Loker Driver: Roda Penggerak Ekonomi dan Peluang Karir yang Tak Pernah Padam
Profesi driver seringkali dipandang sebelah mata, namun sejatinya, mereka adalah tulang punggung yang menggerakkan roda perekonomian dan mobilitas masyarakat. Dari pengiriman paket kecil di perkotaan hingga pengangkutan logistik raksasa antar pulau, dari mengantarkan penumpang ke tujuan hingga menjadi bagian penting dalam layanan darurat, peran driver sangat vital dan tak tergantikan. Di tengah perkembangan teknologi dan otomatisasi, permintaan akan tenaga driver yang terampil, bertanggung jawab, dan profesional tetap tinggi, menjadikannya salah satu sektor pekerjaan dengan peluang karir yang tak pernah padam.
Artikel ini akan mengupas tuntas seluk-beluk loker driver, mulai dari ragam jenisnya, kualifikasi yang dibutuhkan, tempat mencari lowongan, prospek karir, hingga tantangan dan keuntungan yang menyertainya. Tujuannya adalah memberikan gambaran komprehensif bagi Anda yang tertarik meniti karir di jalur ini, atau sekadar ingin memahami lebih dalam tentang profesi yang sering kita jumpai di jalanan.
I. Ragam Jenis Pekerjaan Sopir/ Driver: Lebih dari Sekadar Memegang Setir
Ketika berbicara tentang "driver," pikiran kita mungkin langsung tertuju pada sopir taksi atau pengemudi mobil pribadi. Namun, spektrum pekerjaan driver jauh lebih luas dan beragam, menawarkan berbagai pilihan sesuai minat, keahlian, dan lisensi yang dimiliki.
A. Driver Angkutan Barang (Freight Drivers)
Sektor ini merupakan salah penggerak utama logistik dan distribusi. Dengan pesatnya pertumbuhan e-commerce dan industri manufaktur, permintaan akan driver angkutan barang terus melonjak.
-
Driver Truk Logistik: Ini adalah kategori yang paling besar dan beragam.
- Truk Kontainer: Mengemudikan truk trailer besar yang mengangkut kontainer berisi barang dari pelabuhan ke gudang atau pabrik, dan sebaliknya. Membutuhkan SIM B2 Umum dan pengalaman mengemudi kendaraan besar.
- Truk Kargo Umum: Mengangkut berbagai jenis barang non-kontainer, mulai dari bahan bangunan, produk pertanian, hingga barang konsumsi. Ukuran truk bervariasi, dari truk engkel hingga tronton.
- Truk Tangki: Khusus mengangkut cairan seperti bahan bakar minyak, kimia, atau air. Membutuhkan pelatihan khusus dan sertifikasi tambahan karena risiko yang lebih tinggi.
- Truk Refrigerasi (Pendingin): Mengangkut barang yang memerlukan suhu terkontrol seperti makanan beku, produk farmasi, atau bunga.
- Truk Pengangkut Alat Berat: Mengemudikan truk khusus untuk memindahkan alat-alat berat seperti ekskavator atau bulldozer.
-
Kurir (Mobil Van & Motor): Dengan booming-nya belanja online, kurir menjadi garda terdepan dalam pengiriman "last-mile."
- Kurir Mobil Van: Mengantarkan paket dalam jumlah lebih besar atau barang yang lebih besar dari pusat distribusi ke konsumen akhir atau antar cabang.
- Kurir Motor: Paling umum di perkotaan, mengantarkan dokumen, makanan, atau paket kecil dengan cepat dan efisien menembus kemacetan.
-
Driver Ekspedisi Khusus: Driver yang mengangkut barang-barang bernilai tinggi, bahan berbahaya (B3), atau membutuhkan penanganan ekstra hati-hati. Ini memerlukan pelatihan dan lisensi khusus.
B. Driver Angkutan Penumpang (Passenger Drivers)
Sektor ini berfokus pada mobilitas manusia, menghubungkan satu tempat ke tempat lain dengan aman dan nyaman.
-
Sopir Pribadi/Keluarga: Mengemudikan mobil pribadi untuk individu, keluarga, atau eksekutif. Fleksibilitas waktu dan kemampuan menjaga privasi sangat dihargai.
-
Taksi Online/Konvensional: Mengangkut penumpang sesuai permintaan melalui aplikasi (Gojek, Grab, Maxim) atau pangkalan/argo. Membutuhkan SIM A dan kendaraan yang memenuhi standar.
-
Driver Rental Mobil: Mengemudikan mobil sewaan untuk pelanggan, baik perorangan maupun korporat. Terkadang juga merangkap sebagai tour guide lokal.
-
Sopir Bus:
- Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) / Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP): Mengemudikan bus jarak jauh yang menghubungkan kota-kota. Membutuhkan SIM B1/B2 Umum dan stamina prima.
- Bus Pariwisata: Mengantar rombongan turis ke berbagai destinasi wisata. Pengetahuan tentang rute wisata dan kemampuan berinteraksi dengan penumpang sangat penting.
- Bus Karyawan/Sekolah: Mengantar karyawan atau siswa sesuai jadwal rutin.
- Bus TransJakarta/Bus Kota: Mengemudikan bus di jalur khusus angkutan umum dalam kota.
-
Driver Angkutan Umum Mikro (Angkot, Mikrolet): Mengemudikan kendaraan penumpang berkapasitas kecil dengan rute tetap dalam kota.
C. Driver Layanan Khusus (Specialized Service Drivers)
Kategori ini mencakup driver yang memiliki peran khusus dalam layanan publik atau industri tertentu.
- Driver Ambulans: Mengemudikan ambulans dalam situasi darurat medis. Membutuhkan kemampuan mengemudi yang tenang di bawah tekanan dan pengetahuan tentang rute tercepat.
- Driver Pemadam Kebakaran: Mengemudikan truk pemadam kebakaran. Membutuhkan kemampuan mengemudi kendaraan besar dalam kecepatan tinggi dan kondisi darurat.
- Driver Alat Berat: Meskipun bukan di jalan raya, driver ekskavator, forklift, crane, atau bulldozer sangat dibutuhkan di sektor konstruksi, pertambangan, dan manufaktur. Mereka membutuhkan sertifikasi khusus (SIO) dan keahlian mengoperasikan mesin berat.
II. Kualifikasi dan Persyaratan Utama Menjadi Driver Profesional
Untuk terjun ke dunia loker driver, ada beberapa kualifikasi dan persyaratan dasar yang harus dipenuhi, baik dari segi legalitas maupun kemampuan personal.
-
Surat Izin Mengemudi (SIM) yang Sesuai: Ini adalah dokumen legal utama.
- SIM A: Untuk mobil penumpang perorangan dan mobil barang dengan berat tidak melebihi 3.500 kg.
- SIM B1: Untuk mobil penumpang atau barang dengan berat lebih dari 3.500 kg.
- SIM B2: Untuk kendaraan bermotor penarik atau kendaraan bermotor dengan menarik kereta tempelan atau gandengan dengan berat yang diizinkan lebih dari 1.000 kg (misalnya truk gandeng).
- SIM Umum: Diperlukan untuk semua jenis driver angkutan penumpang atau barang komersial (taksi, bus, truk). Ini menunjukkan bahwa driver telah lulus uji kompetensi tambahan.
-
Kondisi Fisik dan Mental Prima: Pekerjaan driver, terutama jarak jauh, membutuhkan stamina tinggi.
- Tes Kesehatan: Biasanya mencakup pemeriksaan mata, tekanan darah, dan riwayat penyakit.
- Bebas Narkoba: Banyak perusahaan mensyaratkan tes urine/darah untuk memastikan driver bebas dari penyalahgunaan narkoba.
- Fokus dan Konsentrasi: Kemampuan untuk tetap fokus selama berjam-jam di jalan.
-
Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK): Untuk memastikan calon driver tidak memiliki catatan kriminal.
-
Pengalaman Mengemudi: Meskipun ada loker entry-level, sebagian besar pekerjaan driver profesional membutuhkan pengalaman minimal 1-2 tahun, terutama untuk truk atau bus.
-
Pengetahuan Rute dan Navigasi:
- Mampu membaca peta fisik atau digital (GPS).
- Pengetahuan tentang rute alternatif dan kondisi lalu lintas.
- Untuk driver pariwisata, pengetahuan tentang destinasi wisata adalah nilai tambah.
-
Keterampilan Komunikasi dan Pelayanan Pelanggan: Terutama penting untuk driver penumpang dan kurir. Sikap ramah, sopan, dan kemampuan menangani keluhan pelanggan dengan baik akan sangat dihargai.
-
Kemampuan Perawatan Kendaraan Dasar: Mampu memeriksa kondisi ban, oli, air radiator, lampu, dan melakukan perbaikan kecil jika diperlukan.
-
Sikap Profesionalisme dan Kedisiplinan: Tepat waktu, patuh pada peraturan lalu lintas, menjaga kebersihan kendaraan, dan bertanggung jawab.
III. Dimana Mencari Loker Driver? Pintu Menuju Karir Impian
Mencari loker driver kini lebih mudah berkat beragam platform dan jaringan.
-
Platform Lowongan Kerja Online:
- Job Portal Umum: JobStreet, LinkedIn, Glints, Karir.com, Kalibrr. Filter pencarian dengan kata kunci "driver," "sopir," "kurir," atau jenis truk spesifik.
- Situs Khusus Logistik/Transportasi: Beberapa perusahaan logistik besar memiliki portal karir di situs web mereka.
- Situs Iklan Baris: OLX, Facebook Marketplace seringkali memuat lowongan dari perusahaan kecil atau perorangan.
- Grup Media Sosial: Banyak grup Facebook atau WhatsApp khusus loker driver di daerah tertentu.
-
Aplikasi Transportasi Online:
- Bagi Anda yang tertarik menjadi driver taksi online atau kurir motor/mobil, mendaftar langsung melalui aplikasi seperti Gojek, Grab, Maxim, Lalamove, atau Deliveree adalah cara tercepat.
-
Perusahaan Logistik dan Transportasi:
- Mendatangi langsung kantor pusat atau depo perusahaan seperti JNE, J&T, Sicepat, Indah Cargo, Pos Indonesia, atau perusahaan bus AKAP/pariwisata.
- Mengunjungi pangkalan truk atau terminal untuk menanyakan informasi lowongan.
-
Agen Penyalur Tenaga Kerja: Beberapa agen fokus pada penyediaan driver untuk perusahaan atau individu.
-
Jaringan dan Word-of-Mouth: Di industri ini, informasi dari mulut ke mulut seringkali sangat efektif. Berinteraksi dengan driver lain atau anggota komunitas driver dapat membuka pintu peluang.
IV. Prospek Karir dan Pengembangan Diri Profesi Driver
Profesi driver bukanlah jalan buntu. Ada banyak jalur pengembangan karir yang bisa ditempuh:
- Peningkatan Lisensi: Dari SIM A ke SIM B1 Umum, lalu ke SIM B2 Umum, membuka peluang untuk mengemudikan kendaraan yang lebih besar dan kompleks dengan gaji lebih tinggi.
- Spesialisasi: Menjadi driver khusus (misalnya, driver alat berat dengan sertifikasi SIO, driver bahan bakar berbahaya) yang memiliki keahlian langka.
- Dari Operasional ke Manajerial: Dengan pengalaman dan pendidikan tambahan, driver bisa naik jabatan menjadi supervisor armada, koordinator lapangan, manajer logistik, atau dispatcher.
- Wirausaha: Memulai usaha sendiri seperti rental mobil, jasa ekspedisi kecil, atau menjadi pemilik truk/bus yang disewakan.
- Pelatihan Tambahan: Mengikuti pelatihan defensive driving, keselamatan berkendara, atau penanganan barang berbahaya untuk meningkatkan kompetensi dan nilai jual.
V. Tantangan dan Keuntungan Menjadi Driver Profesional
Seperti profesi lainnya, menjadi driver memiliki sisi tantangan dan keuntungan.
A. Tantangan:
- Jam Kerja Panjang dan Tidak Teratur: Terutama untuk driver truk jarak jauh atau bus AKAP, jam kerja bisa sangat panjang, termasuk malam hari dan akhir pekan.
- Kelelahan dan Risiko Kesehatan: Duduk terlalu lama, kurang tidur, dan stres di jalan bisa berdampak pada kesehatan fisik dan mental.
- Kemacetan dan Kondisi Jalan: Menghadapi lalu lintas padat, jalan rusak, atau cuaca ekstrem membutuhkan kesabaran dan keahlian.
- Risiko Kecelakaan: Meskipun selalu berhati-hati, risiko kecelakaan di jalan raya tetap ada.
- Tekanan Waktu dan Target: Driver kurir atau logistik seringkali memiliki target pengiriman yang ketat.
- Berurusan dengan Pelanggan Sulit: Driver penumpang atau kurir terkadang harus menghadapi pelanggan yang rewel atau tidak sabar.
- Perawatan Kendaraan: Biaya perawatan dan perbaikan kendaraan bisa menjadi beban, terutama bagi driver dengan sistem setoran atau kepemilikan sendiri.
B. Keuntungan:
- Pendapatan Stabil dan Kompetitif: Dengan pengalaman dan jenis kendaraan yang tepat, driver profesional bisa mendapatkan penghasilan yang layak, bahkan seringkali lebih tinggi dari rata-rata UMR.
- Fleksibilitas (untuk driver online): Driver taksi online atau kurir aplikasi memiliki kebebasan mengatur jam kerja sendiri.
- Kesempatan Menjelajah: Driver jarak jauh memiliki kesempatan untuk melihat berbagai daerah dan kota.
- Bertemu Orang Baru: Driver penumpang atau kurir berinteraksi dengan banyak orang dari berbagai latar belakang.
- Peran Vital: Merasa bangga menjadi bagian penting dalam menggerakkan ekonomi dan membantu mobilitas masyarakat.
- Kemandirian: Pekerjaan ini seringkali menuntut kemandirian dan kemampuan mengambil keputusan di lapangan.

VI. Masa Depan Profesi Driver: Adaptasi adalah Kunci
Masa depan profesi driver seringkali dikaitkan dengan ancaman otomatisasi dan kendaraan otonom. Namun, perlu dipahami bahwa transisi ini akan memakan waktu sangat lama, terutama di negara berkembang seperti Indonesia.
- Otomatisasi Jarak Jauh: Truk tanpa sopir mungkin akan lebih dulu diterapkan di rute-rute jalan tol khusus atau area terbatas. Namun, untuk "last-mile delivery" dan interaksi di perkotaan yang kompleks, sentuhan manusia masih sangat dibutuhkan.
- Pertumbuhan E-commerce dan Logistik: Permintaan akan driver kurir dan logistik diperkirakan akan terus tumbuh seiring dengan ekspansi belanja online dan rantai pasok global.
- Fokus pada Keterampilan Manusia: Driver masa depan mungkin akan lebih fokus pada aspek pelayanan pelanggan, penanganan masalah di jalan, pemeliharaan preventif, dan adaptasi terhadap teknologi baru (aplikasi, sensor, telematika).
- Regulasi dan Infrastruktur: Infrastruktur dan regulasi yang mendukung kendaraan otonom masih sangat jauh dari sempurna di banyak negara.
VII. Kesimpulan
Profesi driver adalah sebuah pilar yang kokoh dalam struktur sosial dan ekonomi kita. Dari mengantarkan bahan baku industri hingga mengirimkan senyum ke rumah-rumah melalui paket, peran mereka tak bisa diremehkan. Bagi Anda yang memiliki passion di balik kemudi, stamina yang baik, serta komitmen terhadap keselamatan dan pelayanan, loker driver menawarkan peluang karir yang luas, stabil, dan dinamis.
Meskipun tantangan akan selalu ada, dengan adaptasi, peningkatan keterampilan, dan profesionalisme, seorang driver bisa membangun karir yang sukses dan bermakna. Jadi, jika Anda mencari pekerjaan yang tidak hanya menawarkan penghasilan, tetapi juga kontribusi nyata bagi masyarakat, menjadi seorang driver profesional bisa menjadi pilihan yang sangat menjanjikan. Roda kehidupan terus berputar, dan di balik setiap putarannya, ada driver-driver tangguh yang siap mengantarkan kita ke tujuan.
Informasi lowongan kerja atau Loker Driver (Truck, Mobil, dll) Terbaru
Prov. Jawa Timur
- Kota Surabaya
- Kab. Malang
- Kab. Jember
- Kab. Lamongan
- Kab. Bojonegoro
- Kab. Sidoarjo
- Kab. Kediri
- Kab. Banyuwangi
- Kab. Pasuruan
- Kab. Gresik
- Kab. Sampang
- Kab. Probolinggo
- Kab. Sumenep
- Kab. Bangkalan
- Kab. Tuban
- Kab. Blitar
- Kab. Nganjuk
- Kab. Jombang
- Kab. Bondowoso
- Kab. Mojokerto
- Kab. Pamekasan
- Kab. Tulungagung
- Kab. Lumajang
- Kab. Ponorogo
- Kab. Ngawi
- Kab. Pacitan
- Kab. Situbondo
- Kota Malang
- Kab. Magetan
- Kab. Trenggalek
- Kab. Madiun
- Kota Kediri
- Kota Probolinggo
- Kota Pasuruan
- Kota Batu
- Kota Madiun
- Kota Blitar
- Kota Mojokerto
Prov. Jawa Barat
- Kab. Bogor
- Kab. Garut
- Kab. Sukabumi
- Kab. Cianjur
- Kab. Bandung
- Kab. Bekasi
- Kab. Tasikmalaya
- Kab. Karawang
- Kota Bekasi
- Kota Bandung
- Kab. Subang
- Kab. Indramayu
- Kab. Bandung Barat
- Kab. Cirebon
- Kota Depok
- Kab. Sumedang
- Kab. Ciamis
- Kab. Kuningan
- Kab. Majalengka
- Kab. Purwakarta
- Kota Bogor
- Kota Tasikmalaya
- Kab. Pangandaran
- Kota Cimahi
- Kota Cirebon
- Kota Sukabumi
- Kota Banjar
Prov. Jawa Tengah
- Kab. Cilacap
- Kab. Banyumas
- Kab. Grobogan
- Kab. Brebes
- Kota Semarang
- Kab. Kebumen
- Kab. Klaten
- Kab. Pati
- Kab. Wonogiri
- Kab. Jepara
- Kab. Tegal
- Kab. Pemalang
- Kab. Blora
- Kab. Magelang
- Kab. Demak
- Kab. Kendal
- Kab. Sragen
- Kab. Karanganyar
- Kab. Boyolali
- Kab. Pekalongan
- Kab. Semarang
- Kab. Banjarnegara
- Kab. Purworejo
- Kab. Rembang
- Kab. Wonosobo
- Kab. Sukoharjo
- Kab. Purbalingga
- Kab. Temanggung
- Kab. Batang
- Kab. Kudus
- Kota Surakarta
- Kota Pekalongan
- Kota Tegal
- Kota Salatiga
- Kota Magelang
Prov. Sumatera Utara
- Kab. Deli Serdang
- Kota Medan
- Kab. Langkat
- Kab. Simalungun
- Kab. Asahan
- Kab. Serdang Bedagai
- Kab. Nias Selatan
- Kab. Mandailing Natal
- Kab. Tapanuli Utara
- Kab. Labuhanbatu
- Kab. Batu Bara
- Kab. Tapanuli Tengah
- Kab. Karo
- Kab. Labuhanbatu Utara
- Kab. Tapanuli Selatan
- Kab. Dairi
- Kab. Toba
- Kab. Humbang Hasundutan
- Kab. Padang Lawas
- Kab. Labuhanbatu Selatan
- Kab. Nias Utara
- Kab. Padang Lawas utara
- Kota Binjai
- Kab. Nias
- Kab. Samosir
- Kota Pematangsiantar
- Kab. Nias Barat
- Kota Gunungsitoli
- Kota Padang Sidempuan
- Kota Tebing Tinggi
- Kota Tanjung Balai
- Kab. Pakpak Bharat
- Kota Sibolga
Prov. Sulawesi Selatan
- Kota Makassar
- Kab. Bone
- Kab. Gowa
- Kab. Bulukumba
- Kab. Wajo
- Kab. Pangkajene Dan Kepulauan
- Kab. Jeneponto
- Kab. Maros
- Kab. Sinjai
- Kab. Luwu
- Kab. Pinrang
- Kab. Tana Toraja
- Kab. Takalar
- Kab. Luwu Utara
- Kab. Sidenreng Rappang
- Kab. Enrekang
- Kab. Barru
- Kab. Toraja Utara
- Kab. Soppeng
- Kab. Luwu Timur
- Kab. Bantaeng
- Kab. Kepulauan Selayar
- Kota Palopo
- Kota Parepare
Prov. Banten
- Kab. Tangerang
- Kab. Serang
- Kab. Lebak
- Kab. Pandeglang
- Kota Tangerang
- Kota Tangerang Selatan
- Kota Serang
- Kota Cilegon
Prov. Nusa Tenggara Timur
- Kab. Timor Tengah Selatan
- Kab. Kupang
- Kab. Sumba Barat Daya
- Kab. Sikka
- Kab. Alor
- Kab. Manggarai Timur
- Kab. Timor Tengah Utara
- Kab. Ende
- Kab. Flores Timur
- Kab. Manggarai
- Kab. Sumba Timur
- Kab. Manggarai Barat
- Kota Kupang
- Kab. Malaka
- Kab. Belu
- Kab. Ngada
- Kab. Nagekeo
- Kab. Rote Ndao
- Kab. Lembata
- Kab. Sumba Barat
- Kab. Sabu Raijua
- Kab. Sumba Tengah
Prov. Lampung
- Kab. Lampung Tengah
- Kab. Lampung Timur
- Kab. Lampung Selatan
- Kota Bandar Lampung
- Kab. Tanggamus
- Kab. Lampung Utara
- Kab. Way Kanan
- Kab. Pesawaran
- Kab. Tulang Bawang
- Kab. Pringsewu
- Kab. Lampung Barat
- Kab. Tulang Bawang Barat
- Kab. Mesuji
- Kab. Pesisir Barat
- Kota Metro
Prov. Sumatera Selatan
- Kota Palembang
- Kab. Banyuasin
- Kab. Musi Banyuasin
- Kab. Ogan Komering Ilir
- Kab. Ogan Komering Ulu Timur
- Kab. Muara Enim
- Kab. Lahat
- Kab. Ogan Ilir
- Kab. Musi Rawas
- Kab. Ogan Komering Ulu Selatan
- Kab. Ogan Komering Ulu
- Kab. Empat Lawang
- Kab. Musi Rawas Utara
- Kab. Penukal Abab Lematang Ilir
- Kota Lubuk Linggau
- Kota Prabumulih
- Kota Pagar Alam
Prov. Aceh
- Kab. Aceh Utara
- Kab. Aceh Timur
- Kab. Bireuen
- Kab. Aceh Selatan
- Kab. Aceh Besar
- Kab. Pidie
- Kab. Aceh Tenggara
- Kab. Aceh Tengah
- Kab. Aceh Tamiang
- Kab. Bener Meriah
- Kab. Aceh Barat
- Kota Banda Aceh
- Kab. Aceh Jaya
- Kab. Nagan Raya
- Kab. Aceh Barat Daya
- Kab. Simeulue
- Kab. Aceh Singkil
- Kab. Pidie Jaya
- Kota Subulussalam
- Kota Lhokseumawe
- Kota Langsa
- Kab. Gayo Lues
- Kota Sabang
Prov. Riau
- Kab. Kampar
- Kota Pekanbaru
- Kab. Rokan Hulu
- Kab. Indragiri Hilir
- Kab. Rokan Hilir
- Kab. Bengkalis
- Kab. Siak
- Kab. Kuantan Singingi
- Kab. Indragiri Hulu
- Kab. Pelalawan
- Kab. Kepulauan Meranti
- Kota Dumai
Prov. Nusa Tenggara Barat
- Kab. Lombok Timur
- Kab. Lombok Tengah
- Kab. Bima
- Kab. Lombok Barat
- Kab. Sumbawa
- Kab. Dompu
- Kota Mataram
- Kab. Lombok Utara
- Kab. Sumbawa Barat
- Kota Bima
Prov. Sumatera Barat
- Kota Padang
- Kab. Agam
- Kab. Pesisir Selatan
- Kab. Solok
- Kab. Padang Pariaman
- Kab. Lima Puluh Kota
- Kab. Tanah Datar
- Kab. Pasaman Barat
- Kab. Pasaman
- Kab. Sijunjung
- Kab. Dharmasraya
- Kab. Solok Selatan
- Kab. Kepulauan Mentawai
- Kota Payakumbuh
- Kota Bukittinggi
- Kota Pariaman
- Kota Sawahlunto
- Kota Solok
- Kota Padang Panjang
Prov. Kalimantan Barat
- Kab. Ketapang
- Kab. Sambas
- Kab. Sintang
- Kab. Kubu Raya
- Kab. Sanggau
- Kab. Landak
- Kab. Kapuas Hulu
- Kota Pontianak
- Kab. Bengkayang
- Kab. Melawi
- Kab. Sekadau
- Kab. Mempawah
- Kota Singkawang
- Kab. Kayong Utara
Prov. D.K.I. Jakarta
- Kota Adm. Jakarta Timur
- Kota Adm. Jakarta Barat
- Kota Adm. Jakarta Selatan
- Kota Adm. Jakarta Utara
- Kota Adm. Jakarta Pusat
- Kab. Adm. Kep. Seribu
Prov. Kalimantan Selatan
- Kab. Banjar
- Kota Banjarmasin
- Kab. Barito Kuala
- Kab. Kotabaru
- Kab. Tanah Laut
- Kab. Tanah Bumbu
- Kab. Tabalong
- Kab. Hulu Sungai Tengah
- Kab. Hulu Sungai Selatan
- Kab. Hulu Sungai Utara
- Kab. Balangan
- Kota Banjarbaru
- Kab. Tapin
Prov. Sulawesi Tengah
- Kab. Parigi Moutong
- Kab. Banggai
- Kab. Donggala
- Kab. Sigi
- Kab. Poso
- Kota Palu
- Kab. Tojo Una Una
- Kab. Tolitoli
- Kab. Morowali
- Kab. Morowali Utara
- Kab. Banggai Kepulauan
- Kab. Buol
- Kab. Banggai Laut
Prov. D.I. Yogyakarta
- Kab. Bantul
- Kab. Sleman
- Kab. Gunungkidul
- Kab. Kulon Progo
- Kota Yogyakarta
Prov. Jambi
- Kab. Sarolangun
- Kab. Merangin
- Kota Jambi
- Kab. Bungo
- Kab. Batanghari
- Kab. Muaro Jambi
- Kab. Kerinci
- Kab. Tebo
- Kab. Tanjung Jabung Barat
- Kab. Tanjung Jabung Timur
- Kota Sungai Penuh
Prov. Kalimantan Tengah
- Kab. Kapuas
- Kab. Kotawaringin Timur
- Kab. Katingan
- Kab. Kotawaringin Barat
- Kab. Murung Raya
- Kab. Barito Utara
- Kota Palangka Raya
- Kab. Seruyan
- Kab. Pulang Pisau
- Kab. Gunung Mas
- Kab. Barito Selatan
- Kab. Barito Timur
- Kab. Lamandau
- Kab. Sukamara
Prov. Sulawesi Tenggara
- Kab. Konawe Selatan
- Kab. Muna
- Kab. Konawe
- Kab. Bombana
- Kab. Kolaka
- Kota Kendari
- Kab. Buton
- Kab. Kolaka Timur
- Kab. Wakatobi
- Kab. Muna Barat
- Kab. Kolaka Utara
- Kab. Konawe Utara
- Kab. Buton Tengah
- Kab. Buton Utara
- Kota Bau Bau
- Kab. Buton Selatan
- Kab. Konawe Kepulauan
Prov. Sulawesi Utara
- Kab. Minahasa
- Kota Manado
- Kab. Bolaang Mongondow
- Kab. Minahasa Selatan
- Kab. Minahasa Utara
- Kab. Kepulauan Sangihe
- Kab. Kepulauan Talaud
- Kab. Minahasa Tenggara
- Kab. Bolaang Mongondow Utara
- Kota Bitung
- Kab. Kep. Siau Tagulandang Biaro
- Kab. Bolaang Mongondow Timur
- Kab. Bolaang Mongondow Selatan
- Kota Kotamobagu
- Kota Tomohon
Prov. Kalimantan Timur
- Kab. Kutai Kartanegara
- Kota Samarinda
- Kota Balikpapan
- Kab. Kutai Timur
- Kab. Paser
- Kab. Kutai Barat
- Kab. Berau
- Kab. Penajam Paser Utara
- Kota Bontang
- Kab. Mahakam Ulu
Prov. Bali
- Kab. Buleleng
- Kota Denpasar
- Kab. Badung
- Kab. Tabanan
- Kab. Karangasem
- Kab. Gianyar
- Kab. Jembrana
- Kab. Bangli
- Kab. Klungkung
Prov. Maluku
- Kab. Maluku Tengah
- Kab. Seram Bagian Barat
- Kota Ambon
- Kab. Maluku Tenggara
- Kab. Seram Bagian Timur
- Kab. Maluku Barat Daya
- Kab. Buru
- Kab. Kepulauan Aru
- Kab. Kepulauan Tanimbar
- Kab. Buru Selatan
- Kota Tual
Prov. Bengkulu
- Kab. Bengkulu Utara
- Kota Bengkulu
- Kab. Seluma
- Kab. Kaur
- Kab. Rejang Lebong
- Kab. Mukomuko
- Kab. Bengkulu Selatan
- Kab. Bengkulu Tengah
- Kab. Kepahiang
- Kab. Lebong
Prov. Maluku Utara
- Kab. Halmahera Selatan
- Kab. halmahera Utara
- Kab. Halmahera Barat
- Kab. Kepulauan Sula
- Kota Tidore Kepulauan
- Kab. Pulau Taliabu
- Kab. Halmahera Timur
- Kota Ternate
- Kab. Pulau Morotai
- Kab. Halmahera Tengah
Prov. Sulawesi Barat
- Kab. Polewali Mandar
- Kab. Mamasa
- Kab. Mamuju
- Kab. Majene
- Kab. Pasangkayu
- Kab. Mamuju Tengah
Prov. Kepulauan Riau
- Kota Batam
- Kab. Karimun
- Kab. Bintan
- Kab. Lingga
- Kab. Natuna
- Kota Tanjung Pinang
- Kab. Kepulauan Anambas
Prov. Gorontalo
- Kab. Gorontalo
- Kab. Bone Bolango
- Kab. Boalemo
- Kab. Pohuwato
- Kab. Gorontalo Utara
- Kota Gorontalo
Prov. Papua
- Kab. Jayapura
- Kab. Biak Numfor
- Kota Jayapura
- Kab. Kepulauan Yapen
- Kab. Keerom
- Kab. Sarmi
- Kab. Mamberamo Raya
- Kab. Waropen
- Kab. Supiori
Prov. Kepulauan Bangka Belitung
- Kab. Bangka
- Kab. Bangka Barat
- Kab. Bangka Tengah
- Kab. Belitung
- Kota Pangkal Pinang
- Kab. Bangka Selatan
- Kab. Belitung Timur
Prov. Papua Pegunungan
- Kab. Jayawijaya
- Kab. Yahukimo
- Kab. Lanny Jaya
- Kab. Pegunungan Bintang
- Kab. Tolikara
- Kab. Yalimo
- Kab. Mamberamo Tengah
- Kab. Nduga
Prov. Kalimantan Utara
- Kab. Nunukan
- Kab. Bulungan
- Kab. Malinau
- Kota Tarakan
- Kab. Tana Tidung
Prov. Papua Barat
- Kab. Manokwari
- Kab. Teluk Bintuni
- Kab. Fak Fak
- Kab. Kaimana
- Kab. Teluk Wondama
- Kab. Pegunungan Arfak
- Kab. Manokwari Selatan
Prov. Papua Tengah
- Kab. Nabire
- Kab. Mimika
- Kab. Paniai
- Kab. Deiyai
- Kab. Dogiyai
- Kab. Puncak
- Kab. Puncak Jaya
- Kab. Intan Jaya
Prov. Papua Barat Daya
- Kab. Sorong
- Kota Sorong
- Kab. Raja Ampat
- Kab. Sorong Selatan
- Kab. Tambrauw
- Kab. Maybrat
Prov. Papua Selatan
- Kab. Merauke
- Kab. Mappi
- Kab. Asmat
- Kab. Boven Digoel




Tinggalkan komentar