Menjelajahi Peluang Emas: Panduan Lengkap Loker Import-Export Specialist di Era Perdagangan Global
Di tengah gelombang globalisasi yang tak terbendung, perdagangan internasional telah menjadi tulang punggung perekonomian dunia. Setiap hari, miliaran dolar barang melintasi batas negara, menghubungkan produsen dengan konsumen di berbagai belahan bumi. Di balik kelancaran arus barang ini, ada sebuah profesi krusial yang bekerja tanpa lelah memastikan setiap transaksi berjalan sesuai aturan, efisien, dan tepat waktu: Import-Export Specialist.
Bagi Anda yang memiliki ketertarikan pada dinamika bisnis global, logistik, regulasi perdagangan, dan ingin menjadi bagian dari mata rantai pasokan internasional yang vital, karir sebagai Import-Export Specialist menawarkan peluang yang sangat menjanjikan. Artikel ini akan mengupas tuntas seluk-beluk profesi ini, mulai dari definisi, tugas, kualifikasi, prospek karir, hingga tips menemukan lokernya.
Apa Itu Import-Export Specialist?
Import-Export Specialist, atau sering disebut juga Staf Ekspor-Impor, Koordinator Ekspor-Impor, atau Trade Compliance Specialist, adalah seorang profesional yang bertanggung jawab untuk mengelola dan memfasilitasi pergerakan barang melintasi batas negara. Mereka adalah jembatan antara perusahaan domestik dengan pasar internasional, memastikan bahwa semua aspek hukum, logistik, dan dokumentasi dipenuhi untuk pengiriman barang masuk (impor) maupun keluar (ekspor).
Peran ini sangat dinamis dan membutuhkan pemahaman mendalam tentang peraturan perdagangan internasional, kepabeanan, logistik, serta kemampuan komunikasi dan negosiasi yang kuat. Tanpa peran mereka, proses perdagangan internasional akan menjadi kacau, mahal, dan penuh risiko hukum.
Mengapa Peran Ini Krusial dalam Bisnis Modern?
Pentingnya Import-Export Specialist tidak bisa diremehkan, terutama di era di mana rantai pasok global semakin kompleks dan rentan terhadap gangguan. Berikut beberapa alasan mengapa peran ini sangat krusial:
- Memastikan Kepatuhan Regulasi: Perdagangan internasional diatur oleh segudang hukum, perjanjian, dan regulasi dari berbagai negara dan organisasi. Import-Export Specialist memastikan setiap transaksi mematuhi semua aturan tersebut untuk menghindari denda, penundaan, atau bahkan penyitaan barang.
- Optimalisasi Biaya dan Waktu: Dengan pemahaman mendalam tentang Incoterms, tarif bea masuk, dan opsi logistik, mereka dapat membantu perusahaan menghemat biaya pengiriman dan mengurangi waktu transit, yang secara langsung berdampak pada profitabilitas dan kepuasan pelanggan.
- Manajemen Risiko: Fluktuasi nilai tukar mata uang, perubahan kebijakan perdagangan, bencana alam, hingga konflik geopolitik dapat mempengaruhi perdagangan. Specialist ini bertugas mengidentifikasi, menilai, dan memitigasi risiko-risiko tersebut.
- Fasilitasi Hubungan Internasional: Mereka seringkali menjadi titik kontak utama dengan pemasok, pembeli, freight forwarder, dan agen bea cukai di seluruh dunia, membangun dan menjaga hubungan yang baik adalah kunci kesuksesan.
- Pendukung Strategi Ekspansi Global: Bagi perusahaan yang ingin memperluas jangkauan pasar mereka secara internasional, Import-Export Specialist adalah ujung tombak yang memungkinkan ekspansi tersebut berjalan lancar.
Tugas dan Tanggung Jawab Utama Import-Export Specialist
Tugas seorang Import-Export Specialist sangat bervariasi tergantung ukuran perusahaan dan fokus industrinya, namun secara umum mencakup hal-hal berikut:
-
Manajemen Dokumentasi Perdagangan:
- Bill of Lading (BL) / Air Waybill (AWB): Dokumen kontrak antara pengirim dan pengangkut.
- Commercial Invoice: Rincian barang, harga, dan syarat penjualan.
- Packing List: Daftar detail isi setiap kemasan.
- Certificate of Origin (COO): Dokumen yang menyatakan negara asal barang untuk tujuan bea cukai dan perjanjian perdagangan preferensial.
- Surat Izin (Licenses/Permits): Mengurus izin khusus untuk barang-barang tertentu (misalnya, makanan, obat-obatan, barang berbahaya).
- Export Declaration / Import Entry: Pengajuan resmi ke otoritas bea cukai.
- Asuransi Pengiriman: Mengatur polis asuransi untuk melindungi barang dari kerusakan atau kehilangan.
-
Kepatuhan Bea Cukai dan Regulasi:
- Klasifikasi Barang (HS Code): Menentukan kode Harmonized System (HS) yang benar untuk setiap barang, yang mempengaruhi tarif bea masuk dan peraturan.
- Perhitungan Bea Masuk dan Pajak: Menghitung total biaya yang harus dibayar ke bea cukai.
- Memastikan Kepatuhan terhadap Peraturan Impor/Ekspor: Memahami dan menerapkan regulasi dari negara pengirim dan penerima, termasuk sanksi ekonomi, kontrol ekspor, dan persyaratan sanitasi/fitosanitasi.
- Korespondensi dengan Bea Cukai: Berkomunikasi dengan petugas bea cukai untuk klarifikasi atau penyelesaian masalah.
-
Manajemen Logistik dan Pengiriman:
- Koordinasi dengan Freight Forwarder/Agen Pengiriman: Memilih dan bekerja sama dengan penyedia logistik untuk mengatur transportasi (laut, udara, darat).
- Pelacakan Pengiriman: Memantau status pengiriman dari awal hingga akhir.
- Manajemen Gudang dan Distribusi: Mengatur penyimpanan barang sebelum atau sesudah pengiriman.
- Pemilihan Incoterms: Menerapkan Incoterms yang tepat (misalnya, FOB, CIF, DDP) untuk mendefinisikan tanggung jawab antara penjual dan pembeli terkait biaya dan risiko.
-
Komunikasi dan Negosiasi:
- Berkomunikasi dengan Pemasok dan Pembeli: Memastikan semua pihak memahami persyaratan dan jadwal.
- Negosiasi Harga dan Ketentuan: Bernegosiasi dengan penyedia layanan logistik untuk mendapatkan harga dan layanan terbaik.
- Menyelesaikan Masalah: Menangani kendala seperti keterlambatan pengiriman, kerusakan barang, atau masalah bea cukai.
-
Analisis dan Pelaporan:
- Menganalisis Data Perdagangan: Melacak volume impor/ekspor, biaya, dan waktu transit.
- Membuat Laporan: Menyajikan laporan kinerja kepada manajemen.
- Menganalisis Perubahan Regulasi: Terus mengikuti perkembangan kebijakan perdagangan global yang dapat mempengaruhi operasi perusahaan.
Kualifikasi dan Pendidikan yang Dibutuhkan
Untuk menempati posisi Import-Export Specialist, beberapa kualifikasi umum yang dicari perusahaan antara lain:
-
Pendidikan Formal:
- Minimal D3/S1 di bidang terkait seperti Logistik, Manajemen Rantai Pasok, Bisnis Internasional, Ekonomi, Akuntansi, Administrasi Bisnis, atau Hukum.
- Beberapa perusahaan mungkin menerima lulusan dari disiplin ilmu lain jika memiliki pengalaman atau sertifikasi yang relevan.
-
Pengalaman Kerja:
- Untuk posisi entry-level (Junior Specialist/Staff), pengalaman magang atau kerja paruh waktu di bidang logistik, freight forwarding, atau departemen ekspor-impor akan sangat dihargai.
- Untuk posisi mid-level atau senior, pengalaman minimal 2-5 tahun di bidang terkait sangat diperlukan.
-
Sertifikasi Profesional (Nilai Plus):
- PPJK (Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan): Sertifikasi ini sangat berharga, terutama di Indonesia, karena menunjukkan pemahaman mendalam tentang prosedur kepabeanan.
- Sertifikasi Incoterms: Menunjukkan penguasaan aturan perdagangan internasional.
- CILT (Chartered Institute of Logistics and Transport): Sertifikasi global yang diakui dalam bidang logistik dan transportasi.
- Sertifikasi AEO (Authorized Economic Operator): Jika bekerja di perusahaan yang menerapkan standar AEO.
-
Kemampuan Bahasa:
- Bahasa Inggris: Mutlak diperlukan, baik lisan maupun tulisan, untuk berkomunikasi dengan pihak-pihak internasional.
- Bahasa Asing Lainnya: Seperti Mandarin, Jepang, atau Korea, akan menjadi nilai tambah yang signifikan, terutama jika perusahaan berbisnis dengan negara-negara tersebut.
Skill Set yang Dibutuhkan
Selain kualifikasi formal, seorang Import-Export Specialist harus memiliki kombinasi hard skills dan soft skills yang kuat:
Hard Skills:
- Pengetahuan Mendalam tentang Incoterms: Memahami setiap aturan dan implikasinya.
- Penguasaan Regulasi Bea Cukai dan HS Code: Kemampuan untuk mengklasifikasikan barang dan memahami tarif serta prosedur.
- Kemampuan Mengelola Dokumentasi Perdagangan: Akurasi dalam menyiapkan dan memproses dokumen.
- Pengetahuan Logistik dan Transportasi: Memahami moda transportasi, rute, dan jadwal.
- Penguasaan Software: Familiar dengan sistem ERP (Enterprise Resource Planning) seperti SAP, Oracle, atau software khusus manajemen rantai pasok (TMS – Transportation Management System).
- Kefasihan Bahasa Inggris: Untuk korespondensi dan komunikasi verbal.
Soft Skills:
- Perhatian Terhadap Detail (Attention to Detail): Kesalahan kecil dalam dokumen bisa berakibat fatal.
- Kemampuan Pemecahan Masalah (Problem-Solving): Cepat tanggap dalam menghadapi kendala pengiriman atau bea cukai.
- Keterampilan Komunikasi dan Negosiasi: Untuk berinteraksi dengan berbagai pihak dan mencapai kesepakatan terbaik.
- Manajemen Waktu dan Organisasi: Mengelola banyak pengiriman dan tenggat waktu secara bersamaan.
- Adaptabilitas dan Fleksibilitas: Siap menghadapi perubahan regulasi atau kondisi pasar.
- Etika Bisnis dan Integritas: Penting dalam berurusan dengan bea cukai dan mitra bisnis.
- Kemampuan Kerja Sama Tim: Seringkali berkoordinasi dengan departemen lain seperti penjualan, keuangan, dan produksi.
Prospek Karir dan Jalur Pengembangan
Karir sebagai Import-Export Specialist menawarkan jalur pengembangan yang menjanjikan:
- Entry-Level: Junior Import-Export Specialist, Staf Ekspor-Impor. Fokus pada tugas administratif dan dokumentasi dasar.
- Mid-Level: Import-Export Specialist, Koordinator Ekspor-Impor, Supervisor. Mengelola proyek yang lebih kompleks, mengawasi staf junior, dan mengambil keputusan operasional.
- Senior-Level: Import-Export Manager, Trade Compliance Manager, Supply Chain Manager, Head of Logistics. Bertanggung jawab atas strategi perdagangan internasional perusahaan, manajemen tim, dan optimalisasi rantai pasok.
- Spesialisasi: Ada juga peluang untuk berspesialisasi sebagai Customs Broker, Freight Forwarder, Trade Compliance Officer, atau konsultan perdagangan internasional.
Gaji seorang Import-Export Specialist bervariasi tergantung pengalaman, lokasi, dan ukuran perusahaan. Untuk entry-level di Indonesia, gaji bisa berkisar antara Rp 4 juta hingga Rp 7 juta. Untuk mid-level dengan pengalaman 3-5 tahun, bisa mencapai Rp 7 juta hingga Rp 15 juta. Sementara untuk posisi manajerial senior, bisa jauh lebih tinggi.
Cara Menemukan Loker Import-Export Specialist
Mencari pekerjaan sebagai Import-Export Specialist membutuhkan strategi yang tepat. Berikut beberapa sumber dan tips:
-
Platform Pencari Kerja Online:
- LinkedIn: Gunakan filter pencarian dengan kata kunci "Import-Export Specialist," "Export-Import Staff," "Trade Compliance," "Logistics Coordinator," dll. Banyak perusahaan juga memposting loker langsung di LinkedIn.
- JobStreet, Glints, Kalibrr, Indeed: Situs-situs ini memiliki banyak daftar pekerjaan dari berbagai industri.
- Situs Web Perusahaan Logistik/Multinasional: Kunjungi langsung bagian karir di situs web perusahaan freight forwarder besar (DHL, Maersk, Kuehne+Nagel), perusahaan manufaktur, atau perusahaan trading yang memiliki operasi impor-ekspor.
-
Jaringan Profesional (Networking):
- Asosiasi Industri: Bergabung dengan asosiasi seperti Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), atau komunitas perdagangan internasional di LinkedIn. Ini adalah tempat yang bagus untuk mendapatkan informasi loker dan membangun koneksi.
- Seminar dan Workshop: Hadiri acara terkait logistik, rantai pasok, atau perdagangan internasional untuk bertemu para profesional di bidang ini.
-
Agen Rekrutmen (Headhunter):
- Beberapa agen rekrutmen berspesialisasi dalam menempatkan kandidat di bidang logistik dan rantai pasok. Daftarkan diri Anda di agensi terkemuka.
Tips Melamar dan Wawancara
Setelah menemukan loker yang cocok, penting untuk mempersiapkan lamaran dan wawancara dengan matang:
-
CV dan Surat Lamaran:
- Tailor-Made: Sesuaikan CV dan surat lamaran Anda untuk setiap posisi. Sorot pengalaman dan keterampilan yang relevan dengan deskripsi pekerjaan.
- Gunakan Kata Kunci: Sertakan kata kunci dari deskripsi pekerjaan (misalnya, Incoterms, HS Code, PPJK, Bill of Lading) di CV Anda.
- Kuantifikasi Pencapaian: Daripada hanya menulis "mengelola dokumen," tulis "berhasil memproses 100+ set dokumen impor-ekspor setiap bulan dengan tingkat akurasi 99%."
-
Persiapan Wawancara:
- Riset Perusahaan: Pahami bisnis inti perusahaan, produk/jasa yang diimpor/diekspor, dan pasar utama mereka.
- Pahami Deskripsi Pekerjaan: Identifikasi tugas dan tanggung jawab utama yang akan ditanyakan.
- Siapkan Jawaban untuk Pertanyaan Umum: "Ceritakan tentang diri Anda," "Mengapa Anda tertarik pada posisi ini?"
- Siapkan Jawaban untuk Pertanyaan Teknis: "Jelaskan Incoterms DDP," "Bagaimana Anda menentukan HS Code?", "Apa yang Anda lakukan jika ada masalah dengan bea cukai?"
- Ajukan Pertanyaan: Ini menunjukkan minat Anda. Tanyakan tentang tim, tantangan, atau peluang pengembangan.
- Demonstrasikan Soft Skills: Selama wawancara, tunjukkan kemampuan komunikasi, perhatian terhadap detail, dan pemecahan masalah Anda.

Tantangan dan Peluang dalam Profesi Ini
Profesi Import-Export Specialist memiliki tantangan dan peluang tersendiri:
Tantangan:
- Kompleksitas Regulasi: Peraturan perdagangan internasional yang terus berubah dan berbeda antar negara.
- Tekanan Waktu: Batas waktu yang ketat untuk pengiriman dan pemenuhan dokumen.
- Manajemen Risiko: Menghadapi potensi masalah seperti penundaan, kerusakan barang, atau sanksi.
- Perubahan Geopolitik: Konflik atau kebijakan proteksionisme dapat secara drastis mengubah lanskap perdagangan.
Peluang:
- Pertumbuhan Globalisasi: Perdagangan internasional terus berkembang, menciptakan permintaan yang stabil untuk para ahli di bidang ini.
- Digitalisasi: Adopsi teknologi baru (AI, blockchain) di bidang logistik dan bea cukai membuka peluang untuk efisiensi dan inovasi.
- Spesialisasi: Kesempatan untuk menjadi ahli di niche tertentu (misalnya, perdagangan komoditas, barang berbahaya, atau pasar tertentu).
- Dampak Besar: Anda berkontribusi langsung pada keberhasilan operasional dan strategis perusahaan di pasar global.
Kesimpulan
Menjadi seorang Import-Export Specialist adalah karir yang menantang namun sangat memuaskan dan strategis di era perdagangan global. Dengan kombinasi pendidikan yang relevan, keterampilan yang kuat, dan kemauan untuk terus belajar, Anda dapat membangun karir yang sukses dan memberikan dampak signifikan bagi perusahaan Anda. Jika Anda siap untuk terjun ke dalam dunia yang dinamis ini, peluang loker Import-Export Specialist terbuka lebar, menunggu para profesional yang kompeten dan berdedikasi. Mulailah perjalanan Anda hari ini untuk menjadi bagian penting dari jaringan perdagangan internasional!
Informasi lowongan kerja atau Loker Import Export Specialist Terbaru
Prov. Jawa Timur
- Kota Surabaya
- Kab. Malang
- Kab. Jember
- Kab. Lamongan
- Kab. Bojonegoro
- Kab. Sidoarjo
- Kab. Kediri
- Kab. Banyuwangi
- Kab. Pasuruan
- Kab. Gresik
- Kab. Sampang
- Kab. Probolinggo
- Kab. Sumenep
- Kab. Bangkalan
- Kab. Tuban
- Kab. Blitar
- Kab. Nganjuk
- Kab. Jombang
- Kab. Bondowoso
- Kab. Mojokerto
- Kab. Pamekasan
- Kab. Tulungagung
- Kab. Lumajang
- Kab. Ponorogo
- Kab. Ngawi
- Kab. Pacitan
- Kab. Situbondo
- Kota Malang
- Kab. Magetan
- Kab. Trenggalek
- Kab. Madiun
- Kota Kediri
- Kota Probolinggo
- Kota Pasuruan
- Kota Batu
- Kota Madiun
- Kota Blitar
- Kota Mojokerto
Prov. Jawa Barat
- Kab. Bogor
- Kab. Garut
- Kab. Sukabumi
- Kab. Cianjur
- Kab. Bandung
- Kab. Bekasi
- Kab. Tasikmalaya
- Kab. Karawang
- Kota Bekasi
- Kota Bandung
- Kab. Subang
- Kab. Indramayu
- Kab. Bandung Barat
- Kab. Cirebon
- Kota Depok
- Kab. Sumedang
- Kab. Ciamis
- Kab. Kuningan
- Kab. Majalengka
- Kab. Purwakarta
- Kota Bogor
- Kota Tasikmalaya
- Kab. Pangandaran
- Kota Cimahi
- Kota Cirebon
- Kota Sukabumi
- Kota Banjar
Prov. Jawa Tengah
- Kab. Cilacap
- Kab. Banyumas
- Kab. Grobogan
- Kab. Brebes
- Kota Semarang
- Kab. Kebumen
- Kab. Klaten
- Kab. Pati
- Kab. Wonogiri
- Kab. Jepara
- Kab. Tegal
- Kab. Pemalang
- Kab. Blora
- Kab. Magelang
- Kab. Demak
- Kab. Kendal
- Kab. Sragen
- Kab. Karanganyar
- Kab. Boyolali
- Kab. Pekalongan
- Kab. Semarang
- Kab. Banjarnegara
- Kab. Purworejo
- Kab. Rembang
- Kab. Wonosobo
- Kab. Sukoharjo
- Kab. Purbalingga
- Kab. Temanggung
- Kab. Batang
- Kab. Kudus
- Kota Surakarta
- Kota Pekalongan
- Kota Tegal
- Kota Salatiga
- Kota Magelang
Prov. Sumatera Utara
- Kab. Deli Serdang
- Kota Medan
- Kab. Langkat
- Kab. Simalungun
- Kab. Asahan
- Kab. Serdang Bedagai
- Kab. Nias Selatan
- Kab. Mandailing Natal
- Kab. Tapanuli Utara
- Kab. Labuhanbatu
- Kab. Batu Bara
- Kab. Tapanuli Tengah
- Kab. Karo
- Kab. Labuhanbatu Utara
- Kab. Tapanuli Selatan
- Kab. Dairi
- Kab. Toba
- Kab. Humbang Hasundutan
- Kab. Padang Lawas
- Kab. Labuhanbatu Selatan
- Kab. Nias Utara
- Kab. Padang Lawas utara
- Kota Binjai
- Kab. Nias
- Kab. Samosir
- Kota Pematangsiantar
- Kab. Nias Barat
- Kota Gunungsitoli
- Kota Padang Sidempuan
- Kota Tebing Tinggi
- Kota Tanjung Balai
- Kab. Pakpak Bharat
- Kota Sibolga
Prov. Sulawesi Selatan
- Kota Makassar
- Kab. Bone
- Kab. Gowa
- Kab. Bulukumba
- Kab. Wajo
- Kab. Pangkajene Dan Kepulauan
- Kab. Jeneponto
- Kab. Maros
- Kab. Sinjai
- Kab. Luwu
- Kab. Pinrang
- Kab. Tana Toraja
- Kab. Takalar
- Kab. Luwu Utara
- Kab. Sidenreng Rappang
- Kab. Enrekang
- Kab. Barru
- Kab. Toraja Utara
- Kab. Soppeng
- Kab. Luwu Timur
- Kab. Bantaeng
- Kab. Kepulauan Selayar
- Kota Palopo
- Kota Parepare
Prov. Banten
- Kab. Tangerang
- Kab. Serang
- Kab. Lebak
- Kab. Pandeglang
- Kota Tangerang
- Kota Tangerang Selatan
- Kota Serang
- Kota Cilegon
Prov. Nusa Tenggara Timur
- Kab. Timor Tengah Selatan
- Kab. Kupang
- Kab. Sumba Barat Daya
- Kab. Sikka
- Kab. Alor
- Kab. Manggarai Timur
- Kab. Timor Tengah Utara
- Kab. Ende
- Kab. Flores Timur
- Kab. Manggarai
- Kab. Sumba Timur
- Kab. Manggarai Barat
- Kota Kupang
- Kab. Malaka
- Kab. Belu
- Kab. Ngada
- Kab. Nagekeo
- Kab. Rote Ndao
- Kab. Lembata
- Kab. Sumba Barat
- Kab. Sabu Raijua
- Kab. Sumba Tengah
Prov. Lampung
- Kab. Lampung Tengah
- Kab. Lampung Timur
- Kab. Lampung Selatan
- Kota Bandar Lampung
- Kab. Tanggamus
- Kab. Lampung Utara
- Kab. Way Kanan
- Kab. Pesawaran
- Kab. Tulang Bawang
- Kab. Pringsewu
- Kab. Lampung Barat
- Kab. Tulang Bawang Barat
- Kab. Mesuji
- Kab. Pesisir Barat
- Kota Metro
Prov. Sumatera Selatan
- Kota Palembang
- Kab. Banyuasin
- Kab. Musi Banyuasin
- Kab. Ogan Komering Ilir
- Kab. Ogan Komering Ulu Timur
- Kab. Muara Enim
- Kab. Lahat
- Kab. Ogan Ilir
- Kab. Musi Rawas
- Kab. Ogan Komering Ulu Selatan
- Kab. Ogan Komering Ulu
- Kab. Empat Lawang
- Kab. Musi Rawas Utara
- Kab. Penukal Abab Lematang Ilir
- Kota Lubuk Linggau
- Kota Prabumulih
- Kota Pagar Alam
Prov. Aceh
- Kab. Aceh Utara
- Kab. Aceh Timur
- Kab. Bireuen
- Kab. Aceh Selatan
- Kab. Aceh Besar
- Kab. Pidie
- Kab. Aceh Tenggara
- Kab. Aceh Tengah
- Kab. Aceh Tamiang
- Kab. Bener Meriah
- Kab. Aceh Barat
- Kota Banda Aceh
- Kab. Aceh Jaya
- Kab. Nagan Raya
- Kab. Aceh Barat Daya
- Kab. Simeulue
- Kab. Aceh Singkil
- Kab. Pidie Jaya
- Kota Subulussalam
- Kota Lhokseumawe
- Kota Langsa
- Kab. Gayo Lues
- Kota Sabang
Prov. Riau
- Kab. Kampar
- Kota Pekanbaru
- Kab. Rokan Hulu
- Kab. Indragiri Hilir
- Kab. Rokan Hilir
- Kab. Bengkalis
- Kab. Siak
- Kab. Kuantan Singingi
- Kab. Indragiri Hulu
- Kab. Pelalawan
- Kab. Kepulauan Meranti
- Kota Dumai
Prov. Nusa Tenggara Barat
- Kab. Lombok Timur
- Kab. Lombok Tengah
- Kab. Bima
- Kab. Lombok Barat
- Kab. Sumbawa
- Kab. Dompu
- Kota Mataram
- Kab. Lombok Utara
- Kab. Sumbawa Barat
- Kota Bima
Prov. Sumatera Barat
- Kota Padang
- Kab. Agam
- Kab. Pesisir Selatan
- Kab. Solok
- Kab. Padang Pariaman
- Kab. Lima Puluh Kota
- Kab. Tanah Datar
- Kab. Pasaman Barat
- Kab. Pasaman
- Kab. Sijunjung
- Kab. Dharmasraya
- Kab. Solok Selatan
- Kab. Kepulauan Mentawai
- Kota Payakumbuh
- Kota Bukittinggi
- Kota Pariaman
- Kota Sawahlunto
- Kota Solok
- Kota Padang Panjang
Prov. Kalimantan Barat
- Kab. Ketapang
- Kab. Sambas
- Kab. Sintang
- Kab. Kubu Raya
- Kab. Sanggau
- Kab. Landak
- Kab. Kapuas Hulu
- Kota Pontianak
- Kab. Bengkayang
- Kab. Melawi
- Kab. Sekadau
- Kab. Mempawah
- Kota Singkawang
- Kab. Kayong Utara
Prov. D.K.I. Jakarta
- Kota Adm. Jakarta Timur
- Kota Adm. Jakarta Barat
- Kota Adm. Jakarta Selatan
- Kota Adm. Jakarta Utara
- Kota Adm. Jakarta Pusat
- Kab. Adm. Kep. Seribu
Prov. Kalimantan Selatan
- Kab. Banjar
- Kota Banjarmasin
- Kab. Barito Kuala
- Kab. Kotabaru
- Kab. Tanah Laut
- Kab. Tanah Bumbu
- Kab. Tabalong
- Kab. Hulu Sungai Tengah
- Kab. Hulu Sungai Selatan
- Kab. Hulu Sungai Utara
- Kab. Balangan
- Kota Banjarbaru
- Kab. Tapin
Prov. Sulawesi Tengah
- Kab. Parigi Moutong
- Kab. Banggai
- Kab. Donggala
- Kab. Sigi
- Kab. Poso
- Kota Palu
- Kab. Tojo Una Una
- Kab. Tolitoli
- Kab. Morowali
- Kab. Morowali Utara
- Kab. Banggai Kepulauan
- Kab. Buol
- Kab. Banggai Laut
Prov. D.I. Yogyakarta
- Kab. Bantul
- Kab. Sleman
- Kab. Gunungkidul
- Kab. Kulon Progo
- Kota Yogyakarta
Prov. Jambi
- Kab. Sarolangun
- Kab. Merangin
- Kota Jambi
- Kab. Bungo
- Kab. Batanghari
- Kab. Muaro Jambi
- Kab. Kerinci
- Kab. Tebo
- Kab. Tanjung Jabung Barat
- Kab. Tanjung Jabung Timur
- Kota Sungai Penuh
Prov. Kalimantan Tengah
- Kab. Kapuas
- Kab. Kotawaringin Timur
- Kab. Katingan
- Kab. Kotawaringin Barat
- Kab. Murung Raya
- Kab. Barito Utara
- Kota Palangka Raya
- Kab. Seruyan
- Kab. Pulang Pisau
- Kab. Gunung Mas
- Kab. Barito Selatan
- Kab. Barito Timur
- Kab. Lamandau
- Kab. Sukamara
Prov. Sulawesi Tenggara
- Kab. Konawe Selatan
- Kab. Muna
- Kab. Konawe
- Kab. Bombana
- Kab. Kolaka
- Kota Kendari
- Kab. Buton
- Kab. Kolaka Timur
- Kab. Wakatobi
- Kab. Muna Barat
- Kab. Kolaka Utara
- Kab. Konawe Utara
- Kab. Buton Tengah
- Kab. Buton Utara
- Kota Bau Bau
- Kab. Buton Selatan
- Kab. Konawe Kepulauan
Prov. Sulawesi Utara
- Kab. Minahasa
- Kota Manado
- Kab. Bolaang Mongondow
- Kab. Minahasa Selatan
- Kab. Minahasa Utara
- Kab. Kepulauan Sangihe
- Kab. Kepulauan Talaud
- Kab. Minahasa Tenggara
- Kab. Bolaang Mongondow Utara
- Kota Bitung
- Kab. Kep. Siau Tagulandang Biaro
- Kab. Bolaang Mongondow Timur
- Kab. Bolaang Mongondow Selatan
- Kota Kotamobagu
- Kota Tomohon
Prov. Kalimantan Timur
- Kab. Kutai Kartanegara
- Kota Samarinda
- Kota Balikpapan
- Kab. Kutai Timur
- Kab. Paser
- Kab. Kutai Barat
- Kab. Berau
- Kab. Penajam Paser Utara
- Kota Bontang
- Kab. Mahakam Ulu
Prov. Bali
- Kab. Buleleng
- Kota Denpasar
- Kab. Badung
- Kab. Tabanan
- Kab. Karangasem
- Kab. Gianyar
- Kab. Jembrana
- Kab. Bangli
- Kab. Klungkung
Prov. Maluku
- Kab. Maluku Tengah
- Kab. Seram Bagian Barat
- Kota Ambon
- Kab. Maluku Tenggara
- Kab. Seram Bagian Timur
- Kab. Maluku Barat Daya
- Kab. Buru
- Kab. Kepulauan Aru
- Kab. Kepulauan Tanimbar
- Kab. Buru Selatan
- Kota Tual
Prov. Bengkulu
- Kab. Bengkulu Utara
- Kota Bengkulu
- Kab. Seluma
- Kab. Kaur
- Kab. Rejang Lebong
- Kab. Mukomuko
- Kab. Bengkulu Selatan
- Kab. Bengkulu Tengah
- Kab. Kepahiang
- Kab. Lebong
Prov. Maluku Utara
- Kab. Halmahera Selatan
- Kab. halmahera Utara
- Kab. Halmahera Barat
- Kab. Kepulauan Sula
- Kota Tidore Kepulauan
- Kab. Pulau Taliabu
- Kab. Halmahera Timur
- Kota Ternate
- Kab. Pulau Morotai
- Kab. Halmahera Tengah
Prov. Sulawesi Barat
- Kab. Polewali Mandar
- Kab. Mamasa
- Kab. Mamuju
- Kab. Majene
- Kab. Pasangkayu
- Kab. Mamuju Tengah
Prov. Kepulauan Riau
- Kota Batam
- Kab. Karimun
- Kab. Bintan
- Kab. Lingga
- Kab. Natuna
- Kota Tanjung Pinang
- Kab. Kepulauan Anambas
Prov. Gorontalo
- Kab. Gorontalo
- Kab. Bone Bolango
- Kab. Boalemo
- Kab. Pohuwato
- Kab. Gorontalo Utara
- Kota Gorontalo
Prov. Papua
- Kab. Jayapura
- Kab. Biak Numfor
- Kota Jayapura
- Kab. Kepulauan Yapen
- Kab. Keerom
- Kab. Sarmi
- Kab. Mamberamo Raya
- Kab. Waropen
- Kab. Supiori
Prov. Kepulauan Bangka Belitung
- Kab. Bangka
- Kab. Bangka Barat
- Kab. Bangka Tengah
- Kab. Belitung
- Kota Pangkal Pinang
- Kab. Bangka Selatan
- Kab. Belitung Timur
Prov. Papua Pegunungan
- Kab. Jayawijaya
- Kab. Yahukimo
- Kab. Lanny Jaya
- Kab. Pegunungan Bintang
- Kab. Tolikara
- Kab. Yalimo
- Kab. Mamberamo Tengah
- Kab. Nduga
Prov. Kalimantan Utara
- Kab. Nunukan
- Kab. Bulungan
- Kab. Malinau
- Kota Tarakan
- Kab. Tana Tidung
Prov. Papua Barat
- Kab. Manokwari
- Kab. Teluk Bintuni
- Kab. Fak Fak
- Kab. Kaimana
- Kab. Teluk Wondama
- Kab. Pegunungan Arfak
- Kab. Manokwari Selatan
Prov. Papua Tengah
- Kab. Nabire
- Kab. Mimika
- Kab. Paniai
- Kab. Deiyai
- Kab. Dogiyai
- Kab. Puncak
- Kab. Puncak Jaya
- Kab. Intan Jaya
Prov. Papua Barat Daya
- Kab. Sorong
- Kota Sorong
- Kab. Raja Ampat
- Kab. Sorong Selatan
- Kab. Tambrauw
- Kab. Maybrat
Prov. Papua Selatan
- Kab. Merauke
- Kab. Mappi
- Kab. Asmat
- Kab. Boven Digoel




Tinggalkan komentar