimpung dalam profesi yang dinamis ini.
I. Apa Itu Talent Acquisition Specialist (TAS)?
Secara sederhana, Talent Acquisition Specialist adalah profesional SDM yang bertanggung jawab untuk menemukan, menarik, dan merekrut kandidat yang berkualitas tinggi untuk mengisi posisi yang kosong dalam sebuah organisasi. Namun, definisi ini tidak sepenuhnya menangkap kedalaman dan kompleksitas peran tersebut.
Berbeda dengan "recruiter" yang seringkali berfokus pada pengisian posisi dalam jangka pendek dengan kandidat yang tersedia, seorang Talent Acquisition Specialist memiliki pendekatan yang lebih strategis, jangka panjang, dan holistik. Mereka tidak hanya bereaksi terhadap kebutuhan rekrutmen yang mendesak, tetapi juga proaktif dalam membangun "talent pipeline" atau bank talenta yang berkelanjutan, menciptakan dan mengelola citra merek pemberi kerja (employer branding) yang kuat, serta memastikan pengalaman kandidat yang positif dari awal hingga akhir.
TAS juga seringkali terlibat dalam perencanaan tenaga kerja, analisis pasar tenaga kerja, dan pengembangan strategi rekrutmen yang inovatif. Mereka adalah jembatan antara kebutuhan bisnis dengan ketersediaan talenta di pasar, memastikan bahwa perusahaan memiliki orang yang tepat, di tempat yang tepat, dan pada waktu yang tepat.
II. Mengapa Peran Talent Acquisition Specialist Begitu Krusial?
Keberadaan Talent Acquisition Specialist bukan sekadar "tambahan" dalam tim HR, melainkan elemen vital yang secara langsung memengaruhi pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis. Berikut adalah beberapa alasan mengapa peran ini begitu krusial:
- Membangun Keunggulan Kompetitif: Dalam pasar tenaga kerja yang kompetitif, perusahaan yang memiliki TAS yang kuat dapat menarik talenta terbaik yang mungkin tidak ditemukan oleh pesaing. Talenta unggul ini akan menjadi pendorong inovasi, produktivitas, dan pertumbuhan bisnis.
- Meningkatkan Kualitas Perekrutan: TAS berfokus pada kualitas, bukan hanya kuantitas. Mereka menggunakan metode yang lebih canggih untuk mengidentifikasi kandidat yang tidak hanya memiliki keterampilan yang relevan tetapi juga selaras dengan budaya perusahaan, mengurangi risiko pergantian karyawan (turnover) dan meningkatkan kinerja tim.
- Memperkuat Employer Branding: TAS adalah wajah perusahaan di mata calon karyawan. Melalui interaksi yang profesional dan pengalaman kandidat yang positif, mereka membangun reputasi perusahaan sebagai tempat kerja yang menarik dan diinginkan, yang pada gilirannya akan menarik lebih banyak talenta berkualitas di masa depan.
- Efisiensi dan Penghematan Biaya: Meskipun investasi awal dalam TAS mungkin terlihat besar, perekrutan yang buruk dapat sangat mahal. TAS yang efektif dapat mengurangi biaya perekrutan (cost-per-hire) dan waktu perekrutan (time-to-hire) dengan menemukan kandidat yang tepat lebih cepat dan mengurangi kebutuhan untuk perekrutan ulang.
- Perencanaan Tenaga Kerja Strategis: TAS berkolaborasi dengan manajemen untuk memahami kebutuhan bisnis di masa depan. Mereka membantu dalam merencanakan kebutuhan talenta, mengidentifikasi potensi kekurangan keterampilan, dan membangun strategi untuk mengatasinya sebelum menjadi masalah.
- Peningkatan Pengalaman Kandidat: Di dunia digital, pengalaman kandidat adalah segalanya. TAS memastikan bahwa setiap kandidat, baik yang diterima maupun yang ditolak, memiliki pengalaman yang positif dan profesional, yang penting untuk merek perusahaan.
III. Tugas dan Tanggung Jawab Sehari-hari Talent Acquisition Specialist
Seorang Talent Acquisition Specialist memiliki spektrum tugas yang luas dan beragam, mencakup seluruh siklus hidup perekrutan. Berikut adalah gambaran tugas dan tanggung jawab utama mereka:
-
Analisis Kebutuhan dan Pemahaman Peran:
- Berkoordinasi erat dengan manajer perekrutan (hiring manager) untuk memahami secara mendalam kebutuhan posisi, keterampilan yang diperlukan, dan ekspektasi kinerja.
- Membantu dalam menyusun deskripsi pekerjaan (job description) yang menarik, akurat, dan mencerminkan budaya perusahaan.
-
Strategi Sourcing dan Pencarian Kandidat:
- Mengembangkan dan menerapkan strategi sourcing yang inovatif untuk menemukan kandidat pasif (mereka yang tidak secara aktif mencari pekerjaan) maupun aktif.
- Memanfaatkan berbagai platform seperti LinkedIn Recruiter, Jobstreet, Glints, Kalibrr, platform media sosial, database resume, dan jaringan profesional.
- Terlibat dalam "headhunting" atau pencarian langsung untuk posisi-posisi kunci atau spesialisasi tertentu.
-
Screening dan Penilaian Kandidat:
- Meninjau resume dan surat lamaran untuk mengidentifikasi kandidat yang paling sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan.
- Melakukan wawancara telepon atau video screening awal untuk menilai keterampilan, pengalaman, dan kesesuaian budaya.
- Mengkoordinasikan dan terkadang melakukan wawancara tatap muka atau panel dengan manajer perekrutan.
- Mengelola proses penilaian tambahan seperti tes psikometri, tes keterampilan teknis, atau studi kasus.
-
Manajemen Proses Perekrutan:
- Mengelola sistem pelacakan pelamar (Applicant Tracking System – ATS) untuk melacak status kandidat, mengelola komunikasi, dan menyimpan data.
- Memastikan pengalaman kandidat yang positif dengan komunikasi yang proaktif dan transparan di setiap tahapan proses.
- Memberikan umpan balik yang konstruktif kepada kandidat, baik yang lolos maupun tidak.
-
Manajemen Penawaran dan Negosiasi:
- Menyiapkan dan menyampaikan penawaran kerja (job offer) kepada kandidat terpilih.
- Melakukan negosiasi gaji dan tunjangan, bertindak sebagai perantara antara kandidat dan perusahaan.
- Memastikan semua dokumen perekrutan lengkap dan sesuai.
-
Pengembangan Talent Pipeline:
- Secara proaktif membangun dan memelihara jaringan kandidat potensial untuk kebutuhan di masa depan.
- Terlibat dalam acara karir, job fair, atau kemitraan dengan universitas untuk menarik talenta.
-
Employer Branding:
- Berperan aktif dalam mempromosikan budaya dan nilai-nilai perusahaan sebagai tempat kerja yang menarik.
- Mengelola ulasan perusahaan di platform seperti Glassdoor dan memastikan citra positif.
-
Analisis Data dan Pelaporan:
- Menganalisis metrik perekrutan seperti time-to-hire, cost-per-hire, sumber kandidat terbaik, dan tingkat penerimaan penawaran.
- Menyajikan laporan kepada manajemen untuk menginformasikan keputusan strategis dan mengidentifikasi area perbaikan.
-
Kepatuhan dan Etika:
- Memastikan semua proses perekrutan mematuhi hukum ketenagakerjaan yang berlaku dan praktik terbaik industri.
- Menjaga kerahasiaan informasi kandidat dan perusahaan.
IV. Kualifikasi dan Skill yang Dibutuhkan
Untuk sukses sebagai Talent Acquisition Specialist, dibutuhkan kombinasi unik antara hard skill dan soft skill:
A. Hard Skills:
- Pengetahuan Proses Rekrutmen: Memahami seluruh siklus perekrutan dari awal hingga akhir.
- Keahlian Sourcing: Mahir menggunakan berbagai alat dan platform sourcing (LinkedIn Recruiter, Boolean search, X-ray search, dll.).
- Penggunaan ATS (Applicant Tracking System): Familiar dengan sistem seperti Workday, Greenhouse, Taleo, atau sejenisnya.
- Keterampilan Wawancara: Mampu melakukan wawancara berbasis perilaku, situasional, dan kompetensi.
- Analisis Data: Mampu menginterpretasikan metrik rekrutmen untuk mengidentifikasi tren dan membuat keputusan berbasis data.
- Pengetahuan Hukum Ketenagakerjaan: Memahami peraturan yang berlaku terkait perekrutan dan ketenagakerjaan.
- Microsoft Office Suite: Mahir menggunakan Word, Excel, dan PowerPoint untuk administrasi dan presentasi.
B. Soft Skills:
- Komunikasi Unggul: Kemampuan komunikasi verbal dan tertulis yang sangat baik untuk berinteraksi dengan kandidat, manajer perekrutan, dan kolega.
- Keterampilan Interpersonal: Mampu membangun hubungan baik dan kepercayaan dengan berbagai pihak.
- Negosiasi: Keterampilan negosiasi yang kuat untuk membahas penawaran gaji dan tunjangan.
- Pemecahan Masalah: Mampu mengidentifikasi masalah dalam proses rekrutmen dan mencari solusi kreatif.
- Pemikiran Kritis: Mampu mengevaluasi kandidat secara objektif dan membuat keputusan perekrutan yang tepat.
- Empati dan Kecerdasan Emosional: Memahami kebutuhan dan kekhawatiran kandidat, serta mampu mengelola emosi dalam situasi sulit.
- Adaptabilitas: Mampu beradaptasi dengan perubahan kebutuhan bisnis, prioritas, dan kondisi pasar tenaga kerja.
- Berorientasi pada Penjualan/Pemasaran: Mampu "menjual" peluang kerja dan merek perusahaan kepada kandidat terbaik.
- Manajemen Waktu dan Organisasi: Mampu mengelola banyak posisi sekaligus, memprioritaskan tugas, dan menjaga proses tetap terorganisir.
- Ketahanan (Resilience): Proses rekrutmen bisa penuh tantangan dan penolakan, sehingga ketahanan sangat penting.
V. Jenjang Karir dan Prospek Masa Depan
Profesi Talent Acquisition Specialist menawarkan jenjang karir yang menarik dan prospek masa depan yang cerah, mengingat kebutuhan akan talenta berkualitas akan selalu ada.
- Talent Acquisition Specialist (Entry-Level/Junior): Fokus pada sourcing, screening awal, dan dukungan administratif.
- Talent Acquisition Specialist (Mid-Level): Mengelola siklus perekrutan penuh untuk berbagai posisi, berinteraksi lebih banyak dengan manajer perekrutan.
- Senior Talent Acquisition Specialist: Mengelola posisi yang lebih kompleks atau spesialis, bertindak sebagai mentor bagi TAS junior, dan terlibat dalam pengembangan strategi.
- Talent Acquisition Lead/Team Lead: Memimpin tim kecil TAS, mengawasi kinerja, dan mengelola proyek-proyek rekrutmen.
- Talent Acquisition Manager: Bertanggung jawab atas seluruh fungsi TA dalam suatu departemen atau perusahaan, mengembangkan strategi rekrutmen global, dan mengelola anggaran.
- Head of Talent Acquisition/Director of Talent Acquisition: Peran kepemimpinan senior yang bertanggung jawab atas visi, strategi, dan operasional seluruh fungsi TA di tingkat eksekutif.
Selain jalur vertikal, ada juga peluang untuk spesialisasi:
- Sourcing Specialist: Berfokus sepenuhnya pada identifikasi dan penjangkauan kandidat pasif.
- Employer Branding Specialist: Berfokus pada pembangunan dan pengelolaan citra perusahaan sebagai pemberi kerja.
- Recruitment Marketing Specialist: Menggabungkan strategi pemasaran untuk menarik kandidat.
- HR Business Partner (HRBP): Dengan pengalaman TA, seseorang dapat beralih ke peran HRBP yang lebih luas, menjadi penasihat strategis bagi unit bisnis.
Prospek masa depan untuk profesi ini sangat menjanjikan, terutama dengan perkembangan teknologi (AI dalam rekrutmen) dan perubahan dinamika pasar tenaga kerja. TAS yang adaptif dan terus belajar akan selalu dibutuhkan.
VI. Tips Sukses Menjadi Talent Acquisition Specialist
Jika Anda tertarik untuk mengejar karir ini, berikut adalah beberapa tips untuk sukses:
- Bangun Fondasi HR yang Kuat: Pelajari dasar-dasar HR, bahkan jika Anda memulai sebagai generalis atau di peran HR entry-level.
- Asah Keterampilan Komunikasi dan Interpersonal: Ini adalah inti dari peran TA. Berlatihlah mendengarkan aktif, presentasi, dan negosiasi.
- Jadilah Ahli Sourcing: Kuasai teknik pencarian Boolean, manfaatkan LinkedIn secara maksimal, dan eksplorasi platform sourcing lainnya.
- Pahami Bisnis: Jangan hanya merekrut; pahami bagaimana peran yang Anda isi berkontribusi pada tujuan bisnis yang lebih besar.
- Prioritaskan Pengalaman Kandidat: Perlakukan setiap kandidat dengan hormat dan profesionalisme. Pengalaman positif akan memperkuat merek Anda dan perusahaan.
- Jaringan Luas: Hadiri acara industri, bergabunglah dengan komunitas HR dan TA, dan bangun koneksi dengan profesional lain.
- Tetap Update dengan Tren: Industri rekrutmen terus berkembang. Ikuti blog, webinar, dan publikasi tentang tren terbaru dalam TA dan teknologi HR.
- Manfaatkan Data: Belajarlah untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menyajikan data rekrutmen untuk menginformasikan keputusan.
- Jadilah Proaktif: Jangan menunggu sampai ada kebutuhan, mulailah membangun talent pipeline sebelum posisi kosong.
- Kembangkan Mindset Penjualan/Pemasaran: Anda adalah duta merek perusahaan. Pelajari cara "menjual" peluang kerja dan budaya perusahaan.
VII. Mencari Loker Talent Acquisition Specialist
Untuk menemukan lowongan Talent Acquisition Specialist, Anda bisa menjelajahi berbagai platform:
- Job Portals Online:
- LinkedIn Jobs: Platform terbaik untuk profesional HR/TA. Manfaatkan fitur pencarian lanjutan dan aktifkan notifikasi.
- JobStreet, Glints, Kalibrr, Indeed, Karir.com: Situs-situs ini sering memiliki banyak lowongan TA dari berbagai industri.
- Situs Karir Perusahaan: Kunjungi langsung halaman karir perusahaan-perusahaan yang Anda minati. Banyak perusahaan memposting lowongan di situs mereka sebelum ke platform lain.
- Jaringan Profesional: Beri tahu koneksi Anda di LinkedIn atau jaringan profesional lainnya bahwa Anda mencari peran TA. Referensi seringkali menjadi jalur terbaik.
- Agensi Perekrutan/Headhunter: Beberapa agensi spesialisasi dalam menempatkan profesional HR dan TA. Daftarkan diri Anda dengan mereka.
- Komunitas HR/TA Online dan Offline: Bergabunglah dengan grup di LinkedIn atau forum diskusi HR untuk mendapatkan informasi lowongan dan membangun jaringan.
Kesimpulan
Peran Talent Acquisition Specialist adalah profesi yang dinamis, strategis, dan sangat berdampak pada kesuksesan organisasi. Lebih dari sekadar mencari orang untuk mengisi posisi, seorang TAS adalah agen perubahan yang membentuk masa depan perusahaan melalui akuisisi talenta yang tepat. Dengan kombinasi keterampilan yang tepat, dedikasi untuk terus belajar, dan pendekatan yang berpusat pada kandidat, karir di bidang Talent Acquisition menawarkan peluang pertumbuhan yang tak terbatas dan kepuasan dalam membantu orang menemukan pekerjaan impian mereka sekaligus membangun tim yang hebat. Jika Anda memiliki gairah untuk menghubungkan talenta dengan peluang, maka menjadi seorang Talent Acquisition Specialist mungkin adalah panggilan karir yang tepat untuk Anda.
Informasi lowongan kerja atau Talent Acquisition Specialist
Prov. Jawa Timur
- Kota Surabaya
- Kab. Malang
- Kab. Jember
- Kab. Lamongan
- Kab. Bojonegoro
- Kab. Sidoarjo
- Kab. Kediri
- Kab. Banyuwangi
- Kab. Pasuruan
- Kab. Gresik
- Kab. Sampang
- Kab. Probolinggo
- Kab. Sumenep
- Kab. Bangkalan
- Kab. Tuban
- Kab. Blitar
- Kab. Nganjuk
- Kab. Jombang
- Kab. Bondowoso
- Kab. Mojokerto
- Kab. Pamekasan
- Kab. Tulungagung
- Kab. Lumajang
- Kab. Ponorogo
- Kab. Ngawi
- Kab. Pacitan
- Kab. Situbondo
- Kota Malang
- Kab. Magetan
- Kab. Trenggalek
- Kab. Madiun
- Kota Kediri
- Kota Probolinggo
- Kota Pasuruan
- Kota Batu
- Kota Madiun
- Kota Blitar
- Kota Mojokerto
Prov. Jawa Barat
- Kab. Bogor
- Kab. Garut
- Kab. Sukabumi
- Kab. Cianjur
- Kab. Bandung
- Kab. Bekasi
- Kab. Tasikmalaya
- Kab. Karawang
- Kota Bekasi
- Kota Bandung
- Kab. Subang
- Kab. Indramayu
- Kab. Bandung Barat
- Kab. Cirebon
- Kota Depok
- Kab. Sumedang
- Kab. Ciamis
- Kab. Kuningan
- Kab. Majalengka
- Kab. Purwakarta
- Kota Bogor
- Kota Tasikmalaya
- Kab. Pangandaran
- Kota Cimahi
- Kota Cirebon
- Kota Sukabumi
- Kota Banjar
Prov. Jawa Tengah
- Kab. Cilacap
- Kab. Banyumas
- Kab. Grobogan
- Kab. Brebes
- Kota Semarang
- Kab. Kebumen
- Kab. Klaten
- Kab. Pati
- Kab. Wonogiri
- Kab. Jepara
- Kab. Tegal
- Kab. Pemalang
- Kab. Blora
- Kab. Magelang
- Kab. Demak
- Kab. Kendal
- Kab. Sragen
- Kab. Karanganyar
- Kab. Boyolali
- Kab. Pekalongan
- Kab. Semarang
- Kab. Banjarnegara
- Kab. Purworejo
- Kab. Rembang
- Kab. Wonosobo
- Kab. Sukoharjo
- Kab. Purbalingga
- Kab. Temanggung
- Kab. Batang
- Kab. Kudus
- Kota Surakarta
- Kota Pekalongan
- Kota Tegal
- Kota Salatiga
- Kota Magelang
Prov. Sumatera Utara
- Kab. Deli Serdang
- Kota Medan
- Kab. Langkat
- Kab. Simalungun
- Kab. Asahan
- Kab. Serdang Bedagai
- Kab. Nias Selatan
- Kab. Mandailing Natal
- Kab. Tapanuli Utara
- Kab. Labuhanbatu
- Kab. Batu Bara
- Kab. Tapanuli Tengah
- Kab. Karo
- Kab. Labuhanbatu Utara
- Kab. Tapanuli Selatan
- Kab. Dairi
- Kab. Toba
- Kab. Humbang Hasundutan
- Kab. Padang Lawas
- Kab. Labuhanbatu Selatan
- Kab. Nias Utara
- Kab. Padang Lawas utara
- Kota Binjai
- Kab. Nias
- Kab. Samosir
- Kota Pematangsiantar
- Kab. Nias Barat
- Kota Gunungsitoli
- Kota Padang Sidempuan
- Kota Tebing Tinggi
- Kota Tanjung Balai
- Kab. Pakpak Bharat
- Kota Sibolga
Prov. Sulawesi Selatan
- Kota Makassar
- Kab. Bone
- Kab. Gowa
- Kab. Bulukumba
- Kab. Wajo
- Kab. Pangkajene Dan Kepulauan
- Kab. Jeneponto
- Kab. Maros
- Kab. Sinjai
- Kab. Luwu
- Kab. Pinrang
- Kab. Tana Toraja
- Kab. Takalar
- Kab. Luwu Utara
- Kab. Sidenreng Rappang
- Kab. Enrekang
- Kab. Barru
- Kab. Toraja Utara
- Kab. Soppeng
- Kab. Luwu Timur
- Kab. Bantaeng
- Kab. Kepulauan Selayar
- Kota Palopo
- Kota Parepare
Prov. Banten
- Kab. Tangerang
- Kab. Serang
- Kab. Lebak
- Kab. Pandeglang
- Kota Tangerang
- Kota Tangerang Selatan
- Kota Serang
- Kota Cilegon
Prov. Nusa Tenggara Timur
- Kab. Timor Tengah Selatan
- Kab. Kupang
- Kab. Sumba Barat Daya
- Kab. Sikka
- Kab. Alor
- Kab. Manggarai Timur
- Kab. Timor Tengah Utara
- Kab. Ende
- Kab. Flores Timur
- Kab. Manggarai
- Kab. Sumba Timur
- Kab. Manggarai Barat
- Kota Kupang
- Kab. Malaka
- Kab. Belu
- Kab. Ngada
- Kab. Nagekeo
- Kab. Rote Ndao
- Kab. Lembata
- Kab. Sumba Barat
- Kab. Sabu Raijua
- Kab. Sumba Tengah
Prov. Lampung
- Kab. Lampung Tengah
- Kab. Lampung Timur
- Kab. Lampung Selatan
- Kota Bandar Lampung
- Kab. Tanggamus
- Kab. Lampung Utara
- Kab. Way Kanan
- Kab. Pesawaran
- Kab. Tulang Bawang
- Kab. Pringsewu
- Kab. Lampung Barat
- Kab. Tulang Bawang Barat
- Kab. Mesuji
- Kab. Pesisir Barat
- Kota Metro
Prov. Sumatera Selatan
- Kota Palembang
- Kab. Banyuasin
- Kab. Musi Banyuasin
- Kab. Ogan Komering Ilir
- Kab. Ogan Komering Ulu Timur
- Kab. Muara Enim
- Kab. Lahat
- Kab. Ogan Ilir
- Kab. Musi Rawas
- Kab. Ogan Komering Ulu Selatan
- Kab. Ogan Komering Ulu
- Kab. Empat Lawang
- Kab. Musi Rawas Utara
- Kab. Penukal Abab Lematang Ilir
- Kota Lubuk Linggau
- Kota Prabumulih
- Kota Pagar Alam
Prov. Aceh
- Kab. Aceh Utara
- Kab. Aceh Timur
- Kab. Bireuen
- Kab. Aceh Selatan
- Kab. Aceh Besar
- Kab. Pidie
- Kab. Aceh Tenggara
- Kab. Aceh Tengah
- Kab. Aceh Tamiang
- Kab. Bener Meriah
- Kab. Aceh Barat
- Kota Banda Aceh
- Kab. Aceh Jaya
- Kab. Nagan Raya
- Kab. Aceh Barat Daya
- Kab. Simeulue
- Kab. Aceh Singkil
- Kab. Pidie Jaya
- Kota Subulussalam
- Kota Lhokseumawe
- Kota Langsa
- Kab. Gayo Lues
- Kota Sabang
Prov. Riau
- Kab. Kampar
- Kota Pekanbaru
- Kab. Rokan Hulu
- Kab. Indragiri Hilir
- Kab. Rokan Hilir
- Kab. Bengkalis
- Kab. Siak
- Kab. Kuantan Singingi
- Kab. Indragiri Hulu
- Kab. Pelalawan
- Kab. Kepulauan Meranti
- Kota Dumai
Prov. Nusa Tenggara Barat
- Kab. Lombok Timur
- Kab. Lombok Tengah
- Kab. Bima
- Kab. Lombok Barat
- Kab. Sumbawa
- Kab. Dompu
- Kota Mataram
- Kab. Lombok Utara
- Kab. Sumbawa Barat
- Kota Bima
Prov. Sumatera Barat
- Kota Padang
- Kab. Agam
- Kab. Pesisir Selatan
- Kab. Solok
- Kab. Padang Pariaman
- Kab. Lima Puluh Kota
- Kab. Tanah Datar
- Kab. Pasaman Barat
- Kab. Pasaman
- Kab. Sijunjung
- Kab. Dharmasraya
- Kab. Solok Selatan
- Kab. Kepulauan Mentawai
- Kota Payakumbuh
- Kota Bukittinggi
- Kota Pariaman
- Kota Sawahlunto
- Kota Solok
- Kota Padang Panjang
Prov. Kalimantan Barat
- Kab. Ketapang
- Kab. Sambas
- Kab. Sintang
- Kab. Kubu Raya
- Kab. Sanggau
- Kab. Landak
- Kab. Kapuas Hulu
- Kota Pontianak
- Kab. Bengkayang
- Kab. Melawi
- Kab. Sekadau
- Kab. Mempawah
- Kota Singkawang
- Kab. Kayong Utara
Prov. D.K.I. Jakarta
- Kota Adm. Jakarta Timur
- Kota Adm. Jakarta Barat
- Kota Adm. Jakarta Selatan
- Kota Adm. Jakarta Utara
- Kota Adm. Jakarta Pusat
- Kab. Adm. Kep. Seribu
Prov. Kalimantan Selatan
- Kab. Banjar
- Kota Banjarmasin
- Kab. Barito Kuala
- Kab. Kotabaru
- Kab. Tanah Laut
- Kab. Tanah Bumbu
- Kab. Tabalong
- Kab. Hulu Sungai Tengah
- Kab. Hulu Sungai Selatan
- Kab. Hulu Sungai Utara
- Kab. Balangan
- Kota Banjarbaru
- Kab. Tapin
Prov. Sulawesi Tengah
- Kab. Parigi Moutong
- Kab. Banggai
- Kab. Donggala
- Kab. Sigi
- Kab. Poso
- Kota Palu
- Kab. Tojo Una Una
- Kab. Tolitoli
- Kab. Morowali
- Kab. Morowali Utara
- Kab. Banggai Kepulauan
- Kab. Buol
- Kab. Banggai Laut
Prov. D.I. Yogyakarta
- Kab. Bantul
- Kab. Sleman
- Kab. Gunungkidul
- Kab. Kulon Progo
- Kota Yogyakarta
Prov. Jambi
- Kab. Sarolangun
- Kab. Merangin
- Kota Jambi
- Kab. Bungo
- Kab. Batanghari
- Kab. Muaro Jambi
- Kab. Kerinci
- Kab. Tebo
- Kab. Tanjung Jabung Barat
- Kab. Tanjung Jabung Timur
- Kota Sungai Penuh
Prov. Kalimantan Tengah
- Kab. Kapuas
- Kab. Kotawaringin Timur
- Kab. Katingan
- Kab. Kotawaringin Barat
- Kab. Murung Raya
- Kab. Barito Utara
- Kota Palangka Raya
- Kab. Seruyan
- Kab. Pulang Pisau
- Kab. Gunung Mas
- Kab. Barito Selatan
- Kab. Barito Timur
- Kab. Lamandau
- Kab. Sukamara
Prov. Sulawesi Tenggara
- Kab. Konawe Selatan
- Kab. Muna
- Kab. Konawe
- Kab. Bombana
- Kab. Kolaka
- Kota Kendari
- Kab. Buton
- Kab. Kolaka Timur
- Kab. Wakatobi
- Kab. Muna Barat
- Kab. Kolaka Utara
- Kab. Konawe Utara
- Kab. Buton Tengah
- Kab. Buton Utara
- Kota Bau Bau
- Kab. Buton Selatan
- Kab. Konawe Kepulauan
Prov. Sulawesi Utara
- Kab. Minahasa
- Kota Manado
- Kab. Bolaang Mongondow
- Kab. Minahasa Selatan
- Kab. Minahasa Utara
- Kab. Kepulauan Sangihe
- Kab. Kepulauan Talaud
- Kab. Minahasa Tenggara
- Kab. Bolaang Mongondow Utara
- Kota Bitung
- Kab. Kep. Siau Tagulandang Biaro
- Kab. Bolaang Mongondow Timur
- Kab. Bolaang Mongondow Selatan
- Kota Kotamobagu
- Kota Tomohon
Prov. Kalimantan Timur
- Kab. Kutai Kartanegara
- Kota Samarinda
- Kota Balikpapan
- Kab. Kutai Timur
- Kab. Paser
- Kab. Kutai Barat
- Kab. Berau
- Kab. Penajam Paser Utara
- Kota Bontang
- Kab. Mahakam Ulu
Prov. Bali
- Kab. Buleleng
- Kota Denpasar
- Kab. Badung
- Kab. Tabanan
- Kab. Karangasem
- Kab. Gianyar
- Kab. Jembrana
- Kab. Bangli
- Kab. Klungkung
Prov. Maluku
- Kab. Maluku Tengah
- Kab. Seram Bagian Barat
- Kota Ambon
- Kab. Maluku Tenggara
- Kab. Seram Bagian Timur
- Kab. Maluku Barat Daya
- Kab. Buru
- Kab. Kepulauan Aru
- Kab. Kepulauan Tanimbar
- Kab. Buru Selatan
- Kota Tual
Prov. Bengkulu
- Kab. Bengkulu Utara
- Kota Bengkulu
- Kab. Seluma
- Kab. Kaur
- Kab. Rejang Lebong
- Kab. Mukomuko
- Kab. Bengkulu Selatan
- Kab. Bengkulu Tengah
- Kab. Kepahiang
- Kab. Lebong
Prov. Maluku Utara
- Kab. Halmahera Selatan
- Kab. halmahera Utara
- Kab. Halmahera Barat
- Kab. Kepulauan Sula
- Kota Tidore Kepulauan
- Kab. Pulau Taliabu
- Kab. Halmahera Timur
- Kota Ternate
- Kab. Pulau Morotai
- Kab. Halmahera Tengah
Prov. Sulawesi Barat
- Kab. Polewali Mandar
- Kab. Mamasa
- Kab. Mamuju
- Kab. Majene
- Kab. Pasangkayu
- Kab. Mamuju Tengah
Prov. Kepulauan Riau
- Kota Batam
- Kab. Karimun
- Kab. Bintan
- Kab. Lingga
- Kab. Natuna
- Kota Tanjung Pinang
- Kab. Kepulauan Anambas
Prov. Gorontalo
- Kab. Gorontalo
- Kab. Bone Bolango
- Kab. Boalemo
- Kab. Pohuwato
- Kab. Gorontalo Utara
- Kota Gorontalo
Prov. Papua
- Kab. Jayapura
- Kab. Biak Numfor
- Kota Jayapura
- Kab. Kepulauan Yapen
- Kab. Keerom
- Kab. Sarmi
- Kab. Mamberamo Raya
- Kab. Waropen
- Kab. Supiori
Prov. Kepulauan Bangka Belitung
- Kab. Bangka
- Kab. Bangka Barat
- Kab. Bangka Tengah
- Kab. Belitung
- Kota Pangkal Pinang
- Kab. Bangka Selatan
- Kab. Belitung Timur
Prov. Papua Pegunungan
- Kab. Jayawijaya
- Kab. Yahukimo
- Kab. Lanny Jaya
- Kab. Pegunungan Bintang
- Kab. Tolikara
- Kab. Yalimo
- Kab. Mamberamo Tengah
- Kab. Nduga
Prov. Kalimantan Utara
- Kab. Nunukan
- Kab. Bulungan
- Kab. Malinau
- Kota Tarakan
- Kab. Tana Tidung
Prov. Papua Barat
- Kab. Manokwari
- Kab. Teluk Bintuni
- Kab. Fak Fak
- Kab. Kaimana
- Kab. Teluk Wondama
- Kab. Pegunungan Arfak
- Kab. Manokwari Selatan
Prov. Papua Tengah
- Kab. Nabire
- Kab. Mimika
- Kab. Paniai
- Kab. Deiyai
- Kab. Dogiyai
- Kab. Puncak
- Kab. Puncak Jaya
- Kab. Intan Jaya
Prov. Papua Barat Daya
- Kab. Sorong
- Kota Sorong
- Kab. Raja Ampat
- Kab. Sorong Selatan
- Kab. Tambrauw
- Kab. Maybrat
Prov. Papua Selatan
- Kab. Merauke
- Kab. Mappi
- Kab. Asmat
- Kab. Boven Digoel





Tinggalkan komentar