Menyelami Dunia Loker Credit Analyst: Gerbang Karier Analisis Risiko Keuangan yang Krusial
Di tengah kompleksitas dan dinamika pasar keuangan global, peran seorang Credit Analyst (Analis Kredit) menjadi sangat krusial. Mereka adalah garda terdepan dalam menilai kelayakan kredit, memitigasi risiko finansial, dan memastikan stabilitas operasional lembaga keuangan. Bagi para profesional yang memiliki ketajaman analitis, pemahaman mendalam tentang ekonomi, dan minat besar terhadap dunia keuangan, loker Credit Analyst menawarkan jalur karier yang menjanjikan, penuh tantangan, dan berdampak signifikan.
Artikel ini akan mengupas tuntas segala hal yang perlu Anda ketahui tentang peluang kerja sebagai Credit Analyst, mulai dari definisi peran, tugas dan tanggung jawab, kualifikasi yang dicari, jenjang karier, hingga tren dan tantangan di masa depan.
Pendahuluan: Mengapa Credit Analyst Begitu Penting?
Setiap transaksi pinjaman, investasi, atau bahkan kemitraan bisnis, selalu melibatkan tingkat risiko tertentu. Risiko ini bisa berupa gagal bayar, kerugian investasi, atau ketidakmampuan pihak lain untuk memenuhi kewajibannya. Di sinilah Credit Analyst berperan sebagai "penjaga gerbang" yang cermat. Mereka menganalisis data keuangan dan non-keuangan secara mendalam untuk memprediksi potensi risiko, memberikan rekomendasi, dan membantu lembaga keuangan membuat keputusan yang tepat.
Tanpa Credit Analyst yang kompeten, lembaga keuangan akan rentan terhadap kerugian besar, yang pada akhirnya dapat mengancam stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan. Oleh karena itu, permintaan terhadap profesional di bidang ini selalu tinggi, seiring dengan pertumbuhan sektor keuangan dan kompleksitas produk-produknya.
I. Apa Itu Credit Analyst? Definisi dan Peran Strategis
Secara sederhana, Credit Analyst adalah seorang profesional yang bertanggung jawab untuk mengevaluasi kelayakan kredit individu, perusahaan, atau entitas lain yang mengajukan pinjaman atau fasilitas keuangan. Mereka menilai kemampuan pemohon untuk memenuhi kewajiban finansialnya dan risiko yang melekat pada pemberian kredit tersebut.
Peran Credit Analyst tidak hanya terbatas pada bank. Mereka juga bekerja di berbagai institusi keuangan lain seperti lembaga pembiayaan (multifinance), perusahaan asuransi, perusahaan investasi, lembaga pemeringkat kredit, hingga divisi keuangan di perusahaan korporasi besar yang memberikan kredit kepada pelanggan atau pemasoknya.
Tujuan utama mereka adalah untuk:
- Memitigasi Risiko: Mengidentifikasi dan menilai potensi risiko gagal bayar atau kerugian finansial.
- Mendukung Keputusan Bisnis: Memberikan analisis dan rekomendasi yang solid kepada manajemen atau komite kredit untuk membuat keputusan yang tepat terkait pemberian atau penolakan kredit.
- Menjaga Kesehatan Portofolio: Memastikan bahwa portofolio pinjaman atau investasi lembaga tetap sehat dan menguntungkan.
- Mematuhi Regulasi: Memastikan bahwa semua keputusan kredit sesuai dengan kebijakan internal dan regulasi yang berlaku.
II. Tugas dan Tanggung Jawab Utama Seorang Credit Analyst
Pekerjaan Credit Analyst jauh lebih dari sekadar melihat angka. Ini adalah kombinasi antara analisis data, riset pasar, penilaian risiko, dan kemampuan komunikasi. Berikut adalah daftar tugas dan tanggung jawab utama yang biasanya diemban oleh seorang Credit Analyst:
-
Analisis Laporan Keuangan Mendalam:
- Menganalisis Neraca (Balance Sheet), Laporan Laba Rugi (Income Statement), dan Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement) untuk memahami posisi keuangan, profitabilitas, dan likuiditas pemohon kredit.
- Melakukan analisis tren historis dan memproyeksikan kinerja keuangan di masa depan.
-
Analisis Rasio Keuangan:
- Menghitung dan menginterpretasikan berbagai rasio keuangan seperti rasio likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, dan efisiensi untuk mendapatkan gambaran komprehensif tentang kesehatan finansial pemohon.
-
Analisis Industri dan Pasar:
- Menganalisis kondisi industri tempat pemohon beroperasi, termasuk prospek pertumbuhan, persaingan, tren pasar, dan faktor-faktor eksternal yang dapat memengaruhi kinerja bisnis.
- Mengevaluasi posisi kompetitif pemohon dalam industrinya.
-
Pembuatan Model Keuangan dan Proyeksi:
- Mengembangkan model keuangan untuk memproyeksikan arus kas, profitabilitas, dan kebutuhan modal di masa depan, seringkali menggunakan skenario sensitivitas untuk menilai dampak perubahan variabel kunci.
-
Penyusunan Laporan Kredit dan Rekomendasi:
- Menyusun laporan kredit yang komprehensif dan terstruktur dengan baik, yang merangkum temuan analisis, penilaian risiko, dan rekomendasi terkait pemberian, penolakan, atau modifikasi fasilitas kredit.
- Menyajikan temuan ini kepada komite kredit atau manajemen senior.
-
Due Diligence:
- Melakukan verifikasi informasi yang diberikan oleh pemohon melalui berbagai sumber, termasuk kunjungan lapangan, wawancara dengan manajemen, dan pengecekan referensi.
-
Pemantauan Portofolio Kredit:
- Secara berkala memantau kinerja keuangan debitur yang sudah ada, mengidentifikasi tanda-tanda awal masalah, dan merekomendasikan tindakan pencegahan jika diperlukan.
- Menganalisis eksposur risiko portofolio secara keseluruhan.
-
Kepatuhan Regulasi:
- Memastikan bahwa semua analisis dan keputusan kredit mematuhi kebijakan internal perusahaan, regulasi perbankan, dan standar kepatuhan lainnya.
III. Institusi yang Membutuhkan Credit Analyst
Peluang kerja sebagai Credit Analyst tersebar luas di berbagai jenis lembaga keuangan dan korporasi:
- Bank Komersial dan Retail: Ini adalah pemberi kerja Credit Analyst terbesar. Mereka menganalisis kredit untuk individu (konsumen), usaha kecil dan menengah (UKM), serta perusahaan besar (korporasi).
- Bank Investasi: Menganalisis kelayakan kredit untuk proyek-proyek besar, merger dan akuisisi, atau penerbitan obligasi.
- Lembaga Pembiayaan (Multifinance/Leasing): Fokus pada analisis kredit untuk pembiayaan kendaraan, alat berat, properti, atau produk konsumen lainnya.
- Fintech (Financial Technology): Dengan berkembangnya platform pinjaman digital (P2P lending), Credit Analyst di perusahaan fintech menggunakan data alternatif dan model AI untuk menilai risiko dengan cepat.
- Lembaga Pemeringkat Kredit (Rating Agencies): Seperti Fitch, Moody’s, atau Standard & Poor’s, mereka menganalisis kelayakan kredit perusahaan atau negara untuk memberikan peringkat kredit.
- Perusahaan Asuransi: Menganalisis risiko kredit terkait portofolio investasi mereka.
- Divisi Keuangan Perusahaan Korporasi: Perusahaan besar yang memberikan kredit kepada pelanggan (misalnya, pembayaran tempo untuk B2B) atau mengelola risiko kredit pemasok mereka juga mempekerjakan Credit Analyst.
- Perusahaan Manajemen Aset: Menganalisis risiko kredit instrumen utang dalam portofolio investasi mereka.
IV. Kualifikasi dan Skill yang Dicari oleh Pemberi Kerja
Untuk menjadi Credit Analyst yang sukses, kombinasi antara latar belakang pendidikan yang kuat dan serangkaian hard skills serta soft skills yang terasah adalah kunci.
A. Pendidikan dan Pengalaman:
- Gelar Sarjana (S1): Mayoritas posisi Credit Analyst mensyaratkan gelar sarjana di bidang Keuangan, Akuntansi, Ekonomi, Administrasi Bisnis, Matematika, Statistika, atau bidang terkait lainnya.
- Gelar Pascasarjana (S2/MBA): Untuk posisi yang lebih senior atau spesialis, gelar Master of Business Administration (MBA) atau gelar master di bidang keuangan akan sangat dihargai.
- Sertifikasi Profesional: Sertifikasi seperti Chartered Financial Analyst (CFA) atau Financial Risk Manager (FRM) sangat meningkatkan kredibilitas dan peluang karier.
- Pengalaman Kerja: Untuk posisi entry-level, magang di lembaga keuangan sangat dianjurkan. Untuk posisi mid-level atau senior, pengalaman kerja relevan minimal 2-5 tahun di bidang analisis kredit atau area keuangan terkait adalah wajib.
B. Hard Skills (Keterampilan Teknis):
- Analisis Laporan Keuangan: Kemampuan untuk membaca, memahami, dan menginterpretasikan laporan keuangan dengan sangat baik.
- Pemodelan Keuangan: Mahir dalam membangun dan mengelola model keuangan di Microsoft Excel, termasuk proyeksi keuangan, analisis sensitivitas, dan skenario stress testing.
- Statistik dan Ekonometrika: Pemahaman dasar tentang konsep statistik dan ekonometrika untuk analisis data dan penilaian risiko.
- Pemahaman Produk Keuangan: Pengetahuan tentang berbagai jenis produk kredit (pinjaman sindikasi, obligasi, fasilitas perdagangan, dll.) dan instrumen keuangan lainnya.
- Pengetahuan Regulasi: Memahami regulasi perbankan dan keuangan yang relevan, serta standar akuntansi.
- Kemahiran Komputer: Sangat mahir menggunakan Microsoft Office Suite (Excel, Word, PowerPoint). Familiaritas dengan database keuangan seperti Bloomberg, Refinitiv (sebelumnya Thomson Reuters Eikon), atau S&P Capital IQ adalah nilai tambah.
- Bahasa Inggris: Kemampuan berbahasa Inggris, baik lisan maupun tulisan, seringkali menjadi syarat mutlak, terutama di lembaga keuangan multinasional.
C. Soft Skills (Keterampilan Non-Teknis):
- Berpikir Analitis dan Kritis: Kemampuan untuk memecah masalah kompleks, menganalisis informasi dari berbagai sumber, dan menarik kesimpulan yang logis dan beralasan.
- Perhatian terhadap Detail: Kesalahan kecil dalam analisis angka dapat berakibat fatal. Ketelitian sangat diperlukan.
- Komunikasi Efektif: Mampu mengkomunikasikan hasil analisis yang kompleks secara jelas dan ringkas, baik secara lisan (presentasi) maupun tertulis (laporan kredit), kepada audiens yang beragam (manajemen, komite kredit, klien).
- Manajemen Waktu dan Tekanan: Mampu bekerja di bawah tekanan dan memenuhi tenggat waktu yang ketat.
- Integritas dan Etika: Bekerja dengan data sensitif dan keputusan yang berdampak besar menuntut integritas dan etika profesional yang tinggi.
- Kemampuan Riset: Mampu melakukan riset independen tentang industri, pasar, dan kondisi makroekonomi.
- Kemampuan Beradaptasi: Dunia keuangan terus berubah, sehingga kemampuan untuk belajar dan beradaptasi dengan tren baru sangat penting.
V. Jenjang Karier Seorang Credit Analyst
Jenjang karier Credit Analyst cukup terstruktur dan menawarkan berbagai peluang untuk pertumbuhan profesional:
- Junior Credit Analyst / Trainee: Posisi awal, fokus pada pengumpulan data, analisis dasar, dan membantu Credit Analyst senior.
- Credit Analyst: Menganalisis kasus kredit yang lebih kompleks secara mandiri, menyusun laporan, dan memberikan rekomendasi.
- Senior Credit Analyst: Menangani kasus-kasus yang paling kompleks, melatih junior, dan mungkin memiliki spesialisasi di sektor industri tertentu (misalnya, properti, energi, manufaktur).
- Assistant Manager / Manager Credit Analyst: Memimpin tim analis, bertanggung jawab atas portofolio kredit yang lebih besar, dan terlibat dalam pengembangan kebijakan kredit.
- Head of Credit / Chief Credit Officer (CCO): Posisi senior yang bertanggung jawab atas seluruh fungsi manajemen kredit di lembaga, termasuk strategi, kebijakan, dan pengelolaan risiko kredit di tingkat tertinggi.
Selain jalur vertikal ini, seorang Credit Analyst juga dapat beralih ke area lain dalam keuangan seperti:
- Risk Management: Spesialisasi di bidang manajemen risiko yang lebih luas.
- Portfolio Management: Mengelola portofolio investasi atau pinjaman.
- Investment Banking: Terlibat dalam transaksi keuangan korporasi.
- Corporate Finance: Bekerja di divisi keuangan perusahaan.
- Consulting: Memberikan saran keuangan kepada berbagai klien.
VI. Tren dan Tantangan di Dunia Credit Analyst
Dunia Credit Analyst terus berevolusi seiring dengan kemajuan teknologi dan perubahan lanskap ekonomi.
A. Tren Utama:
- Digitalisasi dan Otomatisasi: Penggunaan machine learning (ML) dan artificial intelligence (AI) untuk mempercepat proses analisis data, penilaian risiko, dan identifikasi pola. Ini tidak menghilangkan peran analis, melainkan mengubah fokus dari pengumpulan data manual menjadi interpretasi dan pengambilan keputusan berbasis data yang lebih kompleks.
- Big Data: Pemanfaatan volume data yang sangat besar, termasuk data non-tradisional (misalnya, data media sosial, transaksi e-commerce), untuk mendapatkan gambaran risiko yang lebih akurat dan komprehensif.
- Fintech dan P2P Lending: Model bisnis baru ini menciptakan kebutuhan akan metodologi penilaian kredit yang inovatif dan cepat.
- ESG (Environmental, Social, Governance): Faktor-faktor keberlanjutan menjadi semakin penting dalam penilaian risiko kredit, terutama untuk proyek-proyek jangka panjang dan perusahaan di sektor-sektor tertentu. Analis perlu memahami dampak ESG terhadap kinerja keuangan dan reputasi perusahaan.
- Analisis Prediktif: Pergeseran dari analisis historis ke model prediktif yang lebih canggih untuk mengantisipasi risiko di masa depan.
B. Tantangan:
- Adaptasi Teknologi: Credit Analyst harus terus belajar dan beradaptasi dengan alat dan teknologi baru.
- Regulasi yang Dinamis: Peraturan keuangan terus berubah, menuntut analis untuk selalu up-to-date dan memastikan kepatuhan.
- Volatilitas Ekonomi: Ketidakpastian ekonomi global dan lokal menuntut analisis risiko yang lebih hati-hati dan skenario stress testing yang lebih ketat.
- Kompleksitas Data: Meskipun big data memberikan keuntungan, mengelola dan menginterpretasikan data yang sangat banyak dan bervariasi menjadi tantangan tersendiri.
- Persaingan: Dengan semakin banyaknya lulusan di bidang keuangan, persaingan untuk mendapatkan posisi Credit Analyst yang baik semakin ketat.
VII. Tips Melamar Loker Credit Analyst
Jika Anda tertarik untuk mengejar karier di bidang ini, berikut beberapa tips untuk membantu Anda dalam proses lamaran kerja:
- Perkuat CV dan Cover Letter Anda: Sorot keterampilan analitis Anda, pengalaman dengan laporan keuangan (bahkan dari proyek akademik), dan kemahiran dalam perangkat lunak relevan (terutama Excel). Sesuaikan cover letter dengan posisi dan perusahaan yang Anda lamar.
- Persiapkan Diri untuk Wawancara Teknis: Anda akan diuji pengetahuan Anda tentang analisis laporan keuangan, rasio keuangan, dan pemodelan. Latih diri Anda untuk menjelaskan konsep-konsep ini dengan jelas.
- Asah Soft Skills Anda: Dalam wawancara, tunjukkan kemampuan komunikasi, pemikiran kritis, dan perhatian Anda terhadap detail. Berikan contoh konkret dari pengalaman Anda.
- Manfaatkan Jaringan (Networking): Hadiri seminar, webinar, atau job fair yang relevan. Berbicara dengan para profesional di industri dapat membuka peluang dan memberikan wawasan.
- Lakukan Riset Mendalam: Pelajari perusahaan yang Anda lamar, produk kredit mereka, dan sektor industri yang menjadi fokus mereka. Ini akan menunjukkan minat Anda dan membantu Anda menjawab pertanyaan wawancara dengan lebih baik.
- Pertimbangkan Sertifikasi: Jika Anda serius, mulailah mempertimbangkan sertifikasi seperti CFA Level I atau FRM Part I. Ini menunjukkan komitmen Anda terhadap profesi.
- Mulai dari Magang: Untuk lulusan baru, magang adalah cara terbaik untuk mendapatkan pengalaman praktis dan membangun koneksi di industri.
Kesimpulan
Loker Credit Analyst menawarkan gerbang menuju karier yang dinamis dan esensial di jantung industri keuangan. Dengan peran vitalnya dalam menjaga kesehatan finansial lembaga dan ekonomi secara luas, Credit Analyst akan terus menjadi salah satu profesi yang paling dicari.
Bagi individu yang memiliki pikiran analitis tajam, ketelitian luar biasa, dan hasrat untuk memahami dunia bisnis dan risikonya, jalur karier ini menjanjikan pertumbuhan profesional yang berkelanjutan dan kesempatan untuk memberikan dampak nyata. Persiapkan diri Anda dengan pengetahuan, keterampilan, dan etos kerja yang kuat, dan Anda akan siap untuk meraih kesuksesan di dunia analisis kredit yang menantang namun sangat memuaskan ini.
Informasi lowongan kerja atau Loker Credit Analyst
Prov. Jawa Timur
- Kota Surabaya
- Kab. Malang
- Kab. Jember
- Kab. Lamongan
- Kab. Bojonegoro
- Kab. Sidoarjo
- Kab. Kediri
- Kab. Banyuwangi
- Kab. Pasuruan
- Kab. Gresik
- Kab. Sampang
- Kab. Probolinggo
- Kab. Sumenep
- Kab. Bangkalan
- Kab. Tuban
- Kab. Blitar
- Kab. Nganjuk
- Kab. Jombang
- Kab. Bondowoso
- Kab. Mojokerto
- Kab. Pamekasan
- Kab. Tulungagung
- Kab. Lumajang
- Kab. Ponorogo
- Kab. Ngawi
- Kab. Pacitan
- Kab. Situbondo
- Kota Malang
- Kab. Magetan
- Kab. Trenggalek
- Kab. Madiun
- Kota Kediri
- Kota Probolinggo
- Kota Pasuruan
- Kota Batu
- Kota Madiun
- Kota Blitar
- Kota Mojokerto
Prov. Jawa Barat
- Kab. Bogor
- Kab. Garut
- Kab. Sukabumi
- Kab. Cianjur
- Kab. Bandung
- Kab. Bekasi
- Kab. Tasikmalaya
- Kab. Karawang
- Kota Bekasi
- Kota Bandung
- Kab. Subang
- Kab. Indramayu
- Kab. Bandung Barat
- Kab. Cirebon
- Kota Depok
- Kab. Sumedang
- Kab. Ciamis
- Kab. Kuningan
- Kab. Majalengka
- Kab. Purwakarta
- Kota Bogor
- Kota Tasikmalaya
- Kab. Pangandaran
- Kota Cimahi
- Kota Cirebon
- Kota Sukabumi
- Kota Banjar
Prov. Jawa Tengah
- Kab. Cilacap
- Kab. Banyumas
- Kab. Grobogan
- Kab. Brebes
- Kota Semarang
- Kab. Kebumen
- Kab. Klaten
- Kab. Pati
- Kab. Wonogiri
- Kab. Jepara
- Kab. Tegal
- Kab. Pemalang
- Kab. Blora
- Kab. Magelang
- Kab. Demak
- Kab. Kendal
- Kab. Sragen
- Kab. Karanganyar
- Kab. Boyolali
- Kab. Pekalongan
- Kab. Semarang
- Kab. Banjarnegara
- Kab. Purworejo
- Kab. Rembang
- Kab. Wonosobo
- Kab. Sukoharjo
- Kab. Purbalingga
- Kab. Temanggung
- Kab. Batang
- Kab. Kudus
- Kota Surakarta
- Kota Pekalongan
- Kota Tegal
- Kota Salatiga
- Kota Magelang
Prov. Sumatera Utara
- Kab. Deli Serdang
- Kota Medan
- Kab. Langkat
- Kab. Simalungun
- Kab. Asahan
- Kab. Serdang Bedagai
- Kab. Nias Selatan
- Kab. Mandailing Natal
- Kab. Tapanuli Utara
- Kab. Labuhanbatu
- Kab. Batu Bara
- Kab. Tapanuli Tengah
- Kab. Karo
- Kab. Labuhanbatu Utara
- Kab. Tapanuli Selatan
- Kab. Dairi
- Kab. Toba
- Kab. Humbang Hasundutan
- Kab. Padang Lawas
- Kab. Labuhanbatu Selatan
- Kab. Nias Utara
- Kab. Padang Lawas utara
- Kota Binjai
- Kab. Nias
- Kab. Samosir
- Kota Pematangsiantar
- Kab. Nias Barat
- Kota Gunungsitoli
- Kota Padang Sidempuan
- Kota Tebing Tinggi
- Kota Tanjung Balai
- Kab. Pakpak Bharat
- Kota Sibolga
Prov. Sulawesi Selatan
- Kota Makassar
- Kab. Bone
- Kab. Gowa
- Kab. Bulukumba
- Kab. Wajo
- Kab. Pangkajene Dan Kepulauan
- Kab. Jeneponto
- Kab. Maros
- Kab. Sinjai
- Kab. Luwu
- Kab. Pinrang
- Kab. Tana Toraja
- Kab. Takalar
- Kab. Luwu Utara
- Kab. Sidenreng Rappang
- Kab. Enrekang
- Kab. Barru
- Kab. Toraja Utara
- Kab. Soppeng
- Kab. Luwu Timur
- Kab. Bantaeng
- Kab. Kepulauan Selayar
- Kota Palopo
- Kota Parepare
Prov. Banten
- Kab. Tangerang
- Kab. Serang
- Kab. Lebak
- Kab. Pandeglang
- Kota Tangerang
- Kota Tangerang Selatan
- Kota Serang
- Kota Cilegon
Prov. Nusa Tenggara Timur
- Kab. Timor Tengah Selatan
- Kab. Kupang
- Kab. Sumba Barat Daya
- Kab. Sikka
- Kab. Alor
- Kab. Manggarai Timur
- Kab. Timor Tengah Utara
- Kab. Ende
- Kab. Flores Timur
- Kab. Manggarai
- Kab. Sumba Timur
- Kab. Manggarai Barat
- Kota Kupang
- Kab. Malaka
- Kab. Belu
- Kab. Ngada
- Kab. Nagekeo
- Kab. Rote Ndao
- Kab. Lembata
- Kab. Sumba Barat
- Kab. Sabu Raijua
- Kab. Sumba Tengah
Prov. Lampung
- Kab. Lampung Tengah
- Kab. Lampung Timur
- Kab. Lampung Selatan
- Kota Bandar Lampung
- Kab. Tanggamus
- Kab. Lampung Utara
- Kab. Way Kanan
- Kab. Pesawaran
- Kab. Tulang Bawang
- Kab. Pringsewu
- Kab. Lampung Barat
- Kab. Tulang Bawang Barat
- Kab. Mesuji
- Kab. Pesisir Barat
- Kota Metro
Prov. Sumatera Selatan
- Kota Palembang
- Kab. Banyuasin
- Kab. Musi Banyuasin
- Kab. Ogan Komering Ilir
- Kab. Ogan Komering Ulu Timur
- Kab. Muara Enim
- Kab. Lahat
- Kab. Ogan Ilir
- Kab. Musi Rawas
- Kab. Ogan Komering Ulu Selatan
- Kab. Ogan Komering Ulu
- Kab. Empat Lawang
- Kab. Musi Rawas Utara
- Kab. Penukal Abab Lematang Ilir
- Kota Lubuk Linggau
- Kota Prabumulih
- Kota Pagar Alam
Prov. Aceh
- Kab. Aceh Utara
- Kab. Aceh Timur
- Kab. Bireuen
- Kab. Aceh Selatan
- Kab. Aceh Besar
- Kab. Pidie
- Kab. Aceh Tenggara
- Kab. Aceh Tengah
- Kab. Aceh Tamiang
- Kab. Bener Meriah
- Kab. Aceh Barat
- Kota Banda Aceh
- Kab. Aceh Jaya
- Kab. Nagan Raya
- Kab. Aceh Barat Daya
- Kab. Simeulue
- Kab. Aceh Singkil
- Kab. Pidie Jaya
- Kota Subulussalam
- Kota Lhokseumawe
- Kota Langsa
- Kab. Gayo Lues
- Kota Sabang
Prov. Riau
- Kab. Kampar
- Kota Pekanbaru
- Kab. Rokan Hulu
- Kab. Indragiri Hilir
- Kab. Rokan Hilir
- Kab. Bengkalis
- Kab. Siak
- Kab. Kuantan Singingi
- Kab. Indragiri Hulu
- Kab. Pelalawan
- Kab. Kepulauan Meranti
- Kota Dumai
Prov. Nusa Tenggara Barat
- Kab. Lombok Timur
- Kab. Lombok Tengah
- Kab. Bima
- Kab. Lombok Barat
- Kab. Sumbawa
- Kab. Dompu
- Kota Mataram
- Kab. Lombok Utara
- Kab. Sumbawa Barat
- Kota Bima
Prov. Sumatera Barat
- Kota Padang
- Kab. Agam
- Kab. Pesisir Selatan
- Kab. Solok
- Kab. Padang Pariaman
- Kab. Lima Puluh Kota
- Kab. Tanah Datar
- Kab. Pasaman Barat
- Kab. Pasaman
- Kab. Sijunjung
- Kab. Dharmasraya
- Kab. Solok Selatan
- Kab. Kepulauan Mentawai
- Kota Payakumbuh
- Kota Bukittinggi
- Kota Pariaman
- Kota Sawahlunto
- Kota Solok
- Kota Padang Panjang
Prov. Kalimantan Barat
- Kab. Ketapang
- Kab. Sambas
- Kab. Sintang
- Kab. Kubu Raya
- Kab. Sanggau
- Kab. Landak
- Kab. Kapuas Hulu
- Kota Pontianak
- Kab. Bengkayang
- Kab. Melawi
- Kab. Sekadau
- Kab. Mempawah
- Kota Singkawang
- Kab. Kayong Utara
Prov. D.K.I. Jakarta
- Kota Adm. Jakarta Timur
- Kota Adm. Jakarta Barat
- Kota Adm. Jakarta Selatan
- Kota Adm. Jakarta Utara
- Kota Adm. Jakarta Pusat
- Kab. Adm. Kep. Seribu
Prov. Kalimantan Selatan
- Kab. Banjar
- Kota Banjarmasin
- Kab. Barito Kuala
- Kab. Kotabaru
- Kab. Tanah Laut
- Kab. Tanah Bumbu
- Kab. Tabalong
- Kab. Hulu Sungai Tengah
- Kab. Hulu Sungai Selatan
- Kab. Hulu Sungai Utara
- Kab. Balangan
- Kota Banjarbaru
- Kab. Tapin
Prov. Sulawesi Tengah
- Kab. Parigi Moutong
- Kab. Banggai
- Kab. Donggala
- Kab. Sigi
- Kab. Poso
- Kota Palu
- Kab. Tojo Una Una
- Kab. Tolitoli
- Kab. Morowali
- Kab. Morowali Utara
- Kab. Banggai Kepulauan
- Kab. Buol
- Kab. Banggai Laut
Prov. D.I. Yogyakarta
- Kab. Bantul
- Kab. Sleman
- Kab. Gunungkidul
- Kab. Kulon Progo
- Kota Yogyakarta
Prov. Jambi
- Kab. Sarolangun
- Kab. Merangin
- Kota Jambi
- Kab. Bungo
- Kab. Batanghari
- Kab. Muaro Jambi
- Kab. Kerinci
- Kab. Tebo
- Kab. Tanjung Jabung Barat
- Kab. Tanjung Jabung Timur
- Kota Sungai Penuh
Prov. Kalimantan Tengah
- Kab. Kapuas
- Kab. Kotawaringin Timur
- Kab. Katingan
- Kab. Kotawaringin Barat
- Kab. Murung Raya
- Kab. Barito Utara
- Kota Palangka Raya
- Kab. Seruyan
- Kab. Pulang Pisau
- Kab. Gunung Mas
- Kab. Barito Selatan
- Kab. Barito Timur
- Kab. Lamandau
- Kab. Sukamara
Prov. Sulawesi Tenggara
- Kab. Konawe Selatan
- Kab. Muna
- Kab. Konawe
- Kab. Bombana
- Kab. Kolaka
- Kota Kendari
- Kab. Buton
- Kab. Kolaka Timur
- Kab. Wakatobi
- Kab. Muna Barat
- Kab. Kolaka Utara
- Kab. Konawe Utara
- Kab. Buton Tengah
- Kab. Buton Utara
- Kota Bau Bau
- Kab. Buton Selatan
- Kab. Konawe Kepulauan
Prov. Sulawesi Utara
- Kab. Minahasa
- Kota Manado
- Kab. Bolaang Mongondow
- Kab. Minahasa Selatan
- Kab. Minahasa Utara
- Kab. Kepulauan Sangihe
- Kab. Kepulauan Talaud
- Kab. Minahasa Tenggara
- Kab. Bolaang Mongondow Utara
- Kota Bitung
- Kab. Kep. Siau Tagulandang Biaro
- Kab. Bolaang Mongondow Timur
- Kab. Bolaang Mongondow Selatan
- Kota Kotamobagu
- Kota Tomohon
Prov. Kalimantan Timur
- Kab. Kutai Kartanegara
- Kota Samarinda
- Kota Balikpapan
- Kab. Kutai Timur
- Kab. Paser
- Kab. Kutai Barat
- Kab. Berau
- Kab. Penajam Paser Utara
- Kota Bontang
- Kab. Mahakam Ulu
Prov. Bali
- Kab. Buleleng
- Kota Denpasar
- Kab. Badung
- Kab. Tabanan
- Kab. Karangasem
- Kab. Gianyar
- Kab. Jembrana
- Kab. Bangli
- Kab. Klungkung
Prov. Maluku
- Kab. Maluku Tengah
- Kab. Seram Bagian Barat
- Kota Ambon
- Kab. Maluku Tenggara
- Kab. Seram Bagian Timur
- Kab. Maluku Barat Daya
- Kab. Buru
- Kab. Kepulauan Aru
- Kab. Kepulauan Tanimbar
- Kab. Buru Selatan
- Kota Tual
Prov. Bengkulu
- Kab. Bengkulu Utara
- Kota Bengkulu
- Kab. Seluma
- Kab. Kaur
- Kab. Rejang Lebong
- Kab. Mukomuko
- Kab. Bengkulu Selatan
- Kab. Bengkulu Tengah
- Kab. Kepahiang
- Kab. Lebong
Prov. Maluku Utara
- Kab. Halmahera Selatan
- Kab. halmahera Utara
- Kab. Halmahera Barat
- Kab. Kepulauan Sula
- Kota Tidore Kepulauan
- Kab. Pulau Taliabu
- Kab. Halmahera Timur
- Kota Ternate
- Kab. Pulau Morotai
- Kab. Halmahera Tengah
Prov. Sulawesi Barat
- Kab. Polewali Mandar
- Kab. Mamasa
- Kab. Mamuju
- Kab. Majene
- Kab. Pasangkayu
- Kab. Mamuju Tengah
Prov. Kepulauan Riau
- Kota Batam
- Kab. Karimun
- Kab. Bintan
- Kab. Lingga
- Kab. Natuna
- Kota Tanjung Pinang
- Kab. Kepulauan Anambas
Prov. Gorontalo
- Kab. Gorontalo
- Kab. Bone Bolango
- Kab. Boalemo
- Kab. Pohuwato
- Kab. Gorontalo Utara
- Kota Gorontalo
Prov. Papua
- Kab. Jayapura
- Kab. Biak Numfor
- Kota Jayapura
- Kab. Kepulauan Yapen
- Kab. Keerom
- Kab. Sarmi
- Kab. Mamberamo Raya
- Kab. Waropen
- Kab. Supiori
Prov. Kepulauan Bangka Belitung
- Kab. Bangka
- Kab. Bangka Barat
- Kab. Bangka Tengah
- Kab. Belitung
- Kota Pangkal Pinang
- Kab. Bangka Selatan
- Kab. Belitung Timur
Prov. Papua Pegunungan
- Kab. Jayawijaya
- Kab. Yahukimo
- Kab. Lanny Jaya
- Kab. Pegunungan Bintang
- Kab. Tolikara
- Kab. Yalimo
- Kab. Mamberamo Tengah
- Kab. Nduga
Prov. Kalimantan Utara
- Kab. Nunukan
- Kab. Bulungan
- Kab. Malinau
- Kota Tarakan
- Kab. Tana Tidung
Prov. Papua Barat
- Kab. Manokwari
- Kab. Teluk Bintuni
- Kab. Fak Fak
- Kab. Kaimana
- Kab. Teluk Wondama
- Kab. Pegunungan Arfak
- Kab. Manokwari Selatan
Prov. Papua Tengah
- Kab. Nabire
- Kab. Mimika
- Kab. Paniai
- Kab. Deiyai
- Kab. Dogiyai
- Kab. Puncak
- Kab. Puncak Jaya
- Kab. Intan Jaya
Prov. Papua Barat Daya
- Kab. Sorong
- Kota Sorong
- Kab. Raja Ampat
- Kab. Sorong Selatan
- Kab. Tambrauw
- Kab. Maybrat
Prov. Papua Selatan
- Kab. Merauke
- Kab. Mappi
- Kab. Asmat
- Kab. Boven Digoel





Tinggalkan komentar