Mencari Pemimpin di Lapangan: Panduan Lengkap Loker Site Supervisor dan Peran Krusialnya dalam Industri Konstruksi
Industri konstruksi adalah tulang punggung pembangunan peradaban modern. Dari gedung pencakar langit yang menjulang tinggi hingga infrastruktur jalan dan jembatan yang menghubungkan pelosok negeri, setiap proyek adalah bukti inovasi, kerja keras, dan manajemen yang cermat. Di jantung setiap proyek konstruksi yang sukses, ada satu peran yang tak tergantikan: Site Supervisor.
Posisi Site Supervisor adalah jembatan vital antara perencanaan di kantor dan eksekusi di lapangan. Mereka adalah mata dan telinga manajer proyek, sekaligus pemimpin dan pembimbing bagi tim pekerja di garis depan. Memahami peran ini secara mendalam sangat penting bagi siapa pun yang bercita-cita untuk berkarir di bidang konstruksi, maupun bagi perusahaan yang mencari talenta terbaik untuk memimpin proyek mereka. Artikel ini akan membahas secara tuntas segala hal mengenai loker Site Supervisor, mulai dari definisi, tanggung jawab, kualifikasi, hingga prospek karirnya.
Apa Itu Site Supervisor? Mendefinisikan Jantung Operasi Proyek
Secara sederhana, Site Supervisor, atau Mandor Lapangan dalam beberapa konteks, adalah individu yang bertanggung jawab atas pengawasan harian dan manajemen langsung di lokasi proyek konstruksi. Mereka memastikan bahwa pekerjaan berjalan sesuai dengan rencana, spesifikasi teknis, jadwal, dan standar keselamatan yang telah ditetapkan.
Berbeda dengan Project Manager yang lebih fokus pada strategi, anggaran keseluruhan, dan hubungan dengan klien, Site Supervisor berinteraksi langsung dengan tenaga kerja, mengelola sumber daya di lapangan, dan menyelesaikan masalah operasional yang muncul secara real-time. Mereka adalah orkestrator di lini depan, memastikan setiap alat, material, dan tenaga kerja berfungsi selaras untuk mencapai tujuan proyek.
Peran dan Tanggung Jawab Utama Site Supervisor: Mengapa Posisi Ini Sangat Krusial?
Tanggung jawab seorang Site Supervisor sangat beragam dan menuntut kombinasi keterampilan teknis, manajerial, dan interpersonal yang kuat. Berikut adalah rincian tanggung jawab utama mereka:
-
Pengawasan Harian dan Koordinasi Pekerjaan:
- Mengawasi aktivitas konstruksi setiap hari untuk memastikan pekerjaan dilakukan sesuai dengan gambar desain, spesifikasi, dan standar kualitas yang berlaku.
- Mengkoordinasikan tugas antara berbagai tim kerja (misalnya, tukang beton, tukang besi, tukang listrik, tukang pipa) untuk memastikan kelancaran alur kerja dan menghindari konflik jadwal.
- Memberikan instruksi kerja yang jelas kepada staf lapangan dan memastikan mereka memahami tugas yang diberikan.
-
Manajemen Tenaga Kerja:
- Memimpin, memotivasi, dan mengelola tim pekerja lapangan.
- Menyelesaikan perselisihan atau masalah yang timbul di antara pekerja.
- Melakukan penilaian kinerja awal dan memberikan umpan balik kepada pekerja.
- Memastikan disiplin kerja dan kepatuhan terhadap kebijakan perusahaan.
-
Kualitas Kontrol:
- Memeriksa kualitas bahan yang datang ke lokasi proyek.
- Memastikan bahwa pekerjaan yang telah selesai memenuhi standar kualitas yang disyaratkan oleh kontrak dan peraturan.
- Mengidentifikasi dan melaporkan setiap cacat atau ketidaksesuaian, serta mengambil tindakan korektif yang diperlukan.
-
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3):
- Ini adalah salah satu tanggung jawab paling krusial. Site Supervisor bertanggung jawab penuh untuk menegakkan dan memastikan kepatuhan terhadap semua peraturan dan prosedur K3 di lokasi proyek.
- Melakukan inspeksi K3 secara rutin, mengidentifikasi potensi bahaya, dan mengambil tindakan pencegahan.
- Memastikan semua pekerja menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai.
- Memberikan pengarahan K3 (toolbox meeting) secara berkala.
- Menangani insiden atau kecelakaan di tempat kerja dan melaporkannya.
-
Manajemen Jadwal dan Progres Proyek:
- Memantau kemajuan pekerjaan terhadap jadwal proyek yang telah ditetapkan.
- Mengidentifikasi potensi keterlambatan dan mengembangkan strategi untuk mengatasinya.
- Melaporkan status proyek kepada Project Manager secara berkala.
-
Manajemen Material dan Peralatan:
- Memastikan ketersediaan material dan peralatan yang dibutuhkan di lokasi proyek.
- Mengawasi penggunaan material secara efisien untuk mengurangi pemborosan.
- Memastikan perawatan dan penggunaan peralatan sesuai standar.
-
Pelaporan dan Dokumentasi:
- Membuat laporan harian, mingguan, atau bulanan mengenai progres pekerjaan, masalah yang dihadapi, penggunaan sumber daya, dan insiden K3.
- Mencatat perubahan desain atau instruksi tambahan yang diberikan di lapangan.
- Menyimpan catatan yang akurat untuk audit dan keperluan dokumentasi proyek.
-
Pemecahan Masalah:
- Mengidentifikasi masalah operasional di lapangan (misalnya, kendala teknis, masalah tenaga kerja, keterlambatan material) dan mengembangkan solusi yang efektif secara cepat.
- Berkoordinasi dengan Project Manager, insinyur, atau subkontraktor untuk mengatasi masalah yang lebih kompleks.
Kualifikasi dan Pendidikan yang Dibutuhkan
Untuk mengisi posisi Site Supervisor, perusahaan biasanya mencari kandidat dengan kombinasi pendidikan formal dan pengalaman praktis yang relevan:
-
Pendidikan Formal:
- Minimal D3 atau S1 di bidang Teknik Sipil, Teknik Arsitektur, Manajemen Konstruksi, atau bidang terkait lainnya. Beberapa perusahaan mungkin menerima lulusan SMK Teknik Bangunan dengan pengalaman yang sangat luas.
- Pemahaman yang kuat tentang prinsip-prinsip teknik, metode konstruksi, dan standar bangunan.
-
Pengalaman Kerja:
- Pengalaman kerja minimal 2-5 tahun di industri konstruksi, seringkali dimulai dari posisi yang lebih rendah seperti Foreman, Junior Supervisor, atau Insinyur Lapangan.
- Pengalaman langsung dalam mengawasi berbagai jenis pekerjaan konstruksi (misalnya, struktur, arsitektur, mekanikal, elektrikal, plumbing/MEP).
- Pengalaman memimpin tim dan mengelola subkontraktor adalah nilai tambah.
-
Sertifikasi dan Pelatihan:
- Sertifikasi K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) seperti Ahli K3 Konstruksi Muda/Madya dari Kemnaker RI seringkali menjadi persyaratan wajib.
- Pelatihan manajemen proyek atau sertifikasi keahlian tertentu juga dapat meningkatkan peluang.
- Kemampuan mengoperasikan perangkat lunak desain dan manajemen proyek (misalnya AutoCAD, Microsoft Project, Primavera, atau aplikasi BIM dasar) akan sangat dihargai.
Keterampilan Penting untuk Sukses sebagai Site Supervisor
Selain kualifikasi formal, seorang Site Supervisor yang efektif harus memiliki serangkaian keterampilan lunak (soft skills) dan keras (hard skills) yang menunjang kinerjanya:
- Kepemimpinan (Leadership): Kemampuan untuk memimpin, memotivasi, dan menginspirasi tim agar bekerja secara produktif dan aman.
- Komunikasi Efektif: Mampu berkomunikasi dengan jelas dan ringkas, baik secara lisan maupun tertulis, kepada berbagai pihak (pekerja, subkontraktor, manajemen, klien).
- Pengetahuan Teknis Konstruksi: Pemahaman mendalam tentang metode konstruksi, material, peralatan, dan membaca gambar teknis.
- Manajemen Waktu dan Organisasi: Kemampuan untuk mengatur prioritas, mengelola banyak tugas secara bersamaan, dan memastikan proyek berjalan sesuai jadwal.
- Pemecahan Masalah dan Pengambilan Keputusan: Cepat mengidentifikasi masalah, menganalisis situasi, dan mengambil keputusan yang tepat di bawah tekanan.
- Perhatian terhadap Detail: Teliti dalam memeriksa kualitas pekerjaan dan kepatuhan terhadap spesifikasi.
- Adaptabilitas: Mampu beradaptasi dengan perubahan kondisi lapangan, cuaca, atau revisi rencana.
- Integritas dan Etika Kerja: Jujur, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi standar profesionalisme.
- Kemampuan Negosiasi: Terkadang diperlukan untuk menyelesaikan konflik atau mencapai kesepakatan dengan subkontraktor.
- Kesehatan Fisik dan Mental: Pekerjaan lapangan menuntut ketahanan fisik dan kemampuan untuk bekerja di bawah tekanan.
Jenjang Karir untuk Site Supervisor
Posisi Site Supervisor adalah batu loncatan yang sangat baik untuk karir yang lebih tinggi di industri konstruksi. Dengan pengalaman dan pengembangan keterampilan yang terus-menerus, seorang Site Supervisor dapat naik ke posisi:
- Project Manager: Bertanggung jawab atas keseluruhan proyek, termasuk anggaran, jadwal, dan hubungan dengan klien.
- Construction Manager: Mengawasi beberapa proyek atau departemen konstruksi dalam sebuah perusahaan.
- Operations Manager: Bertanggung jawab atas semua operasi konstruksi di perusahaan.
- Konsultan Konstruksi: Memberikan keahlian dan saran teknis kepada berbagai proyek atau perusahaan.
- Membuka Bisnis Kontraktor Sendiri: Dengan pengalaman yang cukup, banyak Site Supervisor yang memilih untuk mendirikan perusahaan konstruksi mereka sendiri.
Tantangan dan Peluang dalam Peran Site Supervisor
Tantangan:
- Tekanan Tinggi: Tenggat waktu yang ketat, anggaran yang terbatas, dan ekspektasi kualitas yang tinggi.
- Lingkungan Kerja yang Berisiko: Paparan terhadap bahaya fisik dan tuntutan untuk selalu mengutamakan K3.
- Manajemen Konflik: Menyelesaikan perselisihan antara pekerja atau subkontraktor.
- Perubahan Tak Terduga: Cuaca buruk, masalah pasokan material, atau revisi desain yang mendadak.
- Jam Kerja yang Panjang: Seringkali diperlukan untuk bekerja di luar jam kantor normal, terutama saat mendekati tenggat waktu.
Peluang:
- Pengembangan Kepemimpinan: Kesempatan untuk mengasah keterampilan kepemimpinan dan manajerial.
- Pembelajaran Berkelanjutan: Selalu ada hal baru untuk dipelajari dari setiap proyek dan tantangan.
- Jaringan Profesional: Membangun hubungan dengan berbagai profesional di industri.
- Kepuasan Kerja: Melihat hasil nyata dari kerja keras dan kontribusi terhadap pembangunan.
- Permintaan Pasar: Industri konstruksi yang terus berkembang memastikan permintaan yang stabil untuk peran ini.

Prospek Pekerjaan Site Supervisor di Indonesia
Prospek pekerjaan untuk Site Supervisor di Indonesia sangat cerah. Dengan program pembangunan infrastruktur yang masif dari pemerintah, pertumbuhan sektor properti, serta investasi di sektor industri dan energi, permintaan untuk profesional konstruksi yang kompeten terus meningkat. Proyek-proyek seperti pembangunan jalan tol, bendungan, pelabuhan, bandara, pembangkit listrik, gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, hingga perumahan, semuanya membutuhkan peran Site Supervisor yang handal.
Gaji dan Benefit Site Supervisor
Gaji Site Supervisor bervariasi tergantung pada beberapa faktor, seperti:
- Pengalaman: Semakin banyak pengalaman, semakin tinggi gajinya.
- Ukuran dan Reputasi Perusahaan: Perusahaan besar atau multinasional cenderung menawarkan gaji yang lebih tinggi.
- Skala dan Kompleksitas Proyek: Proyek besar dan kompleks biasanya menawarkan kompensasi yang lebih baik.
- Lokasi Proyek: Proyek di daerah terpencil atau proyek dengan risiko tinggi mungkin menawarkan tunjangan khusus.
- Kualifikasi dan Sertifikasi: Memiliki sertifikasi khusus atau keahlian tambahan dapat meningkatkan nilai tawar.
Secara umum, gaji Site Supervisor di Indonesia dapat berkisar antara Rp 5.000.000 hingga Rp 15.000.000+ per bulan untuk posisi dengan pengalaman menengah, dan bisa jauh lebih tinggi untuk senior supervisor atau di proyek-proyek skala besar. Selain gaji pokok, benefit lain yang umum diberikan meliputi tunjangan makan, transportasi, asuransi kesehatan, tunjangan hari raya, bonus proyek, dan terkadang fasilitas akomodasi jika proyek berada di luar kota.
Tips Mencari Loker Site Supervisor
Jika Anda tertarik untuk mengejar karir sebagai Site Supervisor, berikut adalah beberapa tips untuk mencari loker dan meningkatkan peluang Anda:
-
Perbarui CV dan Portofolio Anda:
- Sorot pengalaman relevan Anda, terutama proyek-proyek yang pernah Anda tangani.
- Cantumkan tanggung jawab spesifik dan pencapaian Anda (misalnya, berhasil menyelesaikan proyek X tepat waktu dan sesuai anggaran).
- Sertakan semua sertifikasi dan pelatihan yang relevan (misalnya, K3).
- Jika memungkinkan, sertakan foto-foto proyek yang Anda supervisi (dengan izin).
-
Tulis Surat Lamaran yang Menarik:
- Sesuaikan surat lamaran Anda untuk setiap lamaran kerja.
- Jelaskan mengapa Anda adalah kandidat terbaik untuk posisi tersebut dan bagaimana keterampilan Anda sesuai dengan persyaratan yang tercantum.
-
Manfaatkan Platform Pencarian Kerja Online:
- Gunakan situs web seperti JobStreet, LinkedIn, Karir.com, Glints, atau situs karir perusahaan konstruksi langsung.
- Atur notifikasi pekerjaan untuk posisi "Site Supervisor" atau "Supervisor Lapangan."
-
Bangun Jaringan (Networking):
- Hadiri pameran karir, seminar industri, atau acara asosiasi profesi konstruksi.
- Terhubung dengan profesional lain di industri melalui LinkedIn. Jaringan bisa membuka pintu ke peluang yang tidak diiklankan secara publik.
-
Persiapkan Diri untuk Wawancara:
- Latih jawaban untuk pertanyaan umum wawancara, terutama yang berkaitan dengan pengalaman Anda dalam memecahkan masalah, mengelola tim, dan memastikan K3.
- Siapkan pertanyaan untuk pewawancara untuk menunjukkan minat Anda pada perusahaan dan proyek.
- Jelaskan bagaimana Anda akan menangani skenario di lapangan (misalnya, "Bagaimana Anda akan mengatasi konflik antara dua pekerja?").
-
Tunjukkan Semangat dan Profesionalisme:
- Tunjukkan antusiasme Anda terhadap pekerjaan dan industri konstruksi.
- Tampilkan sikap profesionalisme dan integritas di setiap tahapan proses lamaran.
Kesimpulan
Posisi Site Supervisor adalah jantung dari setiap operasi konstruksi, memainkan peran yang sangat krusial dalam mengubah rencana menjadi kenyataan. Ini adalah karir yang menantang namun sangat memuaskan, menawarkan kesempatan untuk memimpin, berinovasi, dan berkontribusi langsung pada pembangunan infrastruktur dan properti yang membentuk dunia kita.
Bagi para pencari kerja, memahami seluk-beluk peran ini, mengasah keterampilan yang relevan, dan aktif mencari peluang akan membuka jalan menuju karir yang sukses di industri konstruksi yang dinamis. Dan bagi perusahaan, investasi dalam Site Supervisor yang berkualitas adalah investasi langsung pada kesuksesan, efisiensi, dan keamanan proyek mereka. Loker Site Supervisor bukan sekadar mencari pengawas, melainkan mencari pemimpin di lapangan yang akan memastikan setiap bata diletakkan dengan benar, setiap struktur dibangun dengan kuat, dan setiap proyek selesai dengan keunggulan.
Informasi lowongan kerja atau Loker Site Supervisor
Prov. Jawa Timur
- Kota Surabaya
- Kab. Malang
- Kab. Jember
- Kab. Lamongan
- Kab. Bojonegoro
- Kab. Sidoarjo
- Kab. Kediri
- Kab. Banyuwangi
- Kab. Pasuruan
- Kab. Gresik
- Kab. Sampang
- Kab. Probolinggo
- Kab. Sumenep
- Kab. Bangkalan
- Kab. Tuban
- Kab. Blitar
- Kab. Nganjuk
- Kab. Jombang
- Kab. Bondowoso
- Kab. Mojokerto
- Kab. Pamekasan
- Kab. Tulungagung
- Kab. Lumajang
- Kab. Ponorogo
- Kab. Ngawi
- Kab. Pacitan
- Kab. Situbondo
- Kota Malang
- Kab. Magetan
- Kab. Trenggalek
- Kab. Madiun
- Kota Kediri
- Kota Probolinggo
- Kota Pasuruan
- Kota Batu
- Kota Madiun
- Kota Blitar
- Kota Mojokerto
Prov. Jawa Barat
- Kab. Bogor
- Kab. Garut
- Kab. Sukabumi
- Kab. Cianjur
- Kab. Bandung
- Kab. Bekasi
- Kab. Tasikmalaya
- Kab. Karawang
- Kota Bekasi
- Kota Bandung
- Kab. Subang
- Kab. Indramayu
- Kab. Bandung Barat
- Kab. Cirebon
- Kota Depok
- Kab. Sumedang
- Kab. Ciamis
- Kab. Kuningan
- Kab. Majalengka
- Kab. Purwakarta
- Kota Bogor
- Kota Tasikmalaya
- Kab. Pangandaran
- Kota Cimahi
- Kota Cirebon
- Kota Sukabumi
- Kota Banjar
Prov. Jawa Tengah
- Kab. Cilacap
- Kab. Banyumas
- Kab. Grobogan
- Kab. Brebes
- Kota Semarang
- Kab. Kebumen
- Kab. Klaten
- Kab. Pati
- Kab. Wonogiri
- Kab. Jepara
- Kab. Tegal
- Kab. Pemalang
- Kab. Blora
- Kab. Magelang
- Kab. Demak
- Kab. Kendal
- Kab. Sragen
- Kab. Karanganyar
- Kab. Boyolali
- Kab. Pekalongan
- Kab. Semarang
- Kab. Banjarnegara
- Kab. Purworejo
- Kab. Rembang
- Kab. Wonosobo
- Kab. Sukoharjo
- Kab. Purbalingga
- Kab. Temanggung
- Kab. Batang
- Kab. Kudus
- Kota Surakarta
- Kota Pekalongan
- Kota Tegal
- Kota Salatiga
- Kota Magelang
Prov. Sumatera Utara
- Kab. Deli Serdang
- Kota Medan
- Kab. Langkat
- Kab. Simalungun
- Kab. Asahan
- Kab. Serdang Bedagai
- Kab. Nias Selatan
- Kab. Mandailing Natal
- Kab. Tapanuli Utara
- Kab. Labuhanbatu
- Kab. Batu Bara
- Kab. Tapanuli Tengah
- Kab. Karo
- Kab. Labuhanbatu Utara
- Kab. Tapanuli Selatan
- Kab. Dairi
- Kab. Toba
- Kab. Humbang Hasundutan
- Kab. Padang Lawas
- Kab. Labuhanbatu Selatan
- Kab. Nias Utara
- Kab. Padang Lawas utara
- Kota Binjai
- Kab. Nias
- Kab. Samosir
- Kota Pematangsiantar
- Kab. Nias Barat
- Kota Gunungsitoli
- Kota Padang Sidempuan
- Kota Tebing Tinggi
- Kota Tanjung Balai
- Kab. Pakpak Bharat
- Kota Sibolga
Prov. Sulawesi Selatan
- Kota Makassar
- Kab. Bone
- Kab. Gowa
- Kab. Bulukumba
- Kab. Wajo
- Kab. Pangkajene Dan Kepulauan
- Kab. Jeneponto
- Kab. Maros
- Kab. Sinjai
- Kab. Luwu
- Kab. Pinrang
- Kab. Tana Toraja
- Kab. Takalar
- Kab. Luwu Utara
- Kab. Sidenreng Rappang
- Kab. Enrekang
- Kab. Barru
- Kab. Toraja Utara
- Kab. Soppeng
- Kab. Luwu Timur
- Kab. Bantaeng
- Kab. Kepulauan Selayar
- Kota Palopo
- Kota Parepare
Prov. Banten
- Kab. Tangerang
- Kab. Serang
- Kab. Lebak
- Kab. Pandeglang
- Kota Tangerang
- Kota Tangerang Selatan
- Kota Serang
- Kota Cilegon
Prov. Nusa Tenggara Timur
- Kab. Timor Tengah Selatan
- Kab. Kupang
- Kab. Sumba Barat Daya
- Kab. Sikka
- Kab. Alor
- Kab. Manggarai Timur
- Kab. Timor Tengah Utara
- Kab. Ende
- Kab. Flores Timur
- Kab. Manggarai
- Kab. Sumba Timur
- Kab. Manggarai Barat
- Kota Kupang
- Kab. Malaka
- Kab. Belu
- Kab. Ngada
- Kab. Nagekeo
- Kab. Rote Ndao
- Kab. Lembata
- Kab. Sumba Barat
- Kab. Sabu Raijua
- Kab. Sumba Tengah
Prov. Lampung
- Kab. Lampung Tengah
- Kab. Lampung Timur
- Kab. Lampung Selatan
- Kota Bandar Lampung
- Kab. Tanggamus
- Kab. Lampung Utara
- Kab. Way Kanan
- Kab. Pesawaran
- Kab. Tulang Bawang
- Kab. Pringsewu
- Kab. Lampung Barat
- Kab. Tulang Bawang Barat
- Kab. Mesuji
- Kab. Pesisir Barat
- Kota Metro
Prov. Sumatera Selatan
- Kota Palembang
- Kab. Banyuasin
- Kab. Musi Banyuasin
- Kab. Ogan Komering Ilir
- Kab. Ogan Komering Ulu Timur
- Kab. Muara Enim
- Kab. Lahat
- Kab. Ogan Ilir
- Kab. Musi Rawas
- Kab. Ogan Komering Ulu Selatan
- Kab. Ogan Komering Ulu
- Kab. Empat Lawang
- Kab. Musi Rawas Utara
- Kab. Penukal Abab Lematang Ilir
- Kota Lubuk Linggau
- Kota Prabumulih
- Kota Pagar Alam
Prov. Aceh
- Kab. Aceh Utara
- Kab. Aceh Timur
- Kab. Bireuen
- Kab. Aceh Selatan
- Kab. Aceh Besar
- Kab. Pidie
- Kab. Aceh Tenggara
- Kab. Aceh Tengah
- Kab. Aceh Tamiang
- Kab. Bener Meriah
- Kab. Aceh Barat
- Kota Banda Aceh
- Kab. Aceh Jaya
- Kab. Nagan Raya
- Kab. Aceh Barat Daya
- Kab. Simeulue
- Kab. Aceh Singkil
- Kab. Pidie Jaya
- Kota Subulussalam
- Kota Lhokseumawe
- Kota Langsa
- Kab. Gayo Lues
- Kota Sabang
Prov. Riau
- Kab. Kampar
- Kota Pekanbaru
- Kab. Rokan Hulu
- Kab. Indragiri Hilir
- Kab. Rokan Hilir
- Kab. Bengkalis
- Kab. Siak
- Kab. Kuantan Singingi
- Kab. Indragiri Hulu
- Kab. Pelalawan
- Kab. Kepulauan Meranti
- Kota Dumai
Prov. Nusa Tenggara Barat
- Kab. Lombok Timur
- Kab. Lombok Tengah
- Kab. Bima
- Kab. Lombok Barat
- Kab. Sumbawa
- Kab. Dompu
- Kota Mataram
- Kab. Lombok Utara
- Kab. Sumbawa Barat
- Kota Bima
Prov. Sumatera Barat
- Kota Padang
- Kab. Agam
- Kab. Pesisir Selatan
- Kab. Solok
- Kab. Padang Pariaman
- Kab. Lima Puluh Kota
- Kab. Tanah Datar
- Kab. Pasaman Barat
- Kab. Pasaman
- Kab. Sijunjung
- Kab. Dharmasraya
- Kab. Solok Selatan
- Kab. Kepulauan Mentawai
- Kota Payakumbuh
- Kota Bukittinggi
- Kota Pariaman
- Kota Sawahlunto
- Kota Solok
- Kota Padang Panjang
Prov. Kalimantan Barat
- Kab. Ketapang
- Kab. Sambas
- Kab. Sintang
- Kab. Kubu Raya
- Kab. Sanggau
- Kab. Landak
- Kab. Kapuas Hulu
- Kota Pontianak
- Kab. Bengkayang
- Kab. Melawi
- Kab. Sekadau
- Kab. Mempawah
- Kota Singkawang
- Kab. Kayong Utara
Prov. D.K.I. Jakarta
- Kota Adm. Jakarta Timur
- Kota Adm. Jakarta Barat
- Kota Adm. Jakarta Selatan
- Kota Adm. Jakarta Utara
- Kota Adm. Jakarta Pusat
- Kab. Adm. Kep. Seribu
Prov. Kalimantan Selatan
- Kab. Banjar
- Kota Banjarmasin
- Kab. Barito Kuala
- Kab. Kotabaru
- Kab. Tanah Laut
- Kab. Tanah Bumbu
- Kab. Tabalong
- Kab. Hulu Sungai Tengah
- Kab. Hulu Sungai Selatan
- Kab. Hulu Sungai Utara
- Kab. Balangan
- Kota Banjarbaru
- Kab. Tapin
Prov. Sulawesi Tengah
- Kab. Parigi Moutong
- Kab. Banggai
- Kab. Donggala
- Kab. Sigi
- Kab. Poso
- Kota Palu
- Kab. Tojo Una Una
- Kab. Tolitoli
- Kab. Morowali
- Kab. Morowali Utara
- Kab. Banggai Kepulauan
- Kab. Buol
- Kab. Banggai Laut
Prov. D.I. Yogyakarta
- Kab. Bantul
- Kab. Sleman
- Kab. Gunungkidul
- Kab. Kulon Progo
- Kota Yogyakarta
Prov. Jambi
- Kab. Sarolangun
- Kab. Merangin
- Kota Jambi
- Kab. Bungo
- Kab. Batanghari
- Kab. Muaro Jambi
- Kab. Kerinci
- Kab. Tebo
- Kab. Tanjung Jabung Barat
- Kab. Tanjung Jabung Timur
- Kota Sungai Penuh
Prov. Kalimantan Tengah
- Kab. Kapuas
- Kab. Kotawaringin Timur
- Kab. Katingan
- Kab. Kotawaringin Barat
- Kab. Murung Raya
- Kab. Barito Utara
- Kota Palangka Raya
- Kab. Seruyan
- Kab. Pulang Pisau
- Kab. Gunung Mas
- Kab. Barito Selatan
- Kab. Barito Timur
- Kab. Lamandau
- Kab. Sukamara
Prov. Sulawesi Tenggara
- Kab. Konawe Selatan
- Kab. Muna
- Kab. Konawe
- Kab. Bombana
- Kab. Kolaka
- Kota Kendari
- Kab. Buton
- Kab. Kolaka Timur
- Kab. Wakatobi
- Kab. Muna Barat
- Kab. Kolaka Utara
- Kab. Konawe Utara
- Kab. Buton Tengah
- Kab. Buton Utara
- Kota Bau Bau
- Kab. Buton Selatan
- Kab. Konawe Kepulauan
Prov. Sulawesi Utara
- Kab. Minahasa
- Kota Manado
- Kab. Bolaang Mongondow
- Kab. Minahasa Selatan
- Kab. Minahasa Utara
- Kab. Kepulauan Sangihe
- Kab. Kepulauan Talaud
- Kab. Minahasa Tenggara
- Kab. Bolaang Mongondow Utara
- Kota Bitung
- Kab. Kep. Siau Tagulandang Biaro
- Kab. Bolaang Mongondow Timur
- Kab. Bolaang Mongondow Selatan
- Kota Kotamobagu
- Kota Tomohon
Prov. Kalimantan Timur
- Kab. Kutai Kartanegara
- Kota Samarinda
- Kota Balikpapan
- Kab. Kutai Timur
- Kab. Paser
- Kab. Kutai Barat
- Kab. Berau
- Kab. Penajam Paser Utara
- Kota Bontang
- Kab. Mahakam Ulu
Prov. Bali
- Kab. Buleleng
- Kota Denpasar
- Kab. Badung
- Kab. Tabanan
- Kab. Karangasem
- Kab. Gianyar
- Kab. Jembrana
- Kab. Bangli
- Kab. Klungkung
Prov. Maluku
- Kab. Maluku Tengah
- Kab. Seram Bagian Barat
- Kota Ambon
- Kab. Maluku Tenggara
- Kab. Seram Bagian Timur
- Kab. Maluku Barat Daya
- Kab. Buru
- Kab. Kepulauan Aru
- Kab. Kepulauan Tanimbar
- Kab. Buru Selatan
- Kota Tual
Prov. Bengkulu
- Kab. Bengkulu Utara
- Kota Bengkulu
- Kab. Seluma
- Kab. Kaur
- Kab. Rejang Lebong
- Kab. Mukomuko
- Kab. Bengkulu Selatan
- Kab. Bengkulu Tengah
- Kab. Kepahiang
- Kab. Lebong
Prov. Maluku Utara
- Kab. Halmahera Selatan
- Kab. halmahera Utara
- Kab. Halmahera Barat
- Kab. Kepulauan Sula
- Kota Tidore Kepulauan
- Kab. Pulau Taliabu
- Kab. Halmahera Timur
- Kota Ternate
- Kab. Pulau Morotai
- Kab. Halmahera Tengah
Prov. Sulawesi Barat
- Kab. Polewali Mandar
- Kab. Mamasa
- Kab. Mamuju
- Kab. Majene
- Kab. Pasangkayu
- Kab. Mamuju Tengah
Prov. Kepulauan Riau
- Kota Batam
- Kab. Karimun
- Kab. Bintan
- Kab. Lingga
- Kab. Natuna
- Kota Tanjung Pinang
- Kab. Kepulauan Anambas
Prov. Gorontalo
- Kab. Gorontalo
- Kab. Bone Bolango
- Kab. Boalemo
- Kab. Pohuwato
- Kab. Gorontalo Utara
- Kota Gorontalo
Prov. Papua
- Kab. Jayapura
- Kab. Biak Numfor
- Kota Jayapura
- Kab. Kepulauan Yapen
- Kab. Keerom
- Kab. Sarmi
- Kab. Mamberamo Raya
- Kab. Waropen
- Kab. Supiori
Prov. Kepulauan Bangka Belitung
- Kab. Bangka
- Kab. Bangka Barat
- Kab. Bangka Tengah
- Kab. Belitung
- Kota Pangkal Pinang
- Kab. Bangka Selatan
- Kab. Belitung Timur
Prov. Papua Pegunungan
- Kab. Jayawijaya
- Kab. Yahukimo
- Kab. Lanny Jaya
- Kab. Pegunungan Bintang
- Kab. Tolikara
- Kab. Yalimo
- Kab. Mamberamo Tengah
- Kab. Nduga
Prov. Kalimantan Utara
- Kab. Nunukan
- Kab. Bulungan
- Kab. Malinau
- Kota Tarakan
- Kab. Tana Tidung
Prov. Papua Barat
- Kab. Manokwari
- Kab. Teluk Bintuni
- Kab. Fak Fak
- Kab. Kaimana
- Kab. Teluk Wondama
- Kab. Pegunungan Arfak
- Kab. Manokwari Selatan
Prov. Papua Tengah
- Kab. Nabire
- Kab. Mimika
- Kab. Paniai
- Kab. Deiyai
- Kab. Dogiyai
- Kab. Puncak
- Kab. Puncak Jaya
- Kab. Intan Jaya
Prov. Papua Barat Daya
- Kab. Sorong
- Kota Sorong
- Kab. Raja Ampat
- Kab. Sorong Selatan
- Kab. Tambrauw
- Kab. Maybrat
Prov. Papua Selatan
- Kab. Merauke
- Kab. Mappi
- Kab. Asmat
- Kab. Boven Digoel




Tinggalkan komentar