Loker Supply Chain Manager: Jantung Operasi Bisnis Modern yang Dinamis dan Krusial
Di tengah gejolak pasar global, disrupsi tak terduga, dan ekspektasi konsumen yang terus meningkat, peran Supply Chain Manager (SCM) telah berevolusi dari sekadar pengelola logistik menjadi arsitek strategis yang memegang kunci kelangsungan dan keunggulan kompetitif suatu bisnis. Loker Supply Chain Manager bukan lagi sekadar posisi operasional, melainkan panggilan bagi para pemimpin visioner yang mampu merangkai jaringan kompleks dari pemasok hingga pelanggan akhir, memastikan efisiensi, ketahanan, dan inovasi.
Artikel ini akan mengupas tuntas mengapa posisi Supply Chain Manager begitu krusial di era modern, apa saja tugas dan tanggung jawab utamanya, kualifikasi dan skill yang dibutuhkan, jenjang karier yang menjanjikan, hingga tantangan dan peluang yang menyertainya.
Mengapa Peran Supply Chain Manager Begitu Krusial Saat Ini?
Dunia bisnis saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan satu atau dua dekade lalu. Beberapa faktor kunci telah meningkatkan signifikansi peran Supply Chain Manager:
- Globalisasi dan Kompleksitas Rantai Pasok: Perusahaan beroperasi di pasar global, dengan pemasok, manufaktur, dan pelanggan tersebar di berbagai benua. Rantai pasok menjadi jaringan yang sangat rumit, melibatkan berbagai budaya, regulasi, dan mata uang. SCM bertanggung jawab untuk menavigasi kompleksitas ini.
- E-commerce dan Harapan Konsumen: Lonjakan e-commerce telah mengubah ekspektasi konsumen. Mereka menginginkan pengiriman yang cepat, transparan, dan terjangkau. SCM harus merancang sistem yang dapat memenuhi permintaan ini sambil menjaga efisiensi biaya.
- Disrupsi yang Tak Terduga: Pandemi COVID-19 adalah contoh paling nyata bagaimana disrupsi dapat melumpuhkan rantai pasok global. Perang, bencana alam, dan ketegangan geopolitik juga menjadi ancaman konstan. SCM harus membangun rantai pasok yang tangguh (resilient) dan adaptif.
- Teknologi dan Transformasi Digital: Revolusi Industri 4.0 membawa teknologi seperti AI, IoT, Big Data Analytics, Blockchain, dan Otomatisasi. SCM harus mampu mengadopsi dan mengintegrasikan teknologi ini untuk meningkatkan visibilitas, efisiensi, dan pengambilan keputusan.
- Keberlanjutan (Sustainability) dan Etika: Konsumen dan regulator semakin menuntut praktik bisnis yang berkelanjutan dan etis. SCM memiliki peran sentral dalam memastikan rantai pasok yang ramah lingkungan, bertanggung jawab secara sosial, dan transparan.
- Efisiensi Biaya dan Keunggulan Kompetitif: Dalam pasar yang kompetitif, kemampuan untuk mengelola biaya operasional secara efektif melalui optimalisasi rantai pasok adalah pembeda utama. SCM yang cakap dapat mengurangi biaya, meningkatkan margin, dan memberikan keunggulan kompetitif.
Apa Itu Supply Chain Manager? Definisi dan Lingkup Peran
Secara sederhana, Supply Chain Manager adalah individu yang bertanggung jawab atas perencanaan, implementasi, dan pengendalian seluruh aliran barang, informasi, dan keuangan dari titik asal (pemasok bahan baku) hingga titik konsumsi (pelanggan akhir). Ini mencakup semua aktivitas yang terkait dengan pengadaan, produksi, penyimpanan, dan distribusi.
Lingkup peran SCM sangat luas, tidak hanya terbatas pada logistik atau gudang semata. Ini adalah peran yang bersifat end-to-end, strategis sekaligus operasional, dan memerlukan kemampuan untuk melihat gambaran besar sambil tetap memperhatikan detail. SCM adalah penghubung antara berbagai departemen, termasuk produksi, penjualan, pemasaran, keuangan, dan TI, memastikan bahwa semua bagian bergerak selaras menuju tujuan bisnis.
Tugas dan Tanggung Jawab Utama Seorang Supply Chain Manager
Posisi Supply Chain Manager menuntut serangkaian tugas dan tanggung jawab yang kompleks dan bervariasi, antara lain:
- Perencanaan Strategis Rantai Pasok:
- Mengembangkan dan mengimplementasikan strategi rantai pasok yang selaras dengan tujuan bisnis perusahaan.
- Melakukan perencanaan permintaan (demand planning) dan perencanaan penjualan & operasi (S&OP) untuk mengoptimalkan produksi dan inventori.
- Manajemen Pemasok dan Pengadaan (Procurement):
- Mengidentifikasi, mengevaluasi, dan memilih pemasok yang tepat.
- Negosiasi kontrak, harga, dan persyaratan layanan dengan pemasok.
- Membangun dan memelihara hubungan baik dengan pemasok untuk memastikan kualitas, ketersediaan, dan pengiriman tepat waktu.
- Memantau kinerja pemasok dan mengelola risiko pasokan.
- Manajemen Inventori (Persediaan):
- Mengoptimalkan tingkat persediaan untuk meminimalkan biaya penyimpanan sambil memastikan ketersediaan produk yang memadai.
- Menerapkan strategi inventori seperti JIT (Just-In-Time) atau VMI (Vendor Managed Inventory).
- Mengelola perputaran persediaan dan mengurangi limbah atau keusangan.
- Manajemen Logistik dan Transportasi:
- Mengelola semua aspek transportasi, baik inbound (bahan baku) maupun outbound (produk jadi), termasuk pemilihan moda transportasi, rute, dan penyedia layanan logistik (3PL/4PL).
- Mengawasi operasional gudang dan distribusi, memastikan efisiensi dalam penyimpanan, pengambilan, dan pengemasan.
- Memastikan kepatuhan terhadap regulasi transportasi dan bea cukai.
- Optimalisasi Proses dan Efisiensi:
- Mengidentifikasi area untuk peningkatan efisiensi dan pengurangan biaya di seluruh rantai pasok.
- Menerapkan metodologi seperti Lean Manufacturing atau Six Sigma untuk mengeliminasi pemborosan.
- Menganalisis data kinerja rantai pasok (KPIs) untuk mengidentifikasi tren dan peluang perbaikan.
- Manajemen Risiko Rantai Pasok:
- Mengidentifikasi potensi risiko (misalnya, bencana alam, krisis geopolitik, kegagalan pemasok).
- Mengembangkan rencana mitigasi dan kontingensi untuk memastikan kelangsungan operasi.
- Pemanfaatan Teknologi:
- Mengevaluasi, mengimplementasikan, dan mengelola sistem informasi rantai pasok (misalnya, ERP, WMS, TMS, APS).
- Memanfaatkan analitik data untuk membuat keputusan yang lebih baik.
- Manajemen Tim dan Kepemimpinan:
- Memimpin, melatih, dan mengembangkan tim rantai pasok.
- Membangun budaya kolaborasi dan inovasi.
- Berkoordinasi dengan departemen lain untuk mencapai tujuan bersama.
- Keberlanjutan dan Etika:
- Memastikan praktik rantai pasok yang bertanggung jawab secara lingkungan dan sosial.
- Mematuhi standar etika dalam semua transaksi.
Kualifikasi dan Skill yang Dibutuhkan
Untuk sukses dalam peran Supply Chain Manager, kandidat harus memiliki kombinasi kualifikasi formal, pengalaman, dan skill baik hard maupun soft:
1. Pendidikan dan Sertifikasi:
- Pendidikan: Minimal gelar Sarjana (S1) di bidang Supply Chain Management, Teknik Industri, Logistik, Manajemen Bisnis, Ekonomi, atau bidang terkait. Gelar Magister (S2) akan menjadi nilai tambah.
- Sertifikasi Profesional: Sertifikasi dari lembaga terkemuka seperti APICS (CSCP – Certified Supply Chain Professional, CPIM – Certified in Production and Inventory Management) atau SCPro dari CSCMP (Council of Supply Chain Management Professionals) sangat dihargai.
2. Pengalaman Kerja:
- Biasanya membutuhkan minimal 5-10 tahun pengalaman di bidang supply chain, logistik, pengadaan, atau manufaktur, dengan setidaknya beberapa tahun dalam peran kepemimpinan atau manajerial.
- Memiliki rekam jejak yang terbukti dalam mengelola proyek, meningkatkan efisiensi, dan mengoptimalkan rantai pasok.
3. Hard Skills (Technical Skills):
- Analisis Data: Kemampuan untuk menganalisis data besar menggunakan Excel, BI tools (Tableau, Power BI), atau software statistik.
- Sistem SCM: Mahir menggunakan sistem ERP (SAP, Oracle), WMS (Warehouse Management System), TMS (Transportation Management System), dan APS (Advanced Planning and Scheduling).
- Manajemen Proyek: Pengetahuan tentang metodologi manajemen proyek (PMP, Agile).
- Pengetahuan Industri: Pemahaman mendalam tentang dinamika industri tempat perusahaan beroperasi.
- Hukum dan Regulasi: Pemahaman tentang hukum perdagangan internasional, bea cukai, dan regulasi lingkungan.
- Lean & Six Sigma: Pemahaman atau sertifikasi dalam metodologi peningkatan proses.
4. Soft Skills (Non-Technical Skills):
- Kepemimpinan dan Manajemen Tim: Kemampuan untuk memotivasi, mendelegasikan, dan mengembangkan tim.
- Komunikasi dan Negosiasi: Keterampilan komunikasi yang luar biasa, baik lisan maupun tulisan, untuk berinteraksi dengan pemasok, pelanggan, dan rekan kerja internal. Kemampuan negosiasi yang kuat untuk mendapatkan kesepakatan terbaik.
- Pemecahan Masalah dan Pengambilan Keputusan: Kemampuan untuk mengidentifikasi masalah, menganalisis akar penyebab, dan membuat keputusan yang tepat di bawah tekanan.
- Berpikir Strategis dan Analitis: Mampu melihat gambaran besar, merumuskan strategi jangka panjang, dan menganalisis data untuk mendukung keputusan.
- Adaptabilitas dan Resiliensi: Mampu beradaptasi dengan perubahan yang cepat dan menghadapi disrupsi dengan tenang dan efektif.
- Orientasi pada Detail dan Kualitas: Memastikan akurasi dalam perencanaan dan pelaksanaan.
- Kemampuan Berjejaring: Membangun dan memelihara hubungan profesional yang kuat.
Jenjang Karier dan Prospek
Peran Supply Chain Manager adalah batu loncatan yang sangat baik untuk jenjang karier yang lebih tinggi. Dengan pengalaman dan kinerja yang baik, seorang SCM dapat berkembang menjadi:
- Senior Supply Chain Manager
- Supply Chain Director
- Vice President (VP) of Supply Chain
- Chief Supply Chain Officer (CSCO)
- Posisi C-suite lainnya seperti Chief Operating Officer (COO)
Selain itu, pengalaman dalam manajemen rantai pasok juga dapat membuka peluang di bidang konsultasi, pengembangan bisnis, atau bahkan kewirausahaan. Prospek karier di bidang ini sangat cerah karena permintaan akan profesional SCM yang kompeten terus meningkat di berbagai sektor industri, mulai dari manufaktur, ritel, e-commerce, FMCG, farmasi, hingga teknologi.
Gaji dan Kompensasi
Gaji seorang Supply Chain Manager sangat bervariasi tergantung pada beberapa faktor, seperti:
- Pengalaman: Semakin banyak pengalaman, semakin tinggi gaji.
- Lokasi: Gaji di kota-kota besar atau pusat industri cenderung lebih tinggi.
- Ukuran dan Jenis Perusahaan: Perusahaan multinasional besar atau industri dengan margin tinggi biasanya menawarkan kompensasi yang lebih besar.
- Industri: Beberapa industri mungkin menawarkan gaji yang lebih kompetitif karena kompleksitas rantai pasok mereka.
- Kualifikasi dan Sertifikasi: Sertifikasi profesional dapat meningkatkan nilai tawar.
Di Indonesia, rentang gaji untuk posisi Supply Chain Manager bisa berkisar dari Rp 15.000.000 hingga Rp 50.000.000+ per bulan, belum termasuk bonus, tunjangan, asuransi, dan manfaat lainnya. Untuk posisi yang lebih senior atau di perusahaan multinasional, angkanya bisa jauh lebih tinggi.
Tantangan dalam Peran Supply Chain Manager
Meskipun menjanjikan, peran ini juga datang dengan tantangannya sendiri:
- Volatilitas Pasar: Fluktuasi harga komoditas, perubahan permintaan konsumen, dan ketidakpastian ekonomi.
- Tekanan Biaya: Kebutuhan konstan untuk mengurangi biaya operasional tanpa mengorbankan kualitas atau layanan.
- Manajemen Risiko: Mengidentifikasi dan memitigasi berbagai risiko yang dapat mengganggu aliran rantai pasok.
- Integrasi Teknologi: Mengadopsi dan mengintegrasikan solusi teknologi baru yang kompleks.
- Keberlanjutan: Menyeimbangkan tujuan bisnis dengan tanggung jawab lingkungan dan sosial.
- Manajemen Sumber Daya Manusia: Menarik, mempertahankan, dan mengembangkan talenta di tengah persaingan ketat.
Mempersiapkan Diri untuk Loker Supply Chain Manager
Bagi Anda yang tertarik untuk meniti karier sebagai Supply Chain Manager, berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil:
- Pendidikan dan Sertifikasi: Investasikan pada pendidikan formal dan pertimbangkan untuk mendapatkan sertifikasi profesional.
- Pengalaman Relevan: Carilah pengalaman di berbagai area rantai pasok (pengadaan, logistik, inventori, manufaktur) untuk mendapatkan pemahaman holistik. Mulai dari posisi junior dan terus belajar.
- Kembangkan Hard & Soft Skills: Asah kemampuan analitis Anda, kuasai software SCM, dan latih keterampilan kepemimpinan, komunikasi, serta pemecahan masalah.
- Bangun Jaringan (Networking): Hadiri konferensi industri, bergabunglah dengan asosiasi profesional, dan bangun koneksi dengan para profesional SCM lainnya.
- Tetap Up-to-Date: Ikuti perkembangan tren terbaru di bidang supply chain, teknologi, dan pasar global.
- Personal Branding: Buat CV dan profil LinkedIn yang kuat, soroti pencapaian dan keahlian Anda.
Kesimpulan
Loker Supply Chain Manager adalah gerbang menuju karier yang menantang, dinamis, dan sangat memuaskan di jantung operasi bisnis. Ini bukan hanya tentang mengelola logistik, tetapi tentang memimpin transformasi, membangun ketahanan, dan mendorong inovasi yang secara langsung memengaruhi profitabilitas dan keberlanjutan perusahaan. Bagi individu yang memiliki kombinasi keahlian analitis, strategis, dan kepemimpinan yang kuat, peran ini menawarkan peluang tak terbatas untuk memberikan dampak signifikan dan berkembang menjadi pemimpin bisnis masa depan. Jika Anda siap menghadapi tantangan global dan berkontribusi pada efisiensi dunia, maka peran Supply Chain Manager mungkin adalah panggilan karier Anda.
Informasi lowongan kerja atau Loker Supply Chain Manager
Prov. Jawa Timur
- Kota Surabaya
- Kab. Malang
- Kab. Jember
- Kab. Lamongan
- Kab. Bojonegoro
- Kab. Sidoarjo
- Kab. Kediri
- Kab. Banyuwangi
- Kab. Pasuruan
- Kab. Gresik
- Kab. Sampang
- Kab. Probolinggo
- Kab. Sumenep
- Kab. Bangkalan
- Kab. Tuban
- Kab. Blitar
- Kab. Nganjuk
- Kab. Jombang
- Kab. Bondowoso
- Kab. Mojokerto
- Kab. Pamekasan
- Kab. Tulungagung
- Kab. Lumajang
- Kab. Ponorogo
- Kab. Ngawi
- Kab. Pacitan
- Kab. Situbondo
- Kota Malang
- Kab. Magetan
- Kab. Trenggalek
- Kab. Madiun
- Kota Kediri
- Kota Probolinggo
- Kota Pasuruan
- Kota Batu
- Kota Madiun
- Kota Blitar
- Kota Mojokerto
Prov. Jawa Barat
- Kab. Bogor
- Kab. Garut
- Kab. Sukabumi
- Kab. Cianjur
- Kab. Bandung
- Kab. Bekasi
- Kab. Tasikmalaya
- Kab. Karawang
- Kota Bekasi
- Kota Bandung
- Kab. Subang
- Kab. Indramayu
- Kab. Bandung Barat
- Kab. Cirebon
- Kota Depok
- Kab. Sumedang
- Kab. Ciamis
- Kab. Kuningan
- Kab. Majalengka
- Kab. Purwakarta
- Kota Bogor
- Kota Tasikmalaya
- Kab. Pangandaran
- Kota Cimahi
- Kota Cirebon
- Kota Sukabumi
- Kota Banjar
Prov. Jawa Tengah
- Kab. Cilacap
- Kab. Banyumas
- Kab. Grobogan
- Kab. Brebes
- Kota Semarang
- Kab. Kebumen
- Kab. Klaten
- Kab. Pati
- Kab. Wonogiri
- Kab. Jepara
- Kab. Tegal
- Kab. Pemalang
- Kab. Blora
- Kab. Magelang
- Kab. Demak
- Kab. Kendal
- Kab. Sragen
- Kab. Karanganyar
- Kab. Boyolali
- Kab. Pekalongan
- Kab. Semarang
- Kab. Banjarnegara
- Kab. Purworejo
- Kab. Rembang
- Kab. Wonosobo
- Kab. Sukoharjo
- Kab. Purbalingga
- Kab. Temanggung
- Kab. Batang
- Kab. Kudus
- Kota Surakarta
- Kota Pekalongan
- Kota Tegal
- Kota Salatiga
- Kota Magelang
Prov. Sumatera Utara
- Kab. Deli Serdang
- Kota Medan
- Kab. Langkat
- Kab. Simalungun
- Kab. Asahan
- Kab. Serdang Bedagai
- Kab. Nias Selatan
- Kab. Mandailing Natal
- Kab. Tapanuli Utara
- Kab. Labuhanbatu
- Kab. Batu Bara
- Kab. Tapanuli Tengah
- Kab. Karo
- Kab. Labuhanbatu Utara
- Kab. Tapanuli Selatan
- Kab. Dairi
- Kab. Toba
- Kab. Humbang Hasundutan
- Kab. Padang Lawas
- Kab. Labuhanbatu Selatan
- Kab. Nias Utara
- Kab. Padang Lawas utara
- Kota Binjai
- Kab. Nias
- Kab. Samosir
- Kota Pematangsiantar
- Kab. Nias Barat
- Kota Gunungsitoli
- Kota Padang Sidempuan
- Kota Tebing Tinggi
- Kota Tanjung Balai
- Kab. Pakpak Bharat
- Kota Sibolga
Prov. Sulawesi Selatan
- Kota Makassar
- Kab. Bone
- Kab. Gowa
- Kab. Bulukumba
- Kab. Wajo
- Kab. Pangkajene Dan Kepulauan
- Kab. Jeneponto
- Kab. Maros
- Kab. Sinjai
- Kab. Luwu
- Kab. Pinrang
- Kab. Tana Toraja
- Kab. Takalar
- Kab. Luwu Utara
- Kab. Sidenreng Rappang
- Kab. Enrekang
- Kab. Barru
- Kab. Toraja Utara
- Kab. Soppeng
- Kab. Luwu Timur
- Kab. Bantaeng
- Kab. Kepulauan Selayar
- Kota Palopo
- Kota Parepare
Prov. Banten
- Kab. Tangerang
- Kab. Serang
- Kab. Lebak
- Kab. Pandeglang
- Kota Tangerang
- Kota Tangerang Selatan
- Kota Serang
- Kota Cilegon
Prov. Nusa Tenggara Timur
- Kab. Timor Tengah Selatan
- Kab. Kupang
- Kab. Sumba Barat Daya
- Kab. Sikka
- Kab. Alor
- Kab. Manggarai Timur
- Kab. Timor Tengah Utara
- Kab. Ende
- Kab. Flores Timur
- Kab. Manggarai
- Kab. Sumba Timur
- Kab. Manggarai Barat
- Kota Kupang
- Kab. Malaka
- Kab. Belu
- Kab. Ngada
- Kab. Nagekeo
- Kab. Rote Ndao
- Kab. Lembata
- Kab. Sumba Barat
- Kab. Sabu Raijua
- Kab. Sumba Tengah
Prov. Lampung
- Kab. Lampung Tengah
- Kab. Lampung Timur
- Kab. Lampung Selatan
- Kota Bandar Lampung
- Kab. Tanggamus
- Kab. Lampung Utara
- Kab. Way Kanan
- Kab. Pesawaran
- Kab. Tulang Bawang
- Kab. Pringsewu
- Kab. Lampung Barat
- Kab. Tulang Bawang Barat
- Kab. Mesuji
- Kab. Pesisir Barat
- Kota Metro
Prov. Sumatera Selatan
- Kota Palembang
- Kab. Banyuasin
- Kab. Musi Banyuasin
- Kab. Ogan Komering Ilir
- Kab. Ogan Komering Ulu Timur
- Kab. Muara Enim
- Kab. Lahat
- Kab. Ogan Ilir
- Kab. Musi Rawas
- Kab. Ogan Komering Ulu Selatan
- Kab. Ogan Komering Ulu
- Kab. Empat Lawang
- Kab. Musi Rawas Utara
- Kab. Penukal Abab Lematang Ilir
- Kota Lubuk Linggau
- Kota Prabumulih
- Kota Pagar Alam
Prov. Aceh
- Kab. Aceh Utara
- Kab. Aceh Timur
- Kab. Bireuen
- Kab. Aceh Selatan
- Kab. Aceh Besar
- Kab. Pidie
- Kab. Aceh Tenggara
- Kab. Aceh Tengah
- Kab. Aceh Tamiang
- Kab. Bener Meriah
- Kab. Aceh Barat
- Kota Banda Aceh
- Kab. Aceh Jaya
- Kab. Nagan Raya
- Kab. Aceh Barat Daya
- Kab. Simeulue
- Kab. Aceh Singkil
- Kab. Pidie Jaya
- Kota Subulussalam
- Kota Lhokseumawe
- Kota Langsa
- Kab. Gayo Lues
- Kota Sabang
Prov. Riau
- Kab. Kampar
- Kota Pekanbaru
- Kab. Rokan Hulu
- Kab. Indragiri Hilir
- Kab. Rokan Hilir
- Kab. Bengkalis
- Kab. Siak
- Kab. Kuantan Singingi
- Kab. Indragiri Hulu
- Kab. Pelalawan
- Kab. Kepulauan Meranti
- Kota Dumai
Prov. Nusa Tenggara Barat
- Kab. Lombok Timur
- Kab. Lombok Tengah
- Kab. Bima
- Kab. Lombok Barat
- Kab. Sumbawa
- Kab. Dompu
- Kota Mataram
- Kab. Lombok Utara
- Kab. Sumbawa Barat
- Kota Bima
Prov. Sumatera Barat
- Kota Padang
- Kab. Agam
- Kab. Pesisir Selatan
- Kab. Solok
- Kab. Padang Pariaman
- Kab. Lima Puluh Kota
- Kab. Tanah Datar
- Kab. Pasaman Barat
- Kab. Pasaman
- Kab. Sijunjung
- Kab. Dharmasraya
- Kab. Solok Selatan
- Kab. Kepulauan Mentawai
- Kota Payakumbuh
- Kota Bukittinggi
- Kota Pariaman
- Kota Sawahlunto
- Kota Solok
- Kota Padang Panjang
Prov. Kalimantan Barat
- Kab. Ketapang
- Kab. Sambas
- Kab. Sintang
- Kab. Kubu Raya
- Kab. Sanggau
- Kab. Landak
- Kab. Kapuas Hulu
- Kota Pontianak
- Kab. Bengkayang
- Kab. Melawi
- Kab. Sekadau
- Kab. Mempawah
- Kota Singkawang
- Kab. Kayong Utara
Prov. D.K.I. Jakarta
- Kota Adm. Jakarta Timur
- Kota Adm. Jakarta Barat
- Kota Adm. Jakarta Selatan
- Kota Adm. Jakarta Utara
- Kota Adm. Jakarta Pusat
- Kab. Adm. Kep. Seribu
Prov. Kalimantan Selatan
- Kab. Banjar
- Kota Banjarmasin
- Kab. Barito Kuala
- Kab. Kotabaru
- Kab. Tanah Laut
- Kab. Tanah Bumbu
- Kab. Tabalong
- Kab. Hulu Sungai Tengah
- Kab. Hulu Sungai Selatan
- Kab. Hulu Sungai Utara
- Kab. Balangan
- Kota Banjarbaru
- Kab. Tapin
Prov. Sulawesi Tengah
- Kab. Parigi Moutong
- Kab. Banggai
- Kab. Donggala
- Kab. Sigi
- Kab. Poso
- Kota Palu
- Kab. Tojo Una Una
- Kab. Tolitoli
- Kab. Morowali
- Kab. Morowali Utara
- Kab. Banggai Kepulauan
- Kab. Buol
- Kab. Banggai Laut
Prov. D.I. Yogyakarta
- Kab. Bantul
- Kab. Sleman
- Kab. Gunungkidul
- Kab. Kulon Progo
- Kota Yogyakarta
Prov. Jambi
- Kab. Sarolangun
- Kab. Merangin
- Kota Jambi
- Kab. Bungo
- Kab. Batanghari
- Kab. Muaro Jambi
- Kab. Kerinci
- Kab. Tebo
- Kab. Tanjung Jabung Barat
- Kab. Tanjung Jabung Timur
- Kota Sungai Penuh
Prov. Kalimantan Tengah
- Kab. Kapuas
- Kab. Kotawaringin Timur
- Kab. Katingan
- Kab. Kotawaringin Barat
- Kab. Murung Raya
- Kab. Barito Utara
- Kota Palangka Raya
- Kab. Seruyan
- Kab. Pulang Pisau
- Kab. Gunung Mas
- Kab. Barito Selatan
- Kab. Barito Timur
- Kab. Lamandau
- Kab. Sukamara
Prov. Sulawesi Tenggara
- Kab. Konawe Selatan
- Kab. Muna
- Kab. Konawe
- Kab. Bombana
- Kab. Kolaka
- Kota Kendari
- Kab. Buton
- Kab. Kolaka Timur
- Kab. Wakatobi
- Kab. Muna Barat
- Kab. Kolaka Utara
- Kab. Konawe Utara
- Kab. Buton Tengah
- Kab. Buton Utara
- Kota Bau Bau
- Kab. Buton Selatan
- Kab. Konawe Kepulauan
Prov. Sulawesi Utara
- Kab. Minahasa
- Kota Manado
- Kab. Bolaang Mongondow
- Kab. Minahasa Selatan
- Kab. Minahasa Utara
- Kab. Kepulauan Sangihe
- Kab. Kepulauan Talaud
- Kab. Minahasa Tenggara
- Kab. Bolaang Mongondow Utara
- Kota Bitung
- Kab. Kep. Siau Tagulandang Biaro
- Kab. Bolaang Mongondow Timur
- Kab. Bolaang Mongondow Selatan
- Kota Kotamobagu
- Kota Tomohon
Prov. Kalimantan Timur
- Kab. Kutai Kartanegara
- Kota Samarinda
- Kota Balikpapan
- Kab. Kutai Timur
- Kab. Paser
- Kab. Kutai Barat
- Kab. Berau
- Kab. Penajam Paser Utara
- Kota Bontang
- Kab. Mahakam Ulu
Prov. Bali
- Kab. Buleleng
- Kota Denpasar
- Kab. Badung
- Kab. Tabanan
- Kab. Karangasem
- Kab. Gianyar
- Kab. Jembrana
- Kab. Bangli
- Kab. Klungkung
Prov. Maluku
- Kab. Maluku Tengah
- Kab. Seram Bagian Barat
- Kota Ambon
- Kab. Maluku Tenggara
- Kab. Seram Bagian Timur
- Kab. Maluku Barat Daya
- Kab. Buru
- Kab. Kepulauan Aru
- Kab. Kepulauan Tanimbar
- Kab. Buru Selatan
- Kota Tual
Prov. Bengkulu
- Kab. Bengkulu Utara
- Kota Bengkulu
- Kab. Seluma
- Kab. Kaur
- Kab. Rejang Lebong
- Kab. Mukomuko
- Kab. Bengkulu Selatan
- Kab. Bengkulu Tengah
- Kab. Kepahiang
- Kab. Lebong
Prov. Maluku Utara
- Kab. Halmahera Selatan
- Kab. halmahera Utara
- Kab. Halmahera Barat
- Kab. Kepulauan Sula
- Kota Tidore Kepulauan
- Kab. Pulau Taliabu
- Kab. Halmahera Timur
- Kota Ternate
- Kab. Pulau Morotai
- Kab. Halmahera Tengah
Prov. Sulawesi Barat
- Kab. Polewali Mandar
- Kab. Mamasa
- Kab. Mamuju
- Kab. Majene
- Kab. Pasangkayu
- Kab. Mamuju Tengah
Prov. Kepulauan Riau
- Kota Batam
- Kab. Karimun
- Kab. Bintan
- Kab. Lingga
- Kab. Natuna
- Kota Tanjung Pinang
- Kab. Kepulauan Anambas
Prov. Gorontalo
- Kab. Gorontalo
- Kab. Bone Bolango
- Kab. Boalemo
- Kab. Pohuwato
- Kab. Gorontalo Utara
- Kota Gorontalo
Prov. Papua
- Kab. Jayapura
- Kab. Biak Numfor
- Kota Jayapura
- Kab. Kepulauan Yapen
- Kab. Keerom
- Kab. Sarmi
- Kab. Mamberamo Raya
- Kab. Waropen
- Kab. Supiori
Prov. Kepulauan Bangka Belitung
- Kab. Bangka
- Kab. Bangka Barat
- Kab. Bangka Tengah
- Kab. Belitung
- Kota Pangkal Pinang
- Kab. Bangka Selatan
- Kab. Belitung Timur
Prov. Papua Pegunungan
- Kab. Jayawijaya
- Kab. Yahukimo
- Kab. Lanny Jaya
- Kab. Pegunungan Bintang
- Kab. Tolikara
- Kab. Yalimo
- Kab. Mamberamo Tengah
- Kab. Nduga
Prov. Kalimantan Utara
- Kab. Nunukan
- Kab. Bulungan
- Kab. Malinau
- Kota Tarakan
- Kab. Tana Tidung
Prov. Papua Barat
- Kab. Manokwari
- Kab. Teluk Bintuni
- Kab. Fak Fak
- Kab. Kaimana
- Kab. Teluk Wondama
- Kab. Pegunungan Arfak
- Kab. Manokwari Selatan
Prov. Papua Tengah
- Kab. Nabire
- Kab. Mimika
- Kab. Paniai
- Kab. Deiyai
- Kab. Dogiyai
- Kab. Puncak
- Kab. Puncak Jaya
- Kab. Intan Jaya
Prov. Papua Barat Daya
- Kab. Sorong
- Kota Sorong
- Kab. Raja Ampat
- Kab. Sorong Selatan
- Kab. Tambrauw
- Kab. Maybrat
Prov. Papua Selatan
- Kab. Merauke
- Kab. Mappi
- Kab. Asmat
- Kab. Boven Digoel





Tinggalkan komentar