Menjelajahi Dunia Loker Guru Sekolah Menengah (SMP/SMA): Panduan Lengkap untuk Calon Pendidik Berprestasi
Pendidikan adalah tulang punggung kemajuan suatu bangsa, dan di jantungnya berdiri para guru. Profesi guru, khususnya di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA), memegang peranan krusial dalam membentuk karakter, membimbing pemikiran, dan mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan. Oleh karena itu, kebutuhan akan guru-guru yang kompeten, berdedikasi, dan inovatif senantiasa tinggi. Bagi Anda yang memiliki passion di bidang pendidikan, memahami dinamika loker guru di jenang SMP/SMA adalah langkah awal yang strategis.
Artikel ini akan mengupas tuntas berbagai aspek terkait loker guru SMP/SMA, mulai dari mengapa profesi ini menarik, kualifikasi yang dibutuhkan, di mana mencarinya, hingga strategi efektif untuk mendapatkan posisi impian Anda.
1. Mengapa Memilih Profesi Guru di Jenjang SMP/SMA?
Menjadi guru di jenjang sekolah menengah menawarkan pengalaman yang unik dan memuaskan. Pada usia ini, peserta didik berada dalam fase transisi penting dari masa kanak-kanak menuju dewasa. Mereka mulai mengembangkan identitas diri, kemampuan berpikir kritis, dan minat terhadap berbagai bidang ilmu. Guru di jenjang ini memiliki kesempatan emas untuk:
- Membentuk Karakter dan Moral: Guru tidak hanya mengajar mata pelajaran, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral, etika, dan karakter yang kuat, menjadi panutan bagi peserta didik.
- Mengembangkan Potensi Akademik: Membantu peserta didik memahami konsep-konsep kompleks, mendorong rasa ingin tahu, dan memfasilitasi pengembangan bakat serta minat mereka di berbagai disiplin ilmu.
- Mempersiapkan Masa Depan: Membimbing peserta didik dalam menentukan pilihan studi lanjut atau karir, memberikan wawasan tentang dunia nyata, dan membekali mereka dengan keterampilan abad ke-21.
- Kepuasan Profesional: Melihat peserta didik tumbuh, berkembang, dan mencapai kesuksesan adalah salah satu hadiah terbesar dalam profesi ini. Kontribusi Anda akan terasa langsung dan nyata dalam kehidupan mereka.
- Lingkungan Dinamis: Interaksi dengan remaja yang penuh energi dan ide-ide baru membuat lingkungan kerja selalu dinamis dan tidak membosankan.
- Peluang Pengembangan Diri: Profesi guru menuntut pembelajaran seumur hidup. Anda akan terus belajar hal baru, mengikuti pelatihan, dan berinovasi dalam metode pengajaran.
2. Kualifikasi dan Persyaratan Umum untuk Guru SMP/SMA
Untuk dapat melamar posisi guru SMP/SMA, ada beberapa kualifikasi dan persyaratan umum yang wajib dipenuhi, meskipun detailnya bisa bervariasi antar sekolah atau yayasan.
- Pendidikan Minimal S1/D4 Sesuai Bidang Studi: Calon guru harus memiliki gelar sarjana (S1) atau diploma empat (D4) dari program studi yang relevan dengan mata pelajaran yang akan diajarkan.
- Akta IV atau Sertifikat Pendidik (PPG): Menunjukkan bahwa seseorang memiliki kompetensi pedagogik yang memadai. Tanpa ini, kesempatan menjadi guru profesional akan terbatas.
- Kompetensi Guru:
- Kompetensi Pedagogik: Kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik, termasuk perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pengembangan peserta didik.
- Kompetensi Profesional: Penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam sesuai bidang keilmuan.
- Kompetensi Kepribadian: Memiliki kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia.
- Kompetensi Sosial: Kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi efektif dengan peserta didik, rekan guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat.
- Kemampuan Tambahan (Soft Skills & Hard Skills):
- Keterampilan Komunikasi Efektif: Menjelaskan materi dengan jelas dan mendengarkan peserta didik.
- Keterampilan Manajemen Kelas: Menciptakan lingkungan belajar kondusif dan menjaga disiplin.
- Kreativitas dan Inovasi: Mengembangkan metode pengajaran yang menarik dan inovatif.
- Literasi Teknologi: Mengoperasikan perangkat teknologi untuk pembelajaran.
- Kemampuan Beradaptasi: Cepat menyesuaikan diri dengan kurikulum dan kebijakan baru.
- Sikap Positif dan Motivasi Tinggi: Semangat belajar dan dedikasi terhadap profesi.
- Integritas dan Etika Profesional: Menjunjung tinggi kode etik guru dan menunjukkan perilaku profesional.
3. Jenis-jenis Loker Guru SMP/SMA Berdasarkan Status Sekolah dan Kepegawaian
Memahami perbedaan jenis loker dapat membantu Anda menargetkan pencarian dengan lebih baik.
Berdasarkan Status Sekolah
- Sekolah Negeri: Seleksi melalui CPNS atau PPPK, kompetitif dan terstruktur, dengan stabilitas karir terjamin.
- Sekolah Swasta: Rekrutmen lebih fleksibel, gaji dan fasilitas bisa lebih kompetitif dibanding sekolah negeri.
- Sekolah Internasional: Membutuhkan kualifikasi internasional, kemampuan bahasa Inggris tinggi, dan pengalaman mengajar kurikulum internasional.
Berdasarkan Status Kepegawaian
- PNS/ASN: Status paling stabil di sekolah negeri, dengan jaminan pensiun dan tunjangan lengkap.
- Guru Kontrak Tetap Yayasan: Status tetap di sekolah swasta setelah masa percobaan, stabil seperti PNS dalam lingkup yayasan.
- Guru Honorer/Kontrak Sementara: Posisi jangka pendek untuk mengisi kebutuhan mendesak atau memperoleh pengalaman.
- Guru Pengganti/Paruh Waktu: Untuk kebutuhan sementara atau jam kerja tidak penuh.
4. Di Mana Mencari Loker Guru SMP/SMA?
Pencarian loker guru memerlukan strategi yang multidimensional.
Portal Online Resmi Pemerintah
- SSCASN: Portal utama pendaftaran CPNS dan PPPK guru.
- Website Dinas Pendidikan: Terkadang mengumumkan kebutuhan guru di wilayahnya.

Situs Pencari Kerja Umum
- Jobstreet, LinkedIn, Kalibrr, Glints, Karir.com: Banyak sekolah swasta memposting lowongan di sini. Gunakan kata kunci spesifik seperti “guru matematika SMP.”
Website Resmi Sekolah/Yayasan
- Kunjungi halaman karir atau pengumuman lowongan sekolah unggulan.
Jaringan Profesional dan Komunitas Guru
- Asosiasi Profesi Guru (PGRI, IGI, MGMP): Sumber informasi lowongan dan referensi.
- Grup Media Sosial: Grup Facebook, WhatsApp, Telegram yang fokus loker guru.
- Networking: Berbicara dengan guru, kepala sekolah, atau dosen untuk informasi lowongan.
Bursa Kerja (Job Fairs)
- Universitas atau pemerintah daerah mengadakan bursa kerja, di mana sekolah turut merekrut guru.
Media Cetak Lokal
- Surat kabar lokal kadang mempublikasikan lowongan guru, terutama di daerah.
Datang Langsung ke Sekolah
- Membawa CV langsung ke sekolah swasta kecil atau yang tidak aktif di media online.
5. Strategi Melamar Loker Guru yang Efektif
Setelah menemukan lowongan yang sesuai, langkah selanjutnya adalah melamar dengan strategi yang matang.
Penyusunan CV dan Surat Lamaran yang Menarik
- Personalisasi: Sesuaikan dengan posisi dan profil sekolah.
- Fokus pada Hasil: Cantumkan pencapaian, bukan hanya tugas.
- Klarifikasi Kualifikasi: Pastikan Akta IV/Sertifikat Pendidik tercantum jelas.
- Desain Profesional: CV mudah dibaca dan rapi.
Siapkan Portofolio Pengajaran
- RPP terbaik, materi ajar, dokumentasi kegiatan, sertifikat pelatihan, dan surat rekomendasi.
Persiapan Wawancara
- Riset sekolah, prediksi pertanyaan, siapkan pertanyaan cerdas, dan penampilan profesional.
Demonstrasi Mengajar (Microteaching)
- Siapkan RPP mini, media pembelajaran, fokus pada interaksi, dan gunakan metode inovatif.
Uji Kompetensi atau Psikotes
- Beberapa sekolah mengadakan tes tertulis atau psikotes untuk mengukur kepribadian dan potensi.
6. Tantangan dan Peluang dalam Dunia Loker Guru SMP/SMA
Tantangan
- Persaingan ketat, kesejahteraan guru honorer, adaptasi teknologi, perubahan kurikulum.
Peluang
- Pengembangan diri berkelanjutan, inovasi pembelajaran, karir kepemimpinan, digitalisasi pendidikan.
7. Masa Depan Profesi Guru
Guru akan menjadi fasilitator, mentor, dan inspirator. Kemampuan membimbing berpikir kritis, memecahkan masalah, berkolaborasi, dan berkomunikasi akan semakin penting. Guru adaptif teknologi, empati tinggi, dan komitmen belajar seumur hidup akan selalu relevan dan dicari.
Kesimpulan
Menjelajahi loker guru di jenjang SMP/SMA membutuhkan persiapan, dedikasi, dan strategi yang tepat. Profesi ini memberikan dampak mendalam pada generasi muda dan kemajuan bangsa. Dengan kualifikasi memadai, strategi pencarian efektif, dan persiapan matang, Anda dapat meraih posisi impian sebagai pendidik. Passion terhadap pendidikan dan komitmen belajar adalah kunci utama keberhasilan. Selamat berjuang dan semoga sukses!
Informasi lowongan kerja atau Loker Guru Sekolah Menengah (SMP/SMA)
Prov. Jawa Timur
- Kota Surabaya
- Kab. Malang
- Kab. Jember
- Kab. Lamongan
- Kab. Bojonegoro
- Kab. Sidoarjo
- Kab. Kediri
- Kab. Banyuwangi
- Kab. Pasuruan
- Kab. Gresik
- Kab. Sampang
- Kab. Probolinggo
- Kab. Sumenep
- Kab. Bangkalan
- Kab. Tuban
- Kab. Blitar
- Kab. Nganjuk
- Kab. Jombang
- Kab. Bondowoso
- Kab. Mojokerto
- Kab. Pamekasan
- Kab. Tulungagung
- Kab. Lumajang
- Kab. Ponorogo
- Kab. Ngawi
- Kab. Pacitan
- Kab. Situbondo
- Kota Malang
- Kab. Magetan
- Kab. Trenggalek
- Kab. Madiun
- Kota Kediri
- Kota Probolinggo
- Kota Pasuruan
- Kota Batu
- Kota Madiun
- Kota Blitar
- Kota Mojokerto
Prov. Jawa Barat
- Kab. Bogor
- Kab. Garut
- Kab. Sukabumi
- Kab. Cianjur
- Kab. Bandung
- Kab. Bekasi
- Kab. Tasikmalaya
- Kab. Karawang
- Kota Bekasi
- Kota Bandung
- Kab. Subang
- Kab. Indramayu
- Kab. Bandung Barat
- Kab. Cirebon
- Kota Depok
- Kab. Sumedang
- Kab. Ciamis
- Kab. Kuningan
- Kab. Majalengka
- Kab. Purwakarta
- Kota Bogor
- Kota Tasikmalaya
- Kab. Pangandaran
- Kota Cimahi
- Kota Cirebon
- Kota Sukabumi
- Kota Banjar
Prov. Jawa Tengah
- Kab. Cilacap
- Kab. Banyumas
- Kab. Grobogan
- Kab. Brebes
- Kota Semarang
- Kab. Kebumen
- Kab. Klaten
- Kab. Pati
- Kab. Wonogiri
- Kab. Jepara
- Kab. Tegal
- Kab. Pemalang
- Kab. Blora
- Kab. Magelang
- Kab. Demak
- Kab. Kendal
- Kab. Sragen
- Kab. Karanganyar
- Kab. Boyolali
- Kab. Pekalongan
- Kab. Semarang
- Kab. Banjarnegara
- Kab. Purworejo
- Kab. Rembang
- Kab. Wonosobo
- Kab. Sukoharjo
- Kab. Purbalingga
- Kab. Temanggung
- Kab. Batang
- Kab. Kudus
- Kota Surakarta
- Kota Pekalongan
- Kota Tegal
- Kota Salatiga
- Kota Magelang
Prov. Sumatera Utara
- Kab. Deli Serdang
- Kota Medan
- Kab. Langkat
- Kab. Simalungun
- Kab. Asahan
- Kab. Serdang Bedagai
- Kab. Nias Selatan
- Kab. Mandailing Natal
- Kab. Tapanuli Utara
- Kab. Labuhanbatu
- Kab. Batu Bara
- Kab. Tapanuli Tengah
- Kab. Karo
- Kab. Labuhanbatu Utara
- Kab. Tapanuli Selatan
- Kab. Dairi
- Kab. Toba
- Kab. Humbang Hasundutan
- Kab. Padang Lawas
- Kab. Labuhanbatu Selatan
- Kab. Nias Utara
- Kab. Padang Lawas utara
- Kota Binjai
- Kab. Nias
- Kab. Samosir
- Kota Pematangsiantar
- Kab. Nias Barat
- Kota Gunungsitoli
- Kota Padang Sidempuan
- Kota Tebing Tinggi
- Kota Tanjung Balai
- Kab. Pakpak Bharat
- Kota Sibolga
Prov. Sulawesi Selatan
- Kota Makassar
- Kab. Bone
- Kab. Gowa
- Kab. Bulukumba
- Kab. Wajo
- Kab. Pangkajene Dan Kepulauan
- Kab. Jeneponto
- Kab. Maros
- Kab. Sinjai
- Kab. Luwu
- Kab. Pinrang
- Kab. Tana Toraja
- Kab. Takalar
- Kab. Luwu Utara
- Kab. Sidenreng Rappang
- Kab. Enrekang
- Kab. Barru
- Kab. Toraja Utara
- Kab. Soppeng
- Kab. Luwu Timur
- Kab. Bantaeng
- Kab. Kepulauan Selayar
- Kota Palopo
- Kota Parepare
Prov. Banten
- Kab. Tangerang
- Kab. Serang
- Kab. Lebak
- Kab. Pandeglang
- Kota Tangerang
- Kota Tangerang Selatan
- Kota Serang
- Kota Cilegon
Prov. Nusa Tenggara Timur
- Kab. Timor Tengah Selatan
- Kab. Kupang
- Kab. Sumba Barat Daya
- Kab. Sikka
- Kab. Alor
- Kab. Manggarai Timur
- Kab. Timor Tengah Utara
- Kab. Ende
- Kab. Flores Timur
- Kab. Manggarai
- Kab. Sumba Timur
- Kab. Manggarai Barat
- Kota Kupang
- Kab. Malaka
- Kab. Belu
- Kab. Ngada
- Kab. Nagekeo
- Kab. Rote Ndao
- Kab. Lembata
- Kab. Sumba Barat
- Kab. Sabu Raijua
- Kab. Sumba Tengah
Prov. Lampung
- Kab. Lampung Tengah
- Kab. Lampung Timur
- Kab. Lampung Selatan
- Kota Bandar Lampung
- Kab. Tanggamus
- Kab. Lampung Utara
- Kab. Way Kanan
- Kab. Pesawaran
- Kab. Tulang Bawang
- Kab. Pringsewu
- Kab. Lampung Barat
- Kab. Tulang Bawang Barat
- Kab. Mesuji
- Kab. Pesisir Barat
- Kota Metro
Prov. Sumatera Selatan
- Kota Palembang
- Kab. Banyuasin
- Kab. Musi Banyuasin
- Kab. Ogan Komering Ilir
- Kab. Ogan Komering Ulu Timur
- Kab. Muara Enim
- Kab. Lahat
- Kab. Ogan Ilir
- Kab. Musi Rawas
- Kab. Ogan Komering Ulu Selatan
- Kab. Ogan Komering Ulu
- Kab. Empat Lawang
- Kab. Musi Rawas Utara
- Kab. Penukal Abab Lematang Ilir
- Kota Lubuk Linggau
- Kota Prabumulih
- Kota Pagar Alam
Prov. Aceh
- Kab. Aceh Utara
- Kab. Aceh Timur
- Kab. Bireuen
- Kab. Aceh Selatan
- Kab. Aceh Besar
- Kab. Pidie
- Kab. Aceh Tenggara
- Kab. Aceh Tengah
- Kab. Aceh Tamiang
- Kab. Bener Meriah
- Kab. Aceh Barat
- Kota Banda Aceh
- Kab. Aceh Jaya
- Kab. Nagan Raya
- Kab. Aceh Barat Daya
- Kab. Simeulue
- Kab. Aceh Singkil
- Kab. Pidie Jaya
- Kota Subulussalam
- Kota Lhokseumawe
- Kota Langsa
- Kab. Gayo Lues
- Kota Sabang
Prov. Riau
- Kab. Kampar
- Kota Pekanbaru
- Kab. Rokan Hulu
- Kab. Indragiri Hilir
- Kab. Rokan Hilir
- Kab. Bengkalis
- Kab. Siak
- Kab. Kuantan Singingi
- Kab. Indragiri Hulu
- Kab. Pelalawan
- Kab. Kepulauan Meranti
- Kota Dumai
Prov. Nusa Tenggara Barat
- Kab. Lombok Timur
- Kab. Lombok Tengah
- Kab. Bima
- Kab. Lombok Barat
- Kab. Sumbawa
- Kab. Dompu
- Kota Mataram
- Kab. Lombok Utara
- Kab. Sumbawa Barat
- Kota Bima
Prov. Sumatera Barat
- Kota Padang
- Kab. Agam
- Kab. Pesisir Selatan
- Kab. Solok
- Kab. Padang Pariaman
- Kab. Lima Puluh Kota
- Kab. Tanah Datar
- Kab. Pasaman Barat
- Kab. Pasaman
- Kab. Sijunjung
- Kab. Dharmasraya
- Kab. Solok Selatan
- Kab. Kepulauan Mentawai
- Kota Payakumbuh
- Kota Bukittinggi
- Kota Pariaman
- Kota Sawahlunto
- Kota Solok
- Kota Padang Panjang
Prov. Kalimantan Barat
- Kab. Ketapang
- Kab. Sambas
- Kab. Sintang
- Kab. Kubu Raya
- Kab. Sanggau
- Kab. Landak
- Kab. Kapuas Hulu
- Kota Pontianak
- Kab. Bengkayang
- Kab. Melawi
- Kab. Sekadau
- Kab. Mempawah
- Kota Singkawang
- Kab. Kayong Utara
Prov. D.K.I. Jakarta
- Kota Adm. Jakarta Timur
- Kota Adm. Jakarta Barat
- Kota Adm. Jakarta Selatan
- Kota Adm. Jakarta Utara
- Kota Adm. Jakarta Pusat
- Kab. Adm. Kep. Seribu
Prov. Kalimantan Selatan
- Kab. Banjar
- Kota Banjarmasin
- Kab. Barito Kuala
- Kab. Kotabaru
- Kab. Tanah Laut
- Kab. Tanah Bumbu
- Kab. Tabalong
- Kab. Hulu Sungai Tengah
- Kab. Hulu Sungai Selatan
- Kab. Hulu Sungai Utara
- Kab. Balangan
- Kota Banjarbaru
- Kab. Tapin
Prov. Sulawesi Tengah
- Kab. Parigi Moutong
- Kab. Banggai
- Kab. Donggala
- Kab. Sigi
- Kab. Poso
- Kota Palu
- Kab. Tojo Una Una
- Kab. Tolitoli
- Kab. Morowali
- Kab. Morowali Utara
- Kab. Banggai Kepulauan
- Kab. Buol
- Kab. Banggai Laut
Prov. D.I. Yogyakarta
- Kab. Bantul
- Kab. Sleman
- Kab. Gunungkidul
- Kab. Kulon Progo
- Kota Yogyakarta
Prov. Jambi
- Kab. Sarolangun
- Kab. Merangin
- Kota Jambi
- Kab. Bungo
- Kab. Batanghari
- Kab. Muaro Jambi
- Kab. Kerinci
- Kab. Tebo
- Kab. Tanjung Jabung Barat
- Kab. Tanjung Jabung Timur
- Kota Sungai Penuh
Prov. Kalimantan Tengah
- Kab. Kapuas
- Kab. Kotawaringin Timur
- Kab. Katingan
- Kab. Kotawaringin Barat
- Kab. Murung Raya
- Kab. Barito Utara
- Kota Palangka Raya
- Kab. Seruyan
- Kab. Pulang Pisau
- Kab. Gunung Mas
- Kab. Barito Selatan
- Kab. Barito Timur
- Kab. Lamandau
- Kab. Sukamara
Prov. Sulawesi Tenggara
- Kab. Konawe Selatan
- Kab. Muna
- Kab. Konawe
- Kab. Bombana
- Kab. Kolaka
- Kota Kendari
- Kab. Buton
- Kab. Kolaka Timur
- Kab. Wakatobi
- Kab. Muna Barat
- Kab. Kolaka Utara
- Kab. Konawe Utara
- Kab. Buton Tengah
- Kab. Buton Utara
- Kota Bau Bau
- Kab. Buton Selatan
- Kab. Konawe Kepulauan
Prov. Sulawesi Utara
- Kab. Minahasa
- Kota Manado
- Kab. Bolaang Mongondow
- Kab. Minahasa Selatan
- Kab. Minahasa Utara
- Kab. Kepulauan Sangihe
- Kab. Kepulauan Talaud
- Kab. Minahasa Tenggara
- Kab. Bolaang Mongondow Utara
- Kota Bitung
- Kab. Kep. Siau Tagulandang Biaro
- Kab. Bolaang Mongondow Timur
- Kab. Bolaang Mongondow Selatan
- Kota Kotamobagu
- Kota Tomohon
Prov. Kalimantan Timur
- Kab. Kutai Kartanegara
- Kota Samarinda
- Kota Balikpapan
- Kab. Kutai Timur
- Kab. Paser
- Kab. Kutai Barat
- Kab. Berau
- Kab. Penajam Paser Utara
- Kota Bontang
- Kab. Mahakam Ulu
Prov. Bali
- Kab. Buleleng
- Kota Denpasar
- Kab. Badung
- Kab. Tabanan
- Kab. Karangasem
- Kab. Gianyar
- Kab. Jembrana
- Kab. Bangli
- Kab. Klungkung
Prov. Maluku
- Kab. Maluku Tengah
- Kab. Seram Bagian Barat
- Kota Ambon
- Kab. Maluku Tenggara
- Kab. Seram Bagian Timur
- Kab. Maluku Barat Daya
- Kab. Buru
- Kab. Kepulauan Aru
- Kab. Kepulauan Tanimbar
- Kab. Buru Selatan
- Kota Tual
Prov. Bengkulu
- Kab. Bengkulu Utara
- Kota Bengkulu
- Kab. Seluma
- Kab. Kaur
- Kab. Rejang Lebong
- Kab. Mukomuko
- Kab. Bengkulu Selatan
- Kab. Bengkulu Tengah
- Kab. Kepahiang
- Kab. Lebong
Prov. Maluku Utara
- Kab. Halmahera Selatan
- Kab. halmahera Utara
- Kab. Halmahera Barat
- Kab. Kepulauan Sula
- Kota Tidore Kepulauan
- Kab. Pulau Taliabu
- Kab. Halmahera Timur
- Kota Ternate
- Kab. Pulau Morotai
- Kab. Halmahera Tengah
Prov. Sulawesi Barat
- Kab. Polewali Mandar
- Kab. Mamasa
- Kab. Mamuju
- Kab. Majene
- Kab. Pasangkayu
- Kab. Mamuju Tengah
Prov. Kepulauan Riau
- Kota Batam
- Kab. Karimun
- Kab. Bintan
- Kab. Lingga
- Kab. Natuna
- Kota Tanjung Pinang
- Kab. Kepulauan Anambas
Prov. Gorontalo
- Kab. Gorontalo
- Kab. Bone Bolango
- Kab. Boalemo
- Kab. Pohuwato
- Kab. Gorontalo Utara
- Kota Gorontalo
Prov. Papua
- Kab. Jayapura
- Kab. Biak Numfor
- Kota Jayapura
- Kab. Kepulauan Yapen
- Kab. Keerom
- Kab. Sarmi
- Kab. Mamberamo Raya
- Kab. Waropen
- Kab. Supiori
Prov. Kepulauan Bangka Belitung
- Kab. Bangka
- Kab. Bangka Barat
- Kab. Bangka Tengah
- Kab. Belitung
- Kota Pangkal Pinang
- Kab. Bangka Selatan
- Kab. Belitung Timur
Prov. Papua Pegunungan
- Kab. Jayawijaya
- Kab. Yahukimo
- Kab. Lanny Jaya
- Kab. Pegunungan Bintang
- Kab. Tolikara
- Kab. Yalimo
- Kab. Mamberamo Tengah
- Kab. Nduga
Prov. Kalimantan Utara
- Kab. Nunukan
- Kab. Bulungan
- Kab. Malinau
- Kota Tarakan
- Kab. Tana Tidung
Prov. Papua Barat
- Kab. Manokwari
- Kab. Teluk Bintuni
- Kab. Fak Fak
- Kab. Kaimana
- Kab. Teluk Wondama
- Kab. Pegunungan Arfak
- Kab. Manokwari Selatan
Prov. Papua Tengah
- Kab. Nabire
- Kab. Mimika
- Kab. Paniai
- Kab. Deiyai
- Kab. Dogiyai
- Kab. Puncak
- Kab. Puncak Jaya
- Kab. Intan Jaya
Prov. Papua Barat Daya
- Kab. Sorong
- Kota Sorong
- Kab. Raja Ampat
- Kab. Sorong Selatan
- Kab. Tambrauw
- Kab. Maybrat
Prov. Papua Selatan
- Kab. Merauke
- Kab. Mappi
- Kab. Asmat
- Kab. Boven Digoel




Tinggalkan komentar